Published On: Fri, Oct 19th, 2018

Kronologi Pelemparan Terhadap Anggota Yonif 744 di tempat Pesta

Share This
Tags

Pratu Alpius Haru Mbaha, anggota 744 Kipan E menderita luka di kepala akibat dipukul pakai kursi oleh orang tak dikenal.

sergap.id, WELIMAN – Pratu Guntur Madi Sukarno, anggota Yonif RK  744/SYB Kipan E, mengalami rahang patah dan 7 buah giginya lepas akibat terkena batu yang dilempar oleh sekelompok orang saat menghadiri pesta nikah di Desa Angkaes, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka pada Kamis (11/10/18) lalu.

Basi Intel 744, Serka Lalu Hamzanwadi, kepada SERGAP via WhatsApp, Jumat (19/10/18) siang, menjelaskan, Kamis malam pukul 22.00 Wita, 12 orang anggota 744, termasuk Pratu Guntur,  mendatangi tempat pesta menggunakan enam unit sepeda motor.

Kedatangan mereka disambut oleh Praka Marselus Naimeta Bria, Anggota Kipan E yang juga adik sepupu dari tuan pesta.

12 anggota itu kemudian dipersilahkan menempati tempat duduk yang telah disiapkan oleh tuan pesta, dan kegiatan pesta berjalan aman, lancar dan meriah hingga dengan acara menari tebe dan dansa.

Karena sudah larut malam, maka pada pukul 02.00 Wita, 12 anggota pamit kepada Praka Marselus untuk kembali ke asrama Kipan E.

Praka Marselus lantas mengajak mereka menuju pelaminan untuk berpamitan dan bersalaman dengan pengantin dan orang tua pengantin.

Namun saat saat bersamaan di luar panggung pesta terjadi keributan ketika Yohanes Guldensio Putra Bere alias Jhoni Bire bersama seorang temannya bernama Rius Manek asal Desa Wemasa akan pulang ke rumah mereka.

Sekelompok orang terlihat mengikuti mereka dari belakang dan ingin melakukan pengeroyokan terhadap mereka berdua.

Karena situasi ini, Jhoni dan Rius berusaha menyelamatkan diri dangan cara berlari, tetapi sekelompok orang tersebut terus melakukan pengejaran sambil melempar dengan batu.

Jhoni berlari ke  rumah warga yang tidak diketahui namanya untuk meminta perlindungan. Dalam pelariannya itu ia ditikam dari belakang oleh orang yang mengejarnya (bukan oleh anggota TNI).

Setelah Jhoni ditikam, keributan masih tetap terjadi yang dilakukan oleh sekelompokorang. Karena itu Anggota Kipan E berusaha melerai.  Tetapi Anggota Kipan E atas nama Alpius Haru Mbaha justru dipukul dari belakang oleh orang yang tidak dikenal menggunakan kursi dan mengakibatkan luka robek di bagian kepala dan luka gores pada dahi.

Akibat pemukulan ini para tamu undangan ketakutan dan sebagiannya berlari menyelamatkan diri ke rumah tuan pesta.

Di saat yang sama sekelompok orang melakukan pelemparan batu hingga mengenai Partu Guntur yang saat ini masih dirawat di RSPP Betun.

Menurut Serka Lalu Hamzanwadi, saat melihat Partu Guntur terkena lemparan dan pingsan disertai darah yang terus mengalir, Praka Marselus dan anggota Kipan E lainnya membawa Pratu Guntur ke dalam rumah tuan pesta.

Sementara pelemparan batu terus berlangsung hingga rumah tuan pesta mengalami kerusakan, serta kerusakan pada kursi 40 buah, alat-alat dapur.

Para pelaku juga merusak 2 unit sepeda motor milik anggota Kipan E dan 1 unit mobil Pick Up milik masyarakat.

Setelah pelemparan batu berhenti, salah satu pelaku, yakni Maksimianus Wilfan Toni Nahak (28) berusaha mendobrak pintu rumah tuan pesta. Akan tetapi perbuatannya dihadang oleh Praka Marselus yang memintanya untuk tidak berbuat keributan.

