Published On: Wed, Oct 3rd, 2018

Aneh..! Anjing Gigit Babi, Oknum Polisi di Manggarai Minta Babi Buat Pengaduan

Share This
Tags

Korban saat berada di kantor polisi dan dibully oleh oknum polisi.

sergap.id, KUPANG – Seorang ibu paruh baya di wilayah Manggarai, NTT, dibully oleh oknum polisi saat akan membuat laporan polisi (LP) tentang anak babinya yang habis dimakan anjing milik tetangga.

Video berdurasi sekitar satu menit ini beredar di facebook sejak Selasa 2 Oktober 2018, dan mendapat kecaman ribuan netizen.

Nampak si ibu yang kebingungan di kantor polisi ditanyai oleh oknum polisi, bagimana cerita jelasnya?

Si ibu menjawab, iyo pak, anjing gigit saya punya babi di kandang.

Polisi bertanya lagi, berapa ekor?

Ibu: anak dua induk dimakan habis, makan (saat) malam.

Polisi: luka dimana?

Ibu: luka di telinga

Polisi: anjing berapa ekor yang gigit?

Ibu: satu ekor pak, anjing milik tetangga

Polisi: suruh babi itu datang lapor kesini, supaya dia tahu.

Ibu: saya tuannya pak.

Polisi: siapa yang punya babi?

Ibu: saya punya pak

Polisi: bawa itu babi ke sini, kita pergi visum (ke) puskesmas, lukanya dimana saja, baru kita proses lanjut itu anjing.

Ibu: bawa itu babi?

Polisi: ya bawa babi ke sini, tapi tunggu piketnya pak jamal, nanti pak jamal yang urus itu masalah babi.

Ibu: kapan piketnya pak jamal?

Polisi: besok.

Ibu: jam berapa?

Polisi: jam enam malam, bawa babi kesini.

Kejadian miris ini diduga terjadi di wilayah Polres Manggarai atau Manggarai Barat. Namun netizen yang menggunggah video ini tidak mendeskripsikan kapan kejadiannya dan dimana tempatnya. Tampak ribuan netizen mengecam perbuatan oknum polisi tersebut dan meminta Kapolda NTT untuk memberi sanksi tegas kepadanya.

“Masa suruh babi buat pengaduan, situ waras?,” kata pemilik akun facebook @Ismail Handuk. KLIK VIDEONYA DISINI

Petrus Selestinus.

Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia, Petrus Selestinus, juga menyayangkan sikap oknum polisi tersebut.

“Sikap Polisi sangat tidak etis merespons pengaduan masyarakat, nampak jelas Polisi mempermainkan Ibu yang datang mengadu. Sikap hormat terhadap rakyat kecil yang datang mengadu nihil, malah Ibu itu dipermainkan dengan bahasa meminta supaya anjing dan babinya datang melapor. Kapolda NTT harus memperbaiki model pelayanan masyarakat di kalangan anggota Polisi di NTT, karena bagian SPKT itu adalah bagian dari wajah Polri (ada mata, hidung, telinga) untuk mendengar, melihat dan mencium sesuatu dengan cepat dan santun, bukan malah melecehkan masyarakat,” ujar Petrus kepada SERGAP, Rabu (3/10/18).

“Mentang2 yang datang itu seorang Ibu yang miskin, coba kalau yang datang itu berdasi dan bawa tas kecil, pasti perlakuannya berbeda. Kita akan laporkan (masalah ini) ke Kompolnas dan Propam agar para Polisi di SPKT di Manggarai itu ditindak,” tegasnya. (red/red)

Penulis/Penerbit

Silahkan memberi komentar sesuai topik di atas. Terima Kasih!