Published On: Mon, Jul 1st, 2019

Di Malaka Pendeta Pentakosta Kerja Proyek, Apakah Gereja Menganjurkan?

Share This
Tags

Proyek perbaikan saluran dan penimbunan lapangan Betun, Kabupaten Malaka senilai Rp 297.496.934,43 yang dikerjakan oleh Pendeta Semly Talan.

sergap.id, BETUN – Semly Talan, Pendeta Gereja Pentakosta Weoe, Kabupaten Malaka, diduga mengerjakan proyek perbaikan saluran dan penimbunan lapangan Betun, Kabupaten Malaka, senilai Rp Rp 297 juta lebih.

Data yang diambil dari website Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Malaka, menyebutkan, proyek tersebut memiliki pagu Rp 375 juta dan proses tendernya dilakukan pada Mei 2019 yang dimenangkan oleh CV Kasih Jaya dengan nilai penawaran Rp 297.496.934,43.

Perusahaan yang diduga dipakai oleh Pendeta Semly untuk mengerjakan proyek tersebut beralamat di jalan KH Dewantoro, Kelurahan Berdao, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu.

Yohanes B, warga Besikama, Kabupaten Malaka, mengatakan, seorang pendeta seperti Pendeta Semly tidak elok jika mengerjakan proyek pemerintah.

“Seorang pendeta itu harus fokus dengan pelayanannya kepada jemaat dan gereja, bukan mengurus proyek,” ujar Yohanes kepada SERGAP, Kamis (27/6/29).

Menurut dia, jika pendeta mengerjakan proyek atau terlibat politik praktis, tentu pelayanan terhadap jemaat akan terganggu.

“Karena ketika jauh terlibat dalam urusan proyek, maka pelayanannya akan terbengkalai. Apakah gereja menganjurkan seorang pendeta kerja proyek?,” tanyanya.

“Pendeta harus fokus memberikan pelayanan kepada jemaat dan gereja. Jika buka bisnis atau usaha di rumah sendiri, boleh saja, tapi jika sudah berurusan dengan proyek pemerintah, maka saya pikir itu tidak dibenarkan,” tandasnya.

Hal senada disampaikan salah satu tokoh pemuda Malaka,  Marianus Seran.

Menurut Marianus, walau tidak ada aturan tertulis yang mengatakan bahwa seorang pendeta tidak boleh mengerjakan proyek pemerintah, namun dalam kasus ini akan menimbukan isu-isu negatif terkait pelayanan pendeta di gereja.

“Dari sisi aturan gerja akan memunculkan pertanyaan-pertanyaan negatif. Apa berkat yang diberikan Tuhan itu kurang,” sergahnya.

Pendeta Semly Talan.

Informasi yang dihimpun SERGAP menyebutkan, proyek tersebut merupakan balas budi atas peran Pendeta Semly menjadi salah satu tim sukses atau tim pemenangan Bupati Kabupaten Malaka, Stefanus Bria Seran (SBS) saat menghadapi suksesi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malaka tahun 2015 lalu.

Namun Pendeta Semly yang ditemui wartawan di lokasi proyek pada Kamis (27/6/19) lalu, tak berkomentar banyak.

Ia hanya menjelaskan bahwa proyek yang ia kerjakan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malaka tahun 2019.

“Anggarannya 200 jutaan,” ucapnya, singkat.

Ketika wartawan ingin bertanya lagi soal proyek, serta apakah Pendeta diperbolehkan Gereja untuk mengerjakan proyek pemerintah? Pendeta Semly berusaha menghindar dengan cara berjalan menuju mobil miliknya dan langsung tancap gas meninggalkan lokasi proyek.  (sel/sel)

Penulis/Penerbit

Silahkan Komentar Sesuai Topik Berita di Atas