Published On: Sat, May 13th, 2017

Gerakan 1001 Lilin Dari Nagekeo Untuk Ahok

Share This
Topik

Warga Kabupaten Nagekeo yang menggelar aksi damai 1001 lilin di Civic Center Kantor Bupati Nagekeo, Jumat (12/5/17) malam.

sergap.id, MBAY – Dukungan terhadap Ahok terus berdatangan dari seluruh pelosok tanah air, termasuk dari ribuan warga Kabupaten Nagekeo yang pada Jumat (12/5/17) malam menggelar aksi damai 1001 lilin di depan Civic Center Kantor Bupati Nagekeo.

Aksi ini sebagai solidaroitas dan dukungan terhadap Ahok agar dilindungi Tuhan menghadapi cobaan dan hukuman penjara 2 tahun terkait kasus penodaan agama yang diputuskan oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Selasa (9/5/17) lalu.

Kordinator aksi 1001 lilin Nagekeo, Petrus Nunu Ruto, mengatakan, sebagai pioner pembangunan karakter jujur dan bersih di Indonesia, seharusnya Ahok tidak dipenjara. Mestinya Ahok didukung untuk Indonesia yang lebih maju dan bebas dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme.

“Prinsipnya kita menghargai keputusan hakim, tapi dalam kasus ini (putusan hakim) lebih banyak tendensi politik,” ujar Petrus.

Menurut dia, jika dilihat secara obyektif, Ahok adalah korban dari sebuah konspirasi jahat yang dimainkan oleh oknum-oknum tertentu untuk memecah belah NKRI.

Gerakan 1001 Lilin di Nagekeo Untuk Ahok

“Makna dari 1001 adalah mati satu, tumbuh seribu. Kita membela Ahok karena dia adalah orang yang membela kebenaran. Walaupun kini sedang tersandung kasus hukum, tetapi kami yakin Tuhan akan selalu menyertainya,” kata Petrus.

Petrus memimpin aksi damai 1001 lilin sejak pukul 18:00 hingga 22:00 Wita. Warga yang ikut diperkirakan lebih dari 2000 orang.

Selain membakar lilin di sepanjang jalan civic center, warga juga melakukan doa bersama dan dilanjutkan dengan teriakan yel-yel NKRI harga mati.

Gerakan 1001 Lilin di Nagekeo Untuk Ahok

Grace Kristiani, salah satu peserta aksi, mengaku sedih ketika mendengar Ahok di vonis penjara. Ia tak habis pikir kenapa negara ini mudah sekali ditekan oleh ormas-ormas radikal.

Karena itu, Grace meminta aparat hukum untuk berlaku tegas, baik terhadap ormas radikal, maupun dalam urusan penegakan hukum di Indonesia. “Hukum itu jangan tumpul ke atas, tapi tajam ke bawah,” pintanya.  (Sherif)

Penulis/Penerbit: