Published On: Thu, Jul 25th, 2019

DPP Tetapkan Emi Nomleni Sebagai Ketua DPD PDIP NTT

Share This
Tags

Emi Nomleni (rambut putih)

sergap.id, KUPANG – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP menetapkan Emelia Julia Nomleni (Emi Nomleni) sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP NTT periode 2019 – 2024.

Selain Emi, Wakil Ketua DPRD NTT, Yunus Takandewa juga ditetapkan sebagai Sekretaris DPD dan Anggota DPRD NTT Patris Lali Wolo sebagai Bendahara.

Keputusan tersebut diumumkan Ketua Bappilu DPP PDIP, Bambang Dwi Hartono dalam forum Konferensi Daerah (Konferda) V DPD PDIP NTT di Hotel Neo Aston Kupang, Kamis (25/7/19).

Sebelumnya, DPD PDIP mengirim tiga nama Calon Ketua DPRD NTT ke DPP PDIP untuk ditentukan salah satunya menjadi ketua DPRD NTT periode 2019-2024, yakni Nelson Matara, Emi Nomleni dan Yunus Takandewa.

Dengan ditetapkannya Emi Nomleni sebagai Ketua DPD PDIP NTT, maka Emi secara otomatis akan menjadi Ketua DPRD NTT.

Sebelumnya, PDIP meraih ‘jatah’ kursi DPRD NTT setelah menang Pileg 2019 dengan perolehan 353.800 suara.

Sementara Golkar yang kini masih memegang jabatan Ketua DPRD harus puas menempati kursi Wakil Ketua, walau bersama PDIP sama-sama meraih 10 kursi.

Di Pemilu kali lalu, Golkar hanya memperoleh 349.726 suara atau selisih 4.074 suara dari PDIP.

Mantan Ketua DPD PDIP NTT, Frans Lebu Raya, menyatakan ikhlas meletakkan jabatan, dan akan mengsuport Emi Nomleni dalam membesarkan PDIP di NTT.

“Tidak perlu kasak-kusuk, tapi harus menyusun kepengurusan dengan baik. Saya siap bekerja untuk partai dan tidak mungkin tinggalkan partai,” tegasnya.

Kemunculan Emi Nomleni di panggung politik NTT bukan kebetulan. Perempuan berambut putih kelahiran Kupang, 19 September 1966, ini sarat pengalaman.

Selain aktif sebagai kader PDIP, ia juga aktif dalam berbagai kegiatan perempuan, kepemudaan dan gereja.

Tengok saja, jejak kiprahnya di organisasi. Emi tercatat sebagai pendiri sekaligus pengurus CIS GAMKI-GMKI yang sekarang berubah nama menjadi CIS TIMOR, tahun 1998-2004.

Dia juga jadi pengurus Yayasan Bina Satria, tahun 1998-2004, dan pendiri sekaligus pengurus Yayasan Cerminan Masyarakat Rasional (CEMARA,) tahun 1999-2004.

Tak cuma itu. Arsitek jebolan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Kristen Indonesia, Jakarta (1985-1992) ini juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Karang Taruna Kelurahan Oetete (1995-1996), anggota Karang Taruna tingkat Provinsi NTT (1996-1998), pengurus KNPI, Kabid Peranan Wanita DPD GAMKI NTT (1996-2004), anggota BP Pemuda GMIT (2000-2004), Kabid Organisasi Pemberdayaan Daerah Asosiasi dan Himpunan DPD KADIN Kota Kupang (2001-2006), bendahara DPD GAMKI NTT (2004-2008), Ketua DPD GAMKI NTT (2010-2013) dan Ketua PERBASI NTT periode 2013-2017.

Di lingkungan gereja, Emi Nomleni menjadi Majelis Jemaat GMIT Ebenhaezer Oeba selama empat periode berturut-turut. Yakni, periode 2003-2007, periode 2007-2011, periode 2011-2015, dan periode 2015-2019.

Alumnus SD Negeri Naikoten I Kupang, 1973-1979, SMP Negeri II Kupang (1979-1982) dan SMA Negeri I Kupang (1982-1985) ini, pernah menjadi Site Engineering dan Perencana pada Konsultan Teknik CV. Abadi Karya (1996-1998), Konsultan Teknik CV. Kendali Handal dan  CV. Geo Citra Konsultan, tahun 2000-2003.

Dia pun pernah menjabat ketua Team Leader pada Konsultan Teknik CV. Cipta Design (1998-1999).

Boleh jadi, berbagai aktivitas yang dijalaninya itulah yang membentuk dirinya menjadi perempuan tangguh yang berani menantang arus patriarkhi yang masih super kuat di bumi Flobamora.

Dan, tahun 2004, Emi Nomleni bermetamorfosa dari aktivis perempuan menjadi politisi perempuan.

Dia terpilih menjadi anggota DPRD NTT dari daerah pemilihan Timor Tengah Selatan (TTS).

Dua periode menjadi anggota Fraksi PDIP DPRD NTT (2004-2009 dan 2009-2014), Emi dipercaya menduduki beberapa jabatan strategis di fraksi maupun komisi-komisi DPRD NTT.

Pada masa bhakti 2004-2009, usi Emi menjabat Wakil Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan, sekaligus Sekretaris di Komisi E, kemudian pindah jadi Sekretaris D, dan berlabuh hingga akhir jabatan di sekretaris Komisi A.

Pada periode kedua, Emi menjabat Sekretaris Fraksi PDIP, dan sempat menjadi sekretaris Komisi D, sebelum memangku jabatan Ketua Komisi B DPRD NTT.

Tak cuma di Dewan. Di Partai, Emi Nomleni dua periode menjadi Wakil Ketua DPD PDIP NTT (2005-2010 dan 2010-2015).

Bahkan sejak 2015 lalu, Emi Nomleni memimpin DPC PDIP Kabupaten TTS (2015-2020)

Perempuan politik harus memiliki visi untuk membangkitkan kepercayaan politik kaum perempuan dan memperjuangkan keterwakilan dalam sistem politik Indonesia. Dan, ini terus diperjuangkan Emi Nomleni.

Emi Nomleni foto bersama kader PDIP lainnya di Neo Aston Kupang, Kamis (25/7/19).

Penampilan Emi Nomleni memang berbeda dengan kebanyakan politisi perempuan.

Dia tidak repot dengan rambutnya yang sudah memutih. Pun, tidak sibuk dengan urusan rebounding untuk meluruskan rambutnya agar tampil lebih menawan. Sederhana. Tapi berwibawa. Begitulah kesan kebanyakan orang terhadapnya.

Megawati Soekarno Putri, mantan Presiden RI, bahkan terkesima dengan penampilannya dalam balutan tenunan Timor.

Ya, ketua umum DPP PDIP itu pun mengagumi rambut Emi Nomleni yang hanya disanggul sederhana. “Ini pertanda dia seorang perempuan pekerja keras,” ucap Megawati ketika mengumumkan pasangan Calon Gubernur- Wagub NTT, Marianus Sa- Emi Nomleni, kala itu.

Dan, seperti banyak dibilang kalangan cerdik pandai bahwa lelaki memimpin dengan otak, perempuan memimpin dengan hati. Maka, ada harapan bagi PDIP NTT untuk lebih hebat dalam di lima tahun mendatang. Semoga sukses..! (el/el)

Penulis/Penerbit

Silahkan Komentar Sesuai Topik di Atas