Published On: Tue, May 2nd, 2017

Kota Bajawa Kian Sepi, Banyak Pedagang Pindah Ke Mbay

Share This
Topik

Keadaan Kota Bajawa saat ini. Foto diambil Selasa (2/5/17).

sergap.id, BAJAWA – Keadaan Bajawa, ibukota Kabupaten Ngada kian hari kian sepi. Kondisi ini disebut-sebut sebagai dampak dari pemindahan pasar tradisional dari tengah kota Bajawa ke Boubou (sebuah daerah di pinggir Kota Bajawa).

Akibatnya, setiap hari, jalan-jalan utama sepi kendaraan, dan pertokoan yang ada di tengah kota Bajawa sepi pengunjung, seperti yang terlihat pada Kamis (27/4/17) hingga Selasa ((2/5/17) siang.

“Dulu tidak seperti sekarang pak. Ini gara-gara pasar pindah ke Boubou,” ujar Baba, pemilik Toko Mustika Bajawa.

Menurut dia, banyak pedagang pakaian, elektronik dan lain sebagainya memilih hengkang dari Bajawa karena mengalami kerugian. “Banyak pedagang pindah ke Mbay (ibukota Kabupaten Nagekeo). Itu karena di sini makin hari makin sepi pak,” tegas Baba.

Sejumlah pedagang eks Bajawa di Mbay mengatakan, Mbay lebih memberi peluang rejeki ketimbang Bajawa. “Disini lebih ramai pak. Sehari bisa dapat untung untuk makan. Waktu masih di Bajawa, aduh…. Untuk makan saja susah pak. Makanya kami pindah kesini,” papar Rahman, pemilik kios pakaian di Mbay.

Keadaan terminal angkot/angdes di tengah Kota Bajawa.

Apa yang diutarakan Rahman selaras dengan keadaan kota Bajawa dan Mbay sekarang ini. Aktivitas warga dan kendaraan terlihat  lebih ramai di Mbay ketimbang di Bajawa.

Bupati Kabupaten Nagekeo, Elias Djo, mengaku, berdasarkan data yang diperoleh dari Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Nagekeo, menyebutkan, jumlah kendaraan di Mbay jauh lebih banyak dari yang ada di Bajawa saat ini.

“Ini menunjukan bahwa sekarang ini Mbay lebih ramai dari Bajawa,” kata Elias Djo.

Kota Bajawa tampak lengang. Hanya satu dua kendaraan saja yang mondar mandir.

Situasi di salah satu deretan pertokoan di kota Bajawa. (Run/Rif)

Penulis/Penerbit: