Published On: Wed, Jun 5th, 2019

Kebersihan Itu Bagian dari Iman, Jangan Buang Sampah di Sembarang Tempat

Share This
Tags

Gubernur NTT, Viktro Laiskodat saat ikut membersihkan sampah di Kota Kupang, ibukota Provinsi NTT.

sergap.id, KUPANG – Selain kemiskinan, persoalan terbesar di NTT adalah soal sampah. Masyarakat di sini belum semuanya tertib sampah.

“Tantangan terbesar adalah persoalan kebersihan. Padahal kebersihan itu adalah bagian dari iman, semua agama ajarkan itu,” ujar Gubernur NTT, Viktor Laiskodat  dalam sambutannya pada acara Buka Puasa Bersama Forkopimda, Unsur Pemda, TNI Polri dan Komponen Masyarakat NTT, yang disatukan dengan Syukuran HUT Ke 62 Kodam IX/Udayana di Lapangan Upacara Korem 161/Wiraskti Kupang, Senin (27/5/19) lalu.

Ia berharap, momentum ramadhan kali ini menjadi titik kebangkitan masyarakat NTT  untuk tidak membuang sampah di sembarang tempat.

“Kalau tidak ada tempat sampah, bawa pulang ke rumah, karena itu bagian dari iman,” tegasnya.

Gubernur yang satu ini benar-benar konsen terhadap masalah sampah. Tak hanya seruan, ia juga turun langsung ke lapangan untuk membersikan sampah, terutama sampah plasitik yang berada di pemukiman warga dan pantai.

Karena itu Viktor mengajak seluruh masyarakat untuk peduli terhadap masalah sampah. Sebab lingkungan yang asri akan menyehatkan pikiran sekaligus mampu membangkitkan semangat kerja.

“Mari membangun NTT yang bersih dan sehat. Kita harus survive. NTT harus bisa. Karena provinsi ini adalah provinsi miskin. Penuh dengan kemiskinan, maka tidak ada pilihan lain,” ucapnya.

Viktor juga menghimbau kepada semua pemangku kepentingan untuk bekerja secara luar biasa. Harus memiliki pikiran dan langkah-langkah yang out of the box. Aturan-aturan yang menghambat kemajuan dan bertentangan dengn akal sehat harus diperjuangkan untuk dicabut.

Viktor mengutip ungkapan Arab: kalau kamu sehat, kamu punya harapan. Kalau kamu punya harapan, maka kamu punya semuanya.

“Inilah yang sedang kita bangun. NTT yang stuntingnya tidak ada. Kita atur anggaran yang fokus ke masyarakat. Kita juga lagi siapkan bangun rumah sakit apung yang lengkap dengan helipadnya dan kapal-kapal kecil untuk jemput pasien. Provinsi ini akan dibangun dengan pride yang luar biasa,” pungkas Viktor.

@adv Gubernur dan Wakil Gubernur NTT

5 Cara Mudah Mengelola Sampah Menyelamatkan Lingkungan

Sadarkah kita bahwa setiap kita rata-rata menghasilkan sampah sebanyak 800 gram setiap hari? Itu artinya dalam setahun kita menyumbang 292 Kg sampah.

Terbayangkan berapa banyaknya sampah yang dihasilkan manusia setiap tahun? Karena itu penting melakukan pengelolaan sampah yang baik, terutama di rumah sendiri.

Tujuannya adalah membuat sampah memiliki nilai ekonomi atau merubahnya menjadi bahan yang tidak membahayakan lingkungan.

Dengan pengelolaan sampah rumah tangga yang benar, kita dapat membantu menekan dampak negatif sampah terhadap lingkungan.

Jangan buang sampah di sembarang tempat, karena itu akan merugikan kita sendiri.

Bagaimana cara pengelolaan sampah yang benar di rumah? Simak di bawah ini!

  1. Pisahkan Sampah Sesuai Dengan Jenisnya

Langkah pertama adalah memisahkan sampah berdasarkan jenisnya. Secara umum kita dapat memisahkan sampah menjadi dua jenis, yaitu sampah organik dan non organik.

Siapkanlah dua tempat sampah untuk dua jenis sampah itu.

Dengan memisahkan sampah organik dan non organik, akan memudahkan kita mengelola sampah organik menjadi pupuk kompos.

  1. Pengelolaan Sampah Organik

Cara pengelolaan sampah organik yang paling mudah adalah dengan membuatnya menjadi pupuk kompos yang dapat kamu gunakan untuk berkebun.

Namun jika kamu tidak suka berkebun atau tidak suka dengan aroma yang ditimbulkan selama pembuatan pupuk kompos, kamu dapat mendonasikan sampah organik ke sahabat yang memiliki hobi berkebun atau penjual tanaman.

Karena mereka pasti dengan senang hati menerimanya untuk dibuat menjadi pupuk kompos.

  1. Pengelolaan Sampah Non Organik

Sebagian sampah non organik dapat didaur ulang, seperti kertas, kardus, botol kaca, botol plastik, kaleng dan lainnya.

Jika kita tidak yakin apakah sebuah kemasan makanan dapat didaur ulang atau tidak, kita dapat memeriksa logo daur ulang pada kemasan makanan tersebut.

Jika terdapat logo daur ulang, maka kemasan makanan tersebut dapat didaur ulang. Bawa sampah-sampah anorganik tersebut ke pusat daur ulang sampah terdekat atau memberikannya kepada pemulung.

  1. Pengelolaan Sampah Berbahaya

Pisahkan sampah-sampah berbahaya untuk dibawa ke pusat daur ulang. Petugas pusat daur ulang pasti tau cara untuk mendaur ulang sampah berbahaya agar tidak merusak lingkungan.

Untuk barang-barang elektronik yang sudah rusak dan menjadi sampah, kamu dapat mengembalikannya ke perusahaan yang memproduksinya. Beberapa perusahaan elektronik menerima barang elektronik bekas untuk mereka daur ulang kembali menjadi produk elektronik baru.

  1. Reduce, Reuse and Recycle!

Budayakan gaya hidup Reduce, Reuse and Recycle atau biasa dikenal dengan 3R, dari diri kamu. Biasakan mengurangi pemakaian plastik atau bahan-bahan lain yang sulit terurai.

Memanfaatkan sisa botol plastik untuk dijadikan pot tanaman. (ar/lc)

Penulis/Penerbit

Silahkan Komentar Sesuai Topik di Atas