Maria Rosse Fridian (kiri) ketika menyampaikan klarifikasi di kediaman Mathias Werong Enai. (Foto: Ist)
Surat pernyataan Maria Rosse Fridian yang dibuat di atas materai Rp 6.000. (Foto: Ist)

sergap.id, LARANTUKA – Misteri siapa di balik upaya menjatuhkan Mathias Werong Enay dari kursi Ketua DPC Gerindra dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Flores Timut (Flotim) akhirnya terkuak. Identitas otak pelaku justru dibeberkan oleh jajaran pengurus DPD Gerindra Provinsi NTT.

Selain oknum pengurus di DPC Gerindra Flotim, oknum wartawan pun disebut-sebut ikut menata skenario aksi pendongkelan Mathias Werong Enay tersebut.

Tak cuma itu. Sejumlah oknum politisi Flores Timur yang terlibat dalam merekayasa berbagai usaha memojokkan Mathias Werong Enay pun tersingkap terang benderang. Bahkan, informasinya datang dari saksi kunci, yang dengan suka rela, sadar, tahu dan mau, dan tanpa paksaan atau iming-iming bayaran menyingkap tabir di balik upaya pendongkelan Mathias Werong Enay.

Saksi kunci itu mengaku kalau dirinya diiming-iming bayaran yang fantastic untuk ikut dalam permainan menggulingkan Mathias Werong Enay.

Kini, semua upaya mendongkel Mathias Werong Enay dipastikan kandas. DPD Gerindra NTT sudah mengambil sikap untuk mempertahankan posisi Mathias Werong Enay, baik sebagai Ketua DPC Gerindra Flotim maupun sebagai Wakil Ketua DPRD Flotim.

Tak cuma itu, pengurus teras Gerindra NTT pun melakukan koordinasi dengan DPP Gerindra untuk mengambil langkah, baik politik maupun hukum terhadap oknum-oknum yang disebut terlibat dalam merusak citra partai mereka.

Ya, “Kepada saya disampaikan secara kronologis bahwa ada sejumlah oknum dari Flotim –mengaku wartawan dan pengurus DPC Gerindra Flotim– sudah bertemu dengan DPD Gerindra NTT sebelum berita ini diturunkan. Dijelaskan, sebelumnya, mereka –oknum DPC Gerindra Flotim dan wartawan– datang ke Kupang untuk meminta DPD Gerindra NTT agar melakukan proses pemberhentian terhadap saya sebagai Ketua DPC Gerinda serta jabatan-jabatan lain yang melekat pada saya pada lembaga DPRD,” tandas Mathias Werong Enay, dalam siaran persnya.

Bahkan, menurut dia, beberapa waktu sebelumnya, ada oknum tertentu yang bertemu dan dengan terbuka memohon kepada DPD Gerindra NTT agar bisa menjadi Ketua DPC GERINDRA menggantikan dirinya.

“Saya sudah melaporkan dan menjelaskan semua persoalan pemberitaan terhadap saya kepada DPD Gerindra NTT dan DPP Partai Gerindra. Kepada saya selaku Ketua DPC Gerindra Flotim, anggota DPRD sekaligus Wakil Ketua DPRD Flotim, DPD Gerindra NTT dan DPP Gerindra berpesan yang sederhana: Kembali dan kerja dengan tenang”, papar Mathias Werong Enay.

Lebih lanjur, Mathias Werong Enay membantah semua informasi yang menyebutkan dirinya telah menghamili seorang janda.

Pun, dia mempertanyakan soal informasi yang menyebutkan ibu hamil yang hendak mengacau di gedung Dewan saat pelantikan pimpinan Dewan Flotim.

“Ini memang sungguh menyakitkan karena unsur fitnah yang sangat keji, pembunuhan karakter saya secara pribadi, merusak nama baik saya serta nama baik keluarga besar, mencoreng muka konstituen saya serta merusakan nama besar Partai Gerindra dimana saya sendiri sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang di Kabupaten Flores Timur,” ucap Mathias Werong Enay, perih.

Sementara tentang video pengakuan seorang perempuan yang menyebutkan secara jelas namanya, Mathias Werong Enay menegaskan bahwa apa yang disampaikan itu tidak benar dan jauh dari kenyataan.

