Published On: Tue, Jan 22nd, 2019

DPRD Pertanyakan Sumber Dana Penataan Pasar Danga, Bupati: Saya Sendiri Cari

Share This
Tags

Yohanes K. Gore

sergap.id, MBAY – Anggota DPRD Kabupaten Nagekeo, Antonius Moti, mempertanyakan sumber dana yang dipakai oleh Bupati Yohanes Don Bosco Do untuk memperbaiki pasar Danga.

Pasalnya, biaya untuk penataan pasar tersebut tidak pernah diusul atau dibahas di DPRD Nagekeo.

“Dari sisi hak budgeting, sumber keuangan itu tidak pernah di bahas, di komisi maupun Banggar, itu yang kita pertanyakan. Kalau tidak di bahas, itu artinya sumber dananya patut dipertanyakan,” ujar Moti kepada SERGAP, Selasa 22 Januari 2019.

Hal yang sama disampaikan juga oleh Anggota Banggar DPRD Nagekeo, Yohanes K Gore.

“Dari sistim perencanaan daerah, mulai dari RKPD, Renja OPD, KUA PPAS dan pembahasan di APBD tahun anggaran 2019 tidak pernah di bahas,” katanya.

Menurut dia, sebaik apa pun tindakan bupati harus dilandasi dengan aturan yang berlaku. Sehingga kedepan tidak menjadi masalah bagi bupati sendiri.

“Memang maksud pak Bupati itu baik, tapi itu harus di dukung secara aturan atau regulasi yang ada. Karena Pemerintah dan DPRD adalah mitra. Yang kita butuhkan adalah transparansi, agar publik juga tahu. Karena ini menyangkut uang, jadi… harus ada transparansi. Biar tidak terjadi polemik,” ucapnya.

Walau begitu, Moti dan Gore mengapresiasi sikap dan tindakan bupati dalam menata ulang pasar yang selama ini diketahui sangat tidak tertata baik, kotor dan jorok.

“Kita apresiasi dengan Bupati yang telah membuat gebrakan yang positip itu,” kata Moti.

BACA JUGA: Pasar Danga Ditata Ulang Agar Terlihat Rapi, Bersih, Sehat, dan Indah

Sementara itu, kepada SERGAP via phone, Selasa (22/1/19), Bupati Don, mengatakan, penataan pasar yang berada di jantung kota Kabupaten Nagekeo itu adalah tanggung jawabnya.

“Soal dana untuk penataan pasar dan terminal dalam kota itu menjadi tanggung jawab saya sebagai Bupati,” tegasnya.

Bupati Kabupaten Nagekeo, Yohanes Don Bosco Do saat mengunjungi Pasar Danga, Mbay, Nagekeo.

Menurut dia, sikap yang ia ambil untuk menata ulang pasar merupakan bentuk kepeduliannya kepada masyarakat, baik pembeli maupun pedagang.

“Mereka itu manusia, dengan keadaan pasar dan terminal yang kotor dan jorok itu,  apa wajar bagi mereka untuk melakukan aktivitas (jual beli)? Karena itu kita melakukan pembenahan dan penataan, biar lebih rapi, indah dan sehat. Saya sendiri yang mencari dana sebagai bentuk kepedulian saya kepada warga saya sendiri,” tegasnya. (sg/sg)

Penulis/Penerbit

Silahkan memberi komentar sesuai topik di atas. Terima Kasih!