Published On: Mon, Feb 5th, 2018

Marianus Sae Siap Melanjutkan Program Anggur Merah

Share This
Tags

Salah satu keberhasilan program PERAK di Kabupaten Ngada. Tampak Abdul Wahab, warga Desa Sambinasi, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada sedang menunjuk kambingnya yang berasal dari program PERAK.

sergap.id, KUPANG – Calon Gubernur Marianus Sae, mengatakan, program Perak dan program Anggur Merah memiliki tujuan yang sama, yakni mensejahterakan rakyat.

“Perak dan Anggur Merah itu beda di nama saja, tapi tujuannya sama. Jika terpilih jadi gubernur dan wakil gubernur, kita akan lanjutkan program anggur merah itu,” tegas Marianus Sae.

Anggur Merah (Anggaran untuk Rakyat Menuju Sejahtera) merupakan program Pemerintah Provinsi NTT di bawah kendali Gubernur Frans Lebu Raya yang memiliki spirit memberikan porsi anggaran pembangunan yang lebih besar kepada masyarakat guna meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Sementara program Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (Perak) adalah program strategis Bupati Ngada Marianus Sae dalam upaya mengentaskan kemiskinan masyarakat Ngada hingga mampu keluar dari status daerah tertinggal yang ditetapkan oleh Presiden Jokowi melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 131 tahun 2015 tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2015–2019.

Salah satu program wujud nyata Perak adalah memberikan bantuan bibit ternak sapi, kambing dan babi kepada keluarga miskin.

Bagi penerima Perak yang ulet dan gigih, program ini sukses mengantar keluarganya keluar dari kategori miskin, seperti yang dialami Moses Nampar di Desa Rawangkalo, Abdul Wahab di Desa Sambinasi, dan Ety Kermay di Desa Lengkosambi, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada.

Keluarga ini sangat mengapresiasi kinerja Bupati Marianus yang sangat peduli terhadap kesejahteraan masyarakat kecil.

Moses mengisahkan bahwa anak sapi yang diterimanya telah tiga kali beranak dan sudah dijual untuk membantu menamatkan pendidikan dua putranya dari bangku SLTA dan membuayai putrinya kuliah di Makasar.

Abdul juga mengungkapkan bahwa bibit kambing yang diterimanya sudah berkembang menjadi 17 ekor yang mana empat ekornya telah dijual untuk membantu menyelesaian sekolah tinggi kebidanan putrinya.

Begitu pun Ety memberi keaksian bahwa kambing miliknya saat ini sudah berjumlah 28 ekor dan belasan ekor lainnya sudah dijual untuk membangun rumah tinggal yang layak huni.

Jalan menuju Kampung Ngusu Mana di Kecamatan Bajawa Utara, Kabupaten Ngada.

Kampung Maju

Selain Perak, Bupati Ngada Marianus juga sangat konsen dengan masalah infrastruktur, yakni jalan jembatan, listrik dan air bersih di desa-desa. Hasilnya luar biasa. Semua daerah yang selama ini terisolasi telah mudah didatangi oleh siapa saja, karena akses jalan menuju kesana telah dibuka, diperlebar dan di hotmix.

Misalnya yang terlihat di Ngusu Mana, sebuah kampung kecil di wilayah Desa Uluwae, Kecamatan Bajawa Utara yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Manggarai Timur.

Dulu, seluruh warga di kampung itu terbelit miskin. Namun berkat perhatian Marianus Sae, wajah kampung itu telah berubah drastis. Infrastruktur jalannya telah di hotmiks, jaringan listrik dan air telah sampai ke rumah-rumah warga.

Bahkan irigasi di kampung itu telah dibuat baik untuk optimalisasi lahan tidur. Begitupun fasilitas pendidikan dan kesehatannya telah memadai.

Marianus berkeyakinan,  jika kampung maju, maka desa pun maju, selanjutnya jika kecamatan maju maka kabupatun pasti maju, begitupun provinsi dan negara ini pasti maju. (ADVETORIAL)

Penulis/Penerbit

Silahkan memberi komentar sesuai topik di atas. Terima Kasih!