Published On: Wed, Oct 11th, 2017

Hari Ini Lembata Masih Diguncang Gempa, Jalan Tertutup Longsor, 40 Rumah Rusak

Share This
Tags

Salah satu rumah di Desa Bunga Muda, Ile Ape, Lembata, yang tertimbun longsor akibat gempa, Selasa (11/10/17).

sergap.id, LEWOLEBA – Hari ini, Rabu (11/10/17), gempa berkekuatan 4,9 skala richter kembali mengguncang Kabupan Lembata. Warga yang mengungsi mencapai 743 orang.

“Sampai pagi ini, Lembata masih diguncang gempa tektonik. Pagi ini dengan kekuatan 4,9 skala richter disertai gempa susulan berskala kecil,” ujar Wakil Bupati Kabupaten Lembata, Thomas Ola Langoday kepada SERGAP.ID, Rabu (11/10/17).

Menurut Langoday, 26 desa di sekeliling gunung Ile Lewotolok di Kecamatan Ile Ape, Lembata, terkena dampak gempa. Jalan raya sepanjang 2,3 kilo meter tertutup longsor berupa bebatuan berukuran besar.

Selain itu, terdapat 11 rumah rusak berat dan 29 lainnya rusak ringan. Semua kerusakan ini berada di Desa Bunga Muda.

Jumlah pengungsi hingga semalam sebanyak 743 orang. mereka ditampung di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati lama.  Sementara 224 orang lainnya ditampung oleh keluarga masing – masing di Lewoleba, ibu kota Lembata. Sedangkan 161 orang di ditampung di Kantor Camat Ile Ape.

“Untuk desa pesisir di Kecamatan Lebatukan, termasuk Desa Lamatuka, masih terpantau aman,” ucap Langoday.

Namun hari ini, kata Langoday, semua sekolah di Kecamatan Ile Ape, Ile Ape Timur, Nubatukan dan di pesisir Lebatukan, diliburkan selama tiga hari ke depan sambil memantau situasi.

Longsor akibat gempa, Selasa 11 Oktober 2017.

“Persediaan pangan dan kebutuhan di pusat penampungan sangat terbatas. Kami hanya mengandalkan beras stok dari Dinas Sosial. Mohon kami dibantu,” pinta Langoday.

Sebelumnya, atau pada Selasa (10/10/17) dini hari, Lembata diguncang gempa berkekuatan 4,5 skala richter disusul gempa berskala kecil lainnya hingga mencapai belasan kali.

salah satu rumah warga yang rusak akibat gempa.

Sementara itu, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kasbani, mengatakan, status gunung Ile Lewotolok naik dari level normal (I) menjadi waspada (II).

Peningkatan status ini dilakukan setelah memperhatikan analisis data visual dan kegempaan.

Menurutnya, gunung Ile Lewotolok memiliki potensi bahaya lontaran batu pijar dan abu lebat, longsoran material lapuk dari puncak gunung, awan panas yang mengarak ke sektor timur dan tenggara serta gas vulkanik berbahaya.

Dengan adanya peningkatan status ini, Kasbani mengimbau masyarakat, pendaki dan wisatawan tidak melakukan pendakian. Sebab zona bahaya pada gunung Ile Lewotolok memiliki radius 2 kilo meter. (RED)

Penulis/Penerbit