“Jangan merusak rumah ini, karena rumah ini milik keluarga saya,” ujar Serka Lalu Hamzanwadi meniru ucapan Praka Marselus.

Setelah mendengar nasehat Praka Marselus,  Maksimianus langsung keluar menuju jalan raya. Tapi tidak lama kemudian Maksimianus datang lagi dan duduk di atas salon sound system sambil berkata “Abang kalau berani keluar,”.

Mendengar itu Praka Marselus kembali menghampiri Maksimianus dan berusaha menariknya untuk keluar dari halaman rumah tuan pesta.

Bersamaan dengan itu datang seorang pemuda yang memakai baju singlet hitam dan celana jeans yang belakangan diketahui bernama Yuventus Besa (29). Dia berusaha masuk ke dalam rumah, tetapi Praka Marselus menghalanginya.

Kepada Praka Marselus, Yoventus berkata, “Kakak kasih keluar aja itu tentara, biar kita baku pukul satu lawan satu”.

Namun Praka Marselus tidak meladeni tantangannya dan mengajaknya keluar hingga ke jalan raya.

Setiba di jalan raya, Praka Marselus melihat ada sekitar 60 orang pemuda sedang berkumpul dan melontarkan kata- kata kasar kepada anggota Kipan E .

Praka Marselus sempat menasehati mereka, “jangan berkata yang tidak-tidak, itu tidak boleh”. Namun salah satu pemuda menjawab. “biar saja, memangnya kenapa?”.

Setelah itu, Praka Marselus kembali ke rumah dan duduk di teras untuk mengamankan situasi sekitar rumah.

Sementara di luar, sekelompok pemuda tetap melakukan pengepungan terhadap rumah yang menjadi tempat berlindung anggota Kipan E dan para undangan lain.

Merasa terpojok, salah satu anggota Kipan E yang berada didalam rumah meminta bantuan kepada rekannya di Kipan E melalui telephone.

Pratu Guntur Madi Sukarno, anggota Yonif RK  744/SYB Kipan E saat dilarikan ke RSPP Betun.

Akhirnya pukul 05.00 Wita, anggota Kipan berjumlah  7 orang (3 provost dan 4 anggota) tiba di TKP untuk mengamankan situasi.

Ketika tiba di TKP sudah ada 2 anggota Polsek Weliman. Sebelumnya anggota Polsek itu tidak dihiraukan oleh para pemuda. Tapi ketika mereka melihat kedatangan 7 anggota Kipan E, para pemuda itu spontan melarikan diri. Tak lama kemudian Danramil 1605-04/Betun Mayor Inf Tasdiq Prawoto  beserta Babinsa Koptu Tony Lay tiba di TKP.

Karena kondisinya sudah aman, barulah 12 anggota Kipan E dan para undangan lain keluar dari rumah tuan pesta.

Terhadap kejadian ini, Komandan Yonif Raider khusus 744 Satya Yudha Bhakti Letkol Inf Bima Santosa memerintahkan perwira seksi 1 intelijen Lettu Inf Paulus Kendang bersama  Dankipan E Lettu Inf Cecep, untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian (Kapolsek Malaka Tengah) untuk menindaklanjuti secara mendalam.

Saat ini Kapolsek Malaka sudah menangkap lima pelaku utama dan telah dilimpahkan ke Polres Belu guna dimintakan keterangan lebih lanjut .

BACA JUGA: Oknum TNI Baku Pukul Dengan Warga di Tempat Pesta, Satu Kena Tikam

Hasil pemeriksaan Polres Belu, pelaku atas nama Maksimianus Wilfan Toni Nahak mengakui perbuatannya dan meminta maaf kepada TNI AD, khususnya kepada anggota Yonif RK  744 Satya Yudha Bhakti.

Maksimianus dan pihak keluarga bersedia bertanggung jawab atas semua perbuatannya. (Basi Intel 744/Sel)

Penulis/Penerbit

Silahkan memberi komentar sesuai topik di atas. Terima Kasih!