Published On: Mon, May 8th, 2017

Bupati TTU Jadikan Masalah Kemiskinan Sebagai Isu Utama Pilgub 2018

Share This
Topik

Bupati Kabupaten Timur Tengah, Ray Fernandes.

sergap.id, KUPANG – Hampir semua kandidat Calon Gubernur NTT menjadikan masalah kemiskinan sebagai isu utama agar menuai simpati dan dipilih masyarakat pada hari H Pilgub 2018.

Tak terkecuali Bupati Kabupaten Timur Tengah (TTU), Ray Fernandes.

“Jika saya dipercayakan, maka saya akan arahkan kebijakan untuk masyarakat miskin. Rakyat kerja, pemerintah kerja, maka rakyat akan makmur. Kemiskinan masyarakat tidak boleh dijual hanya untuk meraup sumbangan dari pemerintah pusat. Mari kita lawan kemiskinan,” ujar Ray usai mendaftarkan diri sebagai Calon Gubernur di kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi NTT, Kamis (4/5/17) lalu.

Ironisnya, selama menjabat sebagai Bupati TTU 2 periode (2010 – 2015 dan 2015 – 2020), Ray belum mampu menghapus masalah kemiskinan dari bumi TTU. Buktinya? Banyak rakyat TTU yang masih dibekap masalah kemiskinan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten TTU menyebutkan,  angka kemiskinan di TTU masih sangat tinggi, yakni tahun 2009 sebanyak 24,96 %, 2010: 22,72 %, 2011: 21,33 %, 2012: 21,37 %, 2013: 21,59 %, dan 2014: 27,79 %.

Ray Fernandes saat mendaftarkan diri sebagai Calon Gubernur di kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi NTT, Kamis (4/5/17).

Data BPS tersebut jauh lebih kecil dari data kemiskinan yang disampaikan oleh Ray seperti dilansir ANTARA pada Kamis 9 Februari 2017.

“Di tahun 2010 jumlah keluarga miskin di TTU sebesar 65,62 persen atau sebanyak 31.375 kepala keluarga. Sementara pada tahun 2014 prosentase kemiskinan turun menjadi 34,10 persen,” kata Ray.

Menurut Ray, penurunan angka kemisikinan itu tidak terlepas dari sentuhan program Desa Mandiri Cinta Petani (Sari Tani) yang mulai dijalankan oleh pemerintahannya sejak tahun 2012, yakni setiap kelompok tani diberi modal Rp 300 juta. Uang itu dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha produktif yang dijalankan oleh kelompok tani.

Dengan program tersebut, Ray optimistis mampu menurunkan angka kemiskinan dengan target di bawah 10 persen pada tahun 2021. (Dem/Ant)

Penulis/Penerbit: