Published On: Mon, Feb 4th, 2019

Komisi IV DPRD Kota Kupang Kunjungi Dinas Sosial

Share This
Tags

Kunjungan Komisi IV DPRD Kota Kupang ke Dinas Sosial Kota Kupang, Senin (4/2/19).

sergap.id, KUPANG – Dalam rangka mengumpulkan informasi terkait pelaksanaan sidang I DPRD Kota Kupang, Komisi IV melakukan kunjungan kerja ke Dinas Sosial Kota Kupang.

Kunjungan ini di pimpin oleh Wakil Ketua Komisi IV, Theodora Ewalda Taek, bersama dua anggotanya, yakni Mosez Benyamin Mandala dan Abidin Aklis didampingi Jhon Keban, Senin (4/2/19).

Mereka diterima oleh Kapala Bidang Jaminan Sosial, Roberth Rihi Kana, Kepala Bidang Rehabilitas Sosial, Achrudin R. Abubakar dan Kepala Bidang Pemberdayaan, Noldy Lolo Lau di ruang rapat Kepala Dinas.

Theodora, mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari tugas dan fungsi pengawasan DPRD, sekaligus untuk mengetahui kenerja dan penyerapan anggaran di Dinas Sosial.

“Apalagi saat ini cuaca lagi ekstrim, sehingga kami perlu mengetahui kebutuhan anggaran yang disiapkan untuk tanggap darurat jika terjadi bencana,” katanya.

Menurut Theodora, awal tahun 2018 lalu, Kota Kupang sempat dilanda angin puting beliung. Namun warga yang tertimpa bencana tidak mendapat bantuan secara langsung, bahkan setelah perubahan anggaran pun bantuan tidak teralisasi.

“Jangan sampai begitu lagi, sudah terjadi baru ada alasan anggaran tidak ada. Kami berharap dalam penanggulangan bencana ini perlu  kehadiran pemerintah,” ujarnya, berharap.

Sementara itu, Moses, mengaku, dirinya sangat kecewa dengan sikap dan tindakan Pemerintah Kota Kupang yang lamban memberi bantuan terhadap korban angin puting beliung di wilayah Oesapa pada tahun 2017 lalu.

“Hal ini apakah dipengaruhi kurangnya SDM atau tidak mau berpikir untuk orang lain. Angin puting beliung tahun 2017, tapi Desember (2018) kemarin baru dicairkan dananya. Kami kena marah, karena seakan-akan apirasi mereka tidak disampaikan kepada pemerintah,” bebernya.

Karena itu, kata dia, hal seperti ini tidak boleh terjadi lagi. Sebab tanggap darurat  adalah upaya penanganan secara cepat bagi korban bencana.

“Masa tanggap darurat sampai satu tahun baru cair, ini kan aneh,” sergahnya.

@iklan

Hal yang sama disampaikan Abidin dalam pertemuan dengan para Kabid di Dinas Sosial itu.

“Penanganan bencana harus tanggap dan cepat. Sehingga tidak lagi terjadi persoalan. Jangan sudah terjadi bencana tapi bantuan baru direalisasikan setelah masalah korban bencana sudah ditangani,” katanya.

Menanggapi kritik dan saran Komisi IV tersebut, Roberth menjelaskan, dana tanggap darurat tahun 2019 baru pada tahap rencana dicairkan.

“Berkaitan dengan kejadian bencana yang terjadi beberapa waktu lalu, bantuan yang disalurkan ke lokasi bencana merupakan sisa stok tahun 2019. Kalau anggaran dibilang kurang, pastinya kurang,” tegasnya. (adv/adv)

Penulis/Penerbit

Silahkan memberi komentar sesuai topik di atas. Terima Kasih!