Published On: Sat, Feb 17th, 2018

Cawagub Emi Nomleni Jemput Jenasah TKW Asal TTS di Bandara El Tari Kupang

Share This
Tags

Emi Nomleni saat menjemput jenasah Adelina Sau, TKW asal Abi, di Bandara El Tari Kupang, Sabtu (17/2/18).

sergap.id, KUPANG – Sabtu (17/2/18) siang, Emelia Julia Nomleni (Emi) terlihat di halaman Kargo Bandara El Tari Kupang. Emi datang menjemput jenasah Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal TTS yang tewas di Malaysia.

Ya, sekitar pukul 1.30 Wita, jenasah Adelina Sau tiba di Kupang dengan pesawat Garuda. TKW korban siksaan majikan di Malaysia itu lantas di bawa ke Desa Abi, Kecamatan Oeneno, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menggunakan mobil ambulance milik BP3TKI Kupang.

Adelina adalah salah satu dari sembilan TKW asal NTT yang meninggal dunia akibat tindak kekerasan di luar negeri selama Januari – Februari 2018.

Saat ditemui SERGAP di halaman kargo El Tari Kupang, Mama Emi, demikian dia biasa disapa, hadir dengan balutan sederhana kemeja putih, celana jeans biru, dan sepatu kets. Tampilannya jauh dari kesan pencitraan. Guratan kesedihan nampak dari wajahnya. Sesekali ia menyapukan pandangan ke arah keluarga Adelina.

Emi nampak gelisah berdiri menyandarkan diri ke tembok kantor kargo. Ia juga nampak kecewa melihat salah satu kaumnya itu yang menjadi korban trafficking. Kehadirannya memberi pesan bahwa ia ikut sedih terhadap duka Adelina. BACA JUGA: TKW Asal Soe Disiksa Tidur Dengan Anjing, Jenasahnya Telah Dipulangkan

Berikut petikan wawancara SERGAP dengan Mama Emi saat menanti kepulangan jenasah Adelina Sau dari Malaysia – Jakarta ke Kupang, Sabtu (17/2/18) siang:

Anda adalah Calon Wakil Gubernur NTT yang turut hadir dalam proses penjemputan Jenasah TKI ini, apa yang akan anda lakukan agar kasus seperti ini tidak terjadi lagi jika anda terpilih dalam Pilgub nanti?

Saya hadir di sini merupakan salah satu tugas saya yang telah dicalonkan menjadi calon pemimpin NTT. Saya hadir untuk bisa merekam semua rasa, tidak saja dari keluarga, tetapi juga dari semua kita, apalagi para perempuan NTT.

Kehadiran saya juga ingin memastikan bahwa saya adalah perempuan yang bertekad untuk menyelesaikan persoalan ini. Artinya saya membutuhkan seluruh energi dari semua yang punya kepedulian terhadap kasus penjualan orang ini.

Saya harus katakan ini penjualan orang. Dan harus diselesaikan. Karena bagi saya, jangan kita berpikir bahwa kematian itu hal biasa. Tetapi setiap anak NTT yang meninggal karena hal-hal seperti ini, menjadi tanggung jawab pemimpin, dan itu sangat diperlukan serta berharga.

Saya memastikan bahwa kehadiran saya sebagai calon pemimpin yang ditugaskan dari mandat rakyat, harus bisa menyelesaikan ini. Ini adalah komitmen saya. Kalau saya terpilih ada beberapa hal yang mesti diselesaikan.

Orang memilih untuk bekerja itu adalah hak. Tetapi hak itu menjadi tanggung jawab pemerintah atau kewajiban pemerintah untuk menyiapkan dia. Sehingga jika dia harus bermigrasi, dia harus dalam migrasi yang aman. Artinya bahwa dia pergi kerja di luar sana itu, dia sudah siap, baik secara mental maupun keahlian.

Negara hadir untuk menjamin bahwa seluruh haknya, seluruh prosesnya itu melalui proses yang benar, dan memberikan perlindungan sampai dia kembali pulang. Itu adalah tugas Negara dan pemimpin. Itu konkrit bagi saya.

Artinya bahwa setiap orang yang ke luar, harus terdata dengan baik. Kan sekarang kita mengatakan ada legal dan illegal. Tidak ada manusia yang illegal. Inikan sebuah proses.

Saya mengajak masyakat untuk juga peduli. Ketika sudah terjadi seperti ini mari kita berdiri sama-sama. Tetapi yang paling penting adalah pemerintah harus hadir sebagai pelindung, termasuk menyiapkan mereka menjadi tenaga kerja yang baik dan mumpuni.

Kita juga harus memastikan bahwa perempuan mendapat akses seperti akses ekonomi di desa, terutama melalui dana desa. Dana desa sekarang kan sudah banyak dan luar biasa. Tetapi apa yang dikelola? Itu harus dipikirkan pemerintah supaya dapat juga dikelola oleh perempuan-perempuan di desa. Kalau sudah ada akses ini maka para perempuan akan menjadi nyaman untuk tetap berada di desanya masing-masing.

Ada dua hal penting. Yang pertama, harus memastikan bahwa masyarakat khususnya perempuan mendapatkan akses ekonomi melalui pengelolaan dana desa. Yang ke dua, pemerintah harus hadir untuk memberikan kemanan dan kenyamanan sehingga proses migrasi tetap aman.

Emi Nomleni saat menjemput jenasah Adelina Sau, TKW asal Abi, di Bandara El Tari Kupang, Sabtu (17/2/18).

Anda hanya jemput disini atau akan ikut ke ke rumah duka untuk memberi penghiburan kepada keluarga Adelina?

Saya tidak sempat hadir di rumah duka. Namun ada teman-teman yang mewakili kehadiran saya di sana.

Apa yang Anda hendak sampaikan ke seluruh perempuan-perempuan di NTT?

Saya mengajak semua perempuan untuk kuat menjaga diri. Harus kuat untuk tahan terhadap pelbagai hal, tetapi harus juga bisa menyerap banyak hal.

Kehadiran saya di Pilkada NTT ini untuk memberikan atau berbagi spirit. Saya ingin membagi energi positif untuk kaum saya, perempuan.

Semua perempuan di NTT ini tangguh dan kuat. Hanya mereka belum mampu memaksimalkan kemampuan dan mengelola itu sebagai sebuah potensi kekuatan. Saya menghimbau agar kita semua memiliki kekuatan termasuk ketika menghadapi kejadian memilukan seperti ini. (fwl/fwl)

Penulis/Penerbit

Silahkan memberi komentar sesuai topik di atas. Terima Kasih!