Published On: Wed, Jun 6th, 2018

KPUD Nagekeo Diduga Berpihak Ke Salah Satu Paslon Bupati – Wakil Bupati

Share This
Tags

Ketua KPUD Nagekeo, Wigbertus Ceme.

sergap.id, MBAY- Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Nagekeo diduga tidak berlaku independen dalam menyelenggarakan Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) 2018.

Parahnya lagi, Ketua KPUD Nagekeo, Wigbertus Ceme, dinilai sesuka hati merubah jadwal kampanye Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati.

Keputusan perubahan jadwal tersebut diterbitkan KPUD melalui keputusan Nomor: 31/HK.01.1-Kpt/5316/KPU-Kab/VI/2018 tentang Perubahan Keputusan KPUD Nagekeo Nomor: 30/HK.01.1-Kpt/5316/KPU-Kab/V/2018.

Kontan saja perubahan tersebut mendapat protes dari para Paslon, diantaranya paslon Paskalis Ledo Bude – Oskarius Mete (PAKAR), Gaspar Batu Bata – Adrianus Ndait (GARDA) dan Paslon Elias Djo – Vasi Podhi (ElVAS).

“Perubahan jadwal kampanye yang dilakukan secara sepihak oleh KPUD sangat merugikan kami,” ujar juru bicara Paslon PAKAR, Hiparkus Ngange kepada SERGAP, Rabu (6/6/18).

Ngange menjelaskan, pada tanggal 1 Juni 2018, KPUD Nagekeo melalui suratnya bernomor: 181/PL.03.4-Und/5316/KPU-Kab/V/2018 mengundang para Paslon atau Tim penghubung untuk membahas mekanisme pelaksanaan debat terbuka tahap II.

“Tapi agenda rapat yang dilaksanakan pada hari Senin 4 Juni 2018 di Kantor KPUD Nagekeo dan dipimpin langsung oleh Ketua KPUD Nagekeo justru berubah atau tidak sesuai surat undangan. Rapat ini justru dipakai Ketua KPUD untuk menyampaikan keputusan sepihaknya tentang perubahan jadwal kampanye,” kata Ngange.

Menurut dia, jika undangan KPUD itu mengagendakan tentang perubahan jadwal kampanye, maka yang harus hadir adalah Paslon, bukan tim penghubung.

“Tapi ini bunyi undangan lain, pelaksanaannya lain,” sergahnya.

Keberatan terhadap perubahan jadwal kampanye juga disampaikan Elias Djo. Elias berharap KPUD tetap melaksanakan jadwal kampanye sesuai Keputusan KPUD Nagekeo Nomor: 30/HK.01.1-Kpt/5316/KPU-Kab/V/2018.

“Perubahan itu dasarnya apa? Kami merasa dikibuli KPUD. Masa di undangan tulis lain, pelaksanaan rapatnya lain? Kalau dalam undangan tanggal 1 Juni 2018 itu isinya tentang perubahan jadwal kampanye, tentu saya dan pak Vasi tidak mungkin utus tim penghubung untuk hadiri rapat. Tapi karena agendanya untuk membahas tentang persiapan debat tahap II, maka tim penghubung yang kami kirim,” ucap Elias.

Vasi Podhi pun mengatakan hal yang sama. “Ini adalah trik KPUD karena ada Paslon yang sudah dijagokan oleh KPUD. Saya tau itu. Saya ini sudah bertarung tiga kali, jadi semua permainan di KPUD Nagekeo saya tau,” kata Vasi.

“Saudara Ketua (KPUD) harusnya tahu, mengeluarkan keputusan itu harus berdasarkan Pleno resmi oleh lima orang komisioner. Ini kasi keluar keputusan tanpa dihadiri oleh empat komisioner lainnya, ada apa ini? Keputusan KPUD Nomor 30 itu sudah final, kenapa harus di rubah lagi? Bagi saya KPUD telah mengambil sebuah keputusan yang keliru. Ini sangat merugikan kami,” tegasnya.

Kekecewaan Vasi diamini Heri, tim penghubung paket GARDA. “Keputusan KPUD ini jelas merugikan kami,” ujarnya.

Ketua KPUD Nagekeo, Wigbertus Ceme, membantah pihaknya telah berpihak kepada salah satu Paslon seperti isue yang beredar di tengah masyarakat selama ini.

“Itu tidak benar, saya menjalankan tugas sesuai aturan dan regulasi yang ada,” kata Ceme kepada SERGAP, Rabu (6/6/18).

Terkait perubahan jadwal kampanye, kata Ceme, pihaknya telah melaksanakan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku.

Tim penghubung Paslon saat mendatangi KPUD Nagekeo, Selasa (5/6/18).

Para tim penghubung Paslon pada Selasa (5/6/18) kemarin sempat mendatangi KPUD Nagekeo untuk meminta klarifikasi KPUD. Namun hingga kini KPUD belum memberikan kejelasan apakah tetap memakai keputusan pertama atau keputusan kedua tentang jadwal kampanye. (sg/sg)

Penulis/Penerbit

Silahkan memberi komentar sesuai topik di atas. Terima Kasih!