“Video ini adalah hasil rekayasa oleh orang-orang tertentu untuk menyerang saya secara pribadi dan berupaya melakukan pembusukan nama Partai GERINDRA. Saya sudah coba telusuri bahwa video ini dibuat di rumah salah satu anggota Partai GERINDRA. Untuk itu, video yang lebih bersifat monologis ini muncul atas kepentingan pihak tertentu dimana lebih dominan dalam upaya pengkondisian untuk menjatuhkan saya dengan mengabaikan aspek kebenaran dari pemberitaan tersebut. Artinya, perempuan yang secara monologis menyampaikan pengakuan tersebut telah digiring dan diperalat oleh pihak tertentu untuk mencapai kepentingan mereka,” tegasnya.

Mathias Werong Enay menegaskan bahwa dalam keyakinan iman Katolik dan sebagai anak Lewotanah dirinya sangat yakin dan percaya bahwa kebenaran akan bicara.

“Saya pun berusaha terus menelusuri para pihak yang terlibat, motif yang melatari, serta target di balik kasus yang dipublikasikan ini. Akhirnya, terungkap langsung dari sumber pertama. Tentang latar belakang, tempat dilakukan, berapa kali dibuat, para pihak yang terlibat, motif dan target yang ingin mereka raih serta janji setelah target mereka tercapai. Sumber ini pun harus meminta maaf beberapa kali atas atas kelalaian dan ketidakberdayaannya mengikuti bujukan pihak lain yang telah berdampak sangat negatif: mempermalukan saya dan keluarga besar serta Partai Gerindra,” tandasnya.

Dan, atas persetujuan perempuan yang diketahui bernama Maria Rosse Fridian, semua pengakuannya dibuat dalam bentuk dan format yang dapat dijadikan pegangan baik secara politik maupun hukum.

“Dan, bilamana diperlukan atas tuntutan hukum dan/atau proses politik, dapat dijadikan dokumen pendukung sebagai barang bukti,” papar Mathias Werong Enay.

Dia menyadari sungguh bahwa pemberitaan terhadap dirinya sudah cukup meluas dan diketahui publik.

“Karena itu, boleh jadi, atas pertimbangan tertentu lembaga DPRD akan menempuh mekanisme lewat Dewan Kehormatan DPRD seperti yang telah ditetapkan untuk memperoleh kejelasan dan klarifikasi. Sebagai anggota DPRD, saya menyadari posisi itu dan siap memberi klarifikasi dan penjelasan bilamana diperlukan,” tegasnya.

Mathias Werong Enay juga mengucapkan limpah terima kasih kepada publik masyarakat Flores Timur yang mengikuti pemberitaan ini dengan sikap cukup dewasa dalam menilai terlepas dari sejumlah kritik dan saran yang berkembang dalam presepsi dan interpretasinya.

“Saya menerima dengan baik semua itu sebagai masukan yang berarti bagi tugas dan tanggungjawab saya sebagai wakil rakyat,” ujarnya.

“Kepada keluarga, keluarga besar, semua sahabat, terkhusus konstituen saya di Solor, saya dari hati yang ikhlas menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas pengertian dan kesabarannya dalam menyikapi kasus pemberitaan terhadap saya ini. Penjelasan dan klarifikasi dirilis ini menjadi bagian dari ketulusan dan rasa tanggungjawab saya atas pemberitaan terhadap diri saya,” ungkapnya.

Kepada jajaran pengurus Partai Gerindra Flores Timur di semua jenjang kepengurusan, “Secara pribadi dan dalam kapasitas sebagai Ketua DPC Gerindra Flotim, sesuai arahan pimpinan DPD dan DPP Partai Gerindra kepada saya, diharapkan agar semua tetap tenang, menjunjung tinggi konstitusi partai dan menjalankan fungsi, tugas serta tanggungjawab sebagaimana yang telah ditetapkan. Proses politik yang panjang dan melelahkan baru selesai dilaksanakan dan sekarang waktunya bekerja untuk rakyat. Semua dinamika –keinginan serta kepentingan– dari para kader partai harus sesuai mekanisme partai,” pungkas Matias Werong Enay. (an/fre)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.