Published On: Mon, Dec 25th, 2017

Makna Cinta Kehidupan: Hamba Tuhan, Pedoman dan Waktu

Share This
Tags

Setiap insan mendambakan cinta sepanjang usia karena cinta bagaikan air dan api kehidupan.

KEHIDUPAN sejatinya tak pernah terulang, karena tabiat dan maknanya ada di garis evolusi. Essensi kehidupan adalah dari-Nya, untuk-Nya dan kepada-Nya, tenggelamlah di samudra cahayaNya agar istana firdaus dapat bersemayam di hati kehidupan.

Kehidupan tak lebih bagai kecapi dengan dawai asmara penuh birahi, warnailah syair demi syair lagu kehidupanmu dengan gairah nalar dan kelembutan qalbu serta kecintaan bertafakkur padaNya.

Kehidupan disudut manapun adalah permainan, keindahan semu dan kenikmatan sesaat, hanya cinta pada Kekasih penyebab makna dua dunia pantas tuk dimiliki dengan penuh arti.

Terbangkan diri bagai pengembaraan angin pencari cintaNya, biarkan darah mengalir di setiap karya lahir-batin asal berada dalam genggamanNya tuk bertemu wajahNya, biarkan hati gundah gulana asal mampu menyulam cintaNya di segala arah.

Renungkanlah, kesementaraan kehidupan ini kunci keabadian hidup, permainan kehidupan ini penentu kesejatihan hidup, relatifitas kenikmatan kehidupan ini tuk meraih keabsolutan nikmat.

Jangan sedetikpun kau sia-siakan kehadiran makna kesementaraan kehidupan tanpa renungan dan karya suci.

HAMBA TUHAN – Tidak setiap hamba adalah hamba Tuhan, hamba Tuhan selalu terjaga sepanjang usia meraih cahaya Kekasih. Hamba Tuhan adalah pencinta yang mengejawantah taqdir, karena kesetiaan menjelmakan puing reruntuhan batu andesit menjadi istana emas.

Setiap hamba Tuhan setia menyimpan rahasia asmaul khusna di hati-pikiran terdalam untuk memaknai sejuta ciptaan. Hamba Tuhan berjuang mewarnai tubuh dengan tinta rohani untuk melukis beragam pola walau bermandikan darah.

Setiap hamba Tuhan senantiasa bergairah dalam keridhaan menatap  ujian hidup, walau indra menikmati kegagalan. Hamba Tuhan bermahkotakan hamba, sabar dalam kegundahan, keterbatasan, kenisbian dan perjuangan memaknai waktu demi waktu.

Menjadi hamba Tuhan sejatinya melampaui sebagai hamba, karena pemahaman wujud segera tiada dan wujud sebagai bagian dari unsur abadi. Sejatinya tak seorangpun tahu siapa dan dimana hamba Tuhan, karena rahasia maknanya ada di genggaman Kekasih.

Ingatlah! Persangkaan-Ku tergadaikan persangkaanmu, jauh-Ku karena kehendakmu jauh, ketetapanKu karena keinginan dan lakumu yang memaksa.

PEDOMAN HIDUP – Setiap insan sepanjang garis sejarah berada dalam pilihan titian warna pilihan pedoman hidup yang menyelimuti pencinta. Hakikat pedoman hidup bagi sang fitrah yang sanggup menyusup memberikan sinar cahaya matahari abadi di lubuk hati pikiran terdalam hanyalah Alkitab.

Alkitab bagai  istana yang memiliki sejuta pintu kebahagiaan bagi setiap insan untuk memasukinya tanpa batas waktu dan batas-batas diferensiasi-stratifikasi pencinta. Alkitab merindukan setiap insan yang hadir untuk tenggelam disamudra hikmahnya tanpa busana penipuan diri pencinta.

Alkitab bagaikan kurir yang sanggup menyajikan senyum cinta abadi dengan beragam metode yang disukai pencinta, diapun bersumpah akan setia membela pencinta di hadapan Pencinta jika dia dijadikan sumber mata air pencari kebajikan diri.

Alkitab  bagaikan samudra hidup, luas, dalam dan tak bertepi, dia pemberi roh dari Pencita untuk pencinta dalam mengekspresikan sejuta  potensi dan kreativitas diri Alkitab akan menjadi senjata pamungkas, mata air kehidupan, lentera suci, mercusuar-mahkota kemuliaan, apabila pencinta meyakini dan ikhlas di garis  cintanya.

Ingatlah! Kami turunkan dia tahap demi tahap karena garis hidupmu evolusionis, semuanya agar menjadi obat penawar gejolak hati dan pikiranmu dalam meraih Kasih-Ku, tapi dia tak berarti bagi  pencinta durjana.

WAKTU DAN CINTA – Setiap insan mendambakan cinta sepanjang usia karena cinta bagaikan air dan api kehidupan. Meskipun dalam keletihan menggenggam hakikat mahkota cinta yang tersaji bagai bara api, pencinta tetap merindukan aliran cahaya energi waktu tuk bercinta.

Cinta kan senantiasa dalam kehampaan bila tanpa waktu, waktupun kan menjelma dalam kerugian tanpa cinta. Demi sebuah kemuliaan,  pencinta harus tetap terjaga setiap detik demi detik dalam bingkai mahligai akad waktu dan cinta suci dengan-Nya.

Cinta suci tak kan pernah melukai hati setiap wujud yang dicipta di sepanjang jejak ruang dan waktu. Hakikat cinta tak kan pernah ternikmati tanpa waktu, waktu pasti  kan membenci, membunuh bila tanpa cinta.

Sejatinya setiap pencinta berjuang membangun makna diri di atas mahkota waktu dan cinta, walau hanya setetes makna kebahagiaan yang tergenggam Renungkan! Bila waktu berlalu tanpa cinta-Nya, pastilah wajahkan menjelma dalam kekecewaan dan kehinaan abadi. (Cheldy Bereck)

Penulis/Penerbit

Silahkan memberi komentar sesuai topik di atas. Terima Kasih!