Published On: Wed, May 30th, 2018

Kepsek SMK Kobalima Akui Dirinya Salahgunakan Dana Bos Sebesar Rp 310 juta

Share This
Tags

Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Kobalima, Agustinus Manek.

sergap.id, KOBALIMA – Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Kobalima, Agustinus Manek, mengakui dirinya telah menyalahgunakan dana BOS tahun anggaran 2016 sebesar Rp 310 juta.

Kerugian Negara tersebut diketahui setelah inspektorat Kabupaten Malaka melakukan audit terhadap penggunaan dana bos di SMKN 1 Kobalima beberapa waktu lalu.

Dana tersebut digunakan tidak sesuai peruntukannya.

Kepada SERGAP, Primus Manek, mengatakan, pihaknya telah menyurati Bupati Malaka, DPRD Malaka, Kejaksaan Negeri Belu, Mapolres Belu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Kabid Bina SMK, Kepala UPTD wilayah II, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malaka, Kepala Dinas Inspektorat Malaka, dan Camat Kobalima.

“Sebab penggunaan dana BOS itu tidak pernah melalui rapat dewan guru serta komite sekolah, bahkan guru dan komite sekolah tidak mengetahui kapan masuknya dana itu dan sasaran penggunaannya. Anggaran bernilai ratusan juta rupiah yang dicairkan 2016 itu diduga  telah digunakan kepsek untuk membeli mobil baru jenis Hilux,” papar Manek.

Selain itu, kata Manek, di sekolah juga kehilangan barang inventaris sekolah berupa  2 unit komputer merek Lenovo bantuan Pemerintah Pusat (Pempus) tahun anggaran 2012, serta 16 unit Laptop merek Toshiba bantuan APBN tahun 2012 lengkap dengan acesoris speaker aktif,  keyboard eksternal,  mouse,  tas laptop.

“Hingga kini didiamkan pihak sekolah,” ucap Manek.

Agustinus Manek yang ditemui SERGAP pada 17 Mei 2018 lalu, membenarkan kalau dirinya telah menyalahgunakan Dana BOS 2016.

“Akan tetapi pihak inspektorat memberi pembinaan serta membuat surat pernyataan ganti rugi uang negara kepada kami selaku kepala sekolah guna untuk dipertanggung jawabkan. Sebab bukan hanya saya sendiri salah gunakan Dana BOS, tetapi ada 127 sekolah di Malaka ini yang terindikasi salah gunakan dana BOS,” katanya.

Sementara terkait kehilanagan barang inventaris sekolah itu, kata Manek, pihaknya telah melaporkan ke polisi. Akan tetapi hingga kini polisi belum menemukan pelaku pencurian itu. (sel/sel)

Penulis/Penerbit

Silahkan memberi komentar sesuai topik di atas. Terima Kasih!