Published On: Wed, May 31st, 2017

Ini Penyebab Angin Kencang di Nusa Tenggara Timur

Share This
Tags

Kondisi ini disebabkan oleh beragam fenomena, dari daerah pertemuan angin hingga dinamika atmosfer skala yang lebih luas. Fenomena beberapa hari terakhir dipicu oleh kondisi atmosfer yang sangat labil di wilayah Indonesia.

sergap.id, KUPANG – Bencana hidrometeorologi di beberapa wilayah Indonesia meningkat. Bencana seperti banjir di Padang serta angin kencang di Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Sulawesi Tenggara muncul dalam beberapa hari belakangan.

“Kondisi ini disebabkan oleh beragam fenomena, dari daerah pertemuan angin hingga dinamika atmosfer skala yang lebih luas. Fenomena beberapa hari terakhir dipicu oleh kondisi atmosfer yang sangat labil di wilayah Indonesia,” kata Deputi Bidang Meteorologi Yunus S. Swarinoto dalam siaran pers, Rabu (31/5/2017).

Dia mengatakan besarnya pengaruh lokal dan tingginya pemanasan mengakibatkan meningkatnya intensitas Thunderstorm hingga akhir Juli nanti. Hal itu memungkinkan terjadinya petir dan angin kencang.

Dalam beberapa hari ke depan, suplai uap air sebagai pendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumatera masih relatif tinggi. Diperkirakan akan terjadi peningkatan curah hujan disertai peluang kejadian angin kencang serta gelombang tinggi.

“Masyarakat diimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan, seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, pohon tumbang, dan jalan licin,” ujar dia.

BMKG mengimbau beberapa wilayah meningkatkan kewaspadaan, antara lain Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Dia juga mengimbau pengguna dan operator jasa transportasi laut, nelayan, serta masyarakat di wilayah pesisir mewaspadai potensi gelombang laut tinggi mencapai 2,5-4,0 meter. Kenaikan gelombang laut ini akan terjadi di perairan barat Aceh, perairan barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, serta perairan selatan Jawa hingga Pulau Sumba.

Selain itu, kenaikan gelombang laut akan terjadi di perairan selatan Pulau Sawu, Samudra Hindia di bagian barat Sumatera hingga selatan NTT, Laut Timor, Laut Banda, Perairan Baubau sampai Kepulauan Wakatobi, perairan selatan Kepulauan Kei sampai Kepulauan Aru, perairan Kepulauan Sermata sampai Kepulauan Leti, perairan Kepulauan Babar sampai Kepulauan Tanimbar, serta Laut Arafuru. (jbr/asp)

Penulis/Penerbit

Silahkan memberi komentar sesuai topik di atas. Terima Kasih!