Published On: Fri, Dec 29th, 2017

Istri Terbakar dan Meninggal Setelah Mimpi Lihat Saudara Jalan Telanjang

Share This

Flori mengalami luka bakar di lengan kiri di antara puing – puing dapur rumahnya di Dusun Natar Gete, Desa Koting A, Kecamatan Koting, Kabupaten Sikka, Kamis (28/12/17). (Foto: koran Pos Kupang).

sergap.id, MAUMERE – Rabu (20/12/17) malam jam 8, Yohanes Jon Florianus (57) alias Flori bermimpi melihat saudaranya berjalan telanjang badan.

Selang dua malam berikutnya atau pada Jumat (22/12/17) malam, ia kembali bermimpi didatangi seorang perempuan berambut panjang awut-awutan sambil makan gigi dan memarahinya.

Rupanya dua mimpi itu pertanda akan datangnya musibah dalam keluarga Flori, yakni Kamis (28/12/17) dini hari, sekitar pukul 02.15 Wita, rumah dapur miliknya yang terletak di Dusun Natar Gete, Desa Koting A, Kecamatan Koting, Kabupaten Sikka,  hangus terbakar.

Masri (40), istrinya, juga menjadi korban si jago merah dan mengalami luka bakar di sekujur tubuh lalu pada akhirnya meninggal dunia di RSUD dr. T.C.Hillres Maumere.

“Setelah mimpi itu, keesokan hari saya minta saudara saya yang lain mengecek kakak saya. Ternyata dia sakit. Selang dua malam, saya mimpi lagi didatangi wanita. Wajahnya tampak marah sekali, rambutnya panjang tidak disisir. Saya pikir mungkin akan datang musibah,” ujar flori kepada Pos Kupang di Koting,  Kamis (28/12/17).

Seperti dilansir Pos Kupang edisi Jumat (29/12/17), Rabu malam atau sebelum kejadian, Flori memilih tidur di dalam kios yang dibangun di halaman depan rumahnya, berhadapan dengan Kantor Desa Konting A. Jarak kios dengan rumahnya sekitar belasan meter.

Flori mengaku memilih tidur di kios agar bisa minum MOKE, sebab esoknya ia tidak bisa minum moke lagi karena harus kerja gergaji kayu.

Ketika tengah lelap tidur, kata Flori, ia mendengar teriakan adanya kebakaran. Tanpa mengenakan baju, ia bangun dan berlari menuju dapurnya yang terletak di belakang rumah. Ternyata api telah membumbung tinggi melahap dapur yang terbuat dari bambu dan atap seng itu.

Saat itu, almarhuma Masri sudah berada disamping dapur dengan tubuh terbakar. Flori spontan datang menolong  wanita asal Kabupaten Sumbawa Barat Daya (SBD) itu. Tapi ia justru ikut disambar api yang datang dari arah dapur.

“Saya lihat api ini seperti kejar istri saya. Dia sudah lari, tapi api ini sepertinya ikut dari belakang bakar dia,” kisah Flori.

Menurut Flori, istrinya yang sedang menderita sakit stroke sejak lima tahun lalu itu di bawa menuju ke halaman depan rumah. Rambut dan sekujur tubuhnya telah dilahap api. Kondisinya benar-benar menggenaskan.

Sekitar pukul 03.15 Wita, ibu Masri di bawa ke RSUD dr. TC.hiller Mmaumere, namun sekitar pukul 08.00 Wita. Ia meninggal dunia.

Warga yang mengetahui kebakaran dari bunyi gong yang dipukul warga spontan datang ke lokasi memberi pertolongan. Namun kobaran api menghanguskan seluruh dapur berukuran 5 x 2,5 meter itu dan menyasar rumah membakar gorden dan bangunan tersebut.

Usaha warga menyiramkan air ke atap rumah berhasil mematikan api. Sebagian barang berhasil diselamatkan.

Jenasah ibu Masri saat sudah berada di rumahnya di Dusun natar Gete, Desa Koting A, Kecamatan Koting, Kabupaten Sikka, Kamis (28/12/17). (Foto: Koran Pos Kupang)

Firasat Oma Theresia

RAUT wajah Yolan Novita (5,4) tampak cerah ceriah. Tak terbesit rasa sedih kalau sang mama sudah pergi meninggalkanya selamanya. Olan, sapaan perempuan bungsu dari lima bersaudara adalah buah hati pasangan Flori dan Masri.

