Published On: Sun, Sep 10th, 2017

Marianus Sae: Saya Siap Jadi Gubernur, Bukan Wakil Gubernur

Share This
Tags

Marianus Sae saat foto bersama masyarakat Flores dan Timor di jalan Bajawa, Oepoi Kupang, Minggu (10/9/17) malam.

sergap.id, KUPANG – Bupati Kabupaten Ngada, Marianus Sae, menegaskan, dirinya siap menjadi Calon Gubernur NTT 2018 dan memastikan akan membawa perubahan bagi rakyat NTT.

“Saya siap jadi gubenur, bukan wakil gubernur. Kalau wakil, biar saja… saya bangun NTT dari Ngada (tetap menjadi Buparti Ngada) saja,” ujar Marianus saat tatap muka dengan warga Flores dan Timor di jalan Bajawa, Oepoi Kupang, Minggu (10/9/17) malam.

Soal kendaraan politik agar bisa bertarung di Pilgub 2018, Marianus menjelaskan, dirinya telah mendaftar sebagai Bakal Calon Gubernur NTT periode 2018 – 2023 di PKB, Hanura, dan PKPI.

“Saya malah orang pertama yang mengambil formulir pendaftaran di PKB. Hanya saja… saat akan mengembalikan formulir, saya harus berangkat ke Korea Selatan. Saya baru kembali. Karena itu, besok (Senin 11 September 2017) saya antar (masukan) itu formulir ke PKB,” papar Marianus.

Marianus juga berjanji, jika Tuhan berkenan dan rakyat NTT merestui, dirinya siap membawa perubahan bagi NTT.

“NTT ini punya segala-galanya. Dan, semua orang tahu bagaimana mengurus NTT. Sekarang ini tinggal soal kebijakan pemimpin saja bagaimana mengamankan kepentingan rakyat. Masalah utama di NTT ini hanya ada 4, yakni infrastuktur, ekonomi, kesehatan dan pendidikan. Kalau kita fokus, rakyat pasti senang, rakyat pasti mandiri,” ucapnya.

Jadi Idola Netizen

Munculnya Marianus Sae di panggung Pilgub NTT seolah mengobati kerinduan para Netizen NTT. Itu karena Marianus sangat diharapkan siap menjadi Calon Gubernur. Alasannya karena selama dua periode memimpin Ngada, Marianus mampu merubah wajah pembangunan Ngada dari yang terisolasi menjadi daerah yang bebas dari kertertinggalan.

Para pengguna facebook sangat mengidolakan Marianus. Itu bisa terlihat dari status atau komentar mereka yang terus memberi suport kepada Marianus untuk berani maju menjadi Calon Gubernur NTT.

“Marianus punya prestasi. Dia jadi idola kaum pinggiran. Itu bisa kita lihat di facebook. Dia layak kita dorong untuk jadi gubernur. Kesiapan Marianus ini menjadi lecutan psikis sosial yang mendapat respon positif,” ujar pengamat kebijakan publik asal Undana Kupang, Dr. Sipri Radho.

Menurut dia, munculnya Marianus membuat Partai Politik harus kalkulasi ulang untuk menang di Pilgub 2018.

“Semua partai, termasuk PDIP harus kocok ulang. Tidak bagus calonkan wakil. Mending tarik ini suplemen (Marianus Sae) baru untuk memperkuat partai kedepan. Rupanya jaman ini Tuhan menginginkan orang-orang kecil yang memimpin negeri ini. Lihat Indonesia di pimpin oleh pak Jokowi. Dia hanya seorang pengusaha mebel. Begitu juga Marianus, dia berasal dari keluarga kurang mampu. Tapi coba lihat apa yang telah mereka perbuat, luar biasa hasilnya. Ya… kerja baik pasti selalu berkenan di mata Tuhan,” kata Sipri.

Marianus Sae saat memberikan keterangan pers soal kesiapan dirinya maju sebagai Calon Gubernur NTT periode 2018 – 2023, Minggu (10/9/17) malam.

Informasi yang dihimpun SERGAP.ID menyebutkan, sejauh ini partai politik masih terus membangun komunikasi untuk bisa berkoalisi merebut kursi 1 dan 2 NTT di tahun 2018.

Partai Golkar yang memiliki 11 kursi dan Nasdem 8 kursi di DPRD NTT disebut-sebut sedang membangun deal untuk berkoalisi mengusung paket Jecky Uli – Melki Laka Lena sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur.

Sementara partai Gerindra yang memiliki 8 kursi dan PAN 5 kursi di DPRD NTT akan mengusung pasangan Esthon Foenay – Chris Rotok.

Yang tersisa atau belum memiliki paket adalah PDIP 10 kursi, Partai Demokrat 8 kursi, Hanura 5 kursi, PKB 5 kursi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 2 kursi, dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) 3 kursi. (Cis)

Penulis/Penerbit