Ketika peti jenasah ibunya diturunkan dari mobil ambulance, Olan tak terlihat menangis. Dipangkuan tantenya ,dia duduk disamping peti ibunya.

Olan, sejak usia dua bulan sudah di asuh tanta kandungnya yang domisili tak jauh dari rumahnya. Saat itu sang ibu sedang sakit-sakitan ketika mengandung Olan di usia tujuh bulan. Maklum saja kalau Olan kurang merasa dekat dengan ibu kandungnya dibandingkan dengan sang tante yang merawatnya.

Sehari sebelum musibah, Olan datang bermain dengan Fransiskus Romelson, kakak kandungnya, di rumah orangtua mereka. Ia sempat minta izin kepada tantenya untuk menginap di rumah orangtuanya. Tapi tantenya keberatan, karena akan sendiri di rumah.

“Kalau Olan tidur di rumah ini (rumah orangtuanya), tentu Olan juga bisa mati terbakar,” ujar Olan polos kepada tantenya.

Oma Theresia (86), ibu mertua Masri mengaku terjaga pada Kamis  dini hari karena tahu cucunya Fransiskus Romelson hendak pergi buang hajat. Ketika dia jalan sampai di pintu belakang rumah, api telah berkobar besar.

Bersama Fransiskus, keduanya ke halaman depan rumah selamatkan diri. Yang mengherankan adalah Masri yang sudah lari keluar rumah tapi malah balik lagi ke dapur. Saat itulah api membakar tubuhnya.

Bersama cucunya, Oma Theresia menggedor pintu kios membangunkan Flori. Saat itu api telah membumbung  tinggi menjilat atap seng.

Theresia menyesalkan enam lembar sarung miliknya yang terbakar. Kini ia hanya punya sarung dan baju di badan. Demikian juga sedikit barang-barang yang bisa diselamatkan.

“Rumah ini juga habis. Kayu-kayu semua sudah hitam. Anak (mantu) saya juga mati terbakar. Kami tidak punya apa-apa lagi,” kata Oma Theresia memelas.

Polisi Selidiki Sumber Kebakaran

Sejauh ini polisi masih melakukan penyelidikan darimana sumber api yang membakar rumah milik Flori hingga menyebabkan istrinya meninggal.

“Dari ketarangan saksi mata dan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), penyebab kebakaran berawal dari dapur. Namun polisi belum bisa memastikanya, masih dalam penyelidikan,” kata Kaporles Sikka I Made Kusuma Jaya, SH, SIK melalui Kasat Reskim Porles Sikka, AKP Andriz Setiyawan SH, SIK seperti dilansir Pos Kupang edisi Jumat (29/12/17).

Informasi dari warga di TKP menyebutkan, kemungkinan api bersumber dari dalam dapur yang letaknya sekitar dua meter dari rumah induk. Di dalam dapur itu terdapat kompor dan kulkas.

Ketika kebakaran berlangsung warga mendengar bunyi ledakan yang diduga bersumber dari kompor atau kulkas. Di luar dapur ada sebuah sepada motor yang juga ikut terbakar. Sedangkan sebuah sepeda motor lainya hanya terbakar di bagian lampunya dan masih bisa diselamatkan.

Puing-puing kebakaran di atas lantai bangunan dapur langsung dibersihkan warga pada hari Kamis begitu mengetahui bahwa ibu Masri telah meninggal. Seluruh kayu dan perkakas rumah tangga yang terbakar disingkirkan ke sisi rumah, sehingga lantai semen dapur tampak rapih.

“Kami bersihkan tadi pagi (Kamis), karena ibu Masri sudah meninggal. Kami tidak berpikir bahwa polisi akan datang. Polisi sempat marah-marah, kenapa lokasihnya sudah dibersihkan,” ujar beberapa warga.

Oma Theresia menuturkan, Rabu malam ia yang memasak dan menyediakan makan malam. Tugas itu telah dilaksanakannya semenjak menantunya mulai mengalami sakit. Sehabis menanak nasi, ia mengaku selalu tertib mematikan kompor dan merapikan semua perkakas dapur yang digunakanya.

“Selama ini saya yang selalu masak. Tadi malam (Rabu malam), saya sudah siapkan seluruhnya. Kompor saya matikan, kemudian saya tidur di kamar belakang,” papar Oma Theresia. (Cis/Pos Kupang)

Penulis/Penerbit