Published On: Thu, Aug 31st, 2017

Medah Serahkan Surat Pengunduran Diri, DPD Tunggu Petunjuk DPP

Share This
Topik

Sekretaris DPD I Partai Golkar NTT, Thomas Tiba Owa, S.Ag.

sergap.id, KUPANG – Kamis (31/8/17) sore, Drs. Ibrahim Agustinus Medah, menyerahkan surat pengunduran dirinya dari jabatan Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi NTT.

Peyerahan tersebut dilakukan oleh Lorens Leba Tukan, staf akhlinya Medah, di Kantor DPD I Partai Golkar NTT, dan diterima langsung oleh Sekretaris DPD I Partai Golkar NTT, Thomas Tiba Owa, S.Ag.

Medah diketahui mundur dari Partai Golkar sejak 23 Agustus 2017 setelah dirinya merasa dizolimi oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar terkait Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) NTT tahun 2018.

Awalnya, Medah dijanjikan akan dicalonkan sebagai Calon Gubernur NTT periode 2018-2023, namun belakangan namanya justru dicoret, dan DPP menetapkan Melki Laka Lena sebagai Calon Gubernur plus Calon Wakil Gubernur.

Menurut Medah, penetapan Melki itu tidak sesuai dengan aturan tentang penetapan Calon Kepala Daerah di Partai Golkar. “Kebijakan DPP bertentangan dengan aturan organisasi,” kata Medah.

Melki digadang-gadang akan berpasangan dengan Ketua Partai Nasdem NTT, Jacky Uly. Sementara Medah telah hengkang ke Partai Hanura dan disebut-sebut akan dicalonkan Hanura sebagai Calon Gubernur.

Toti saat menerima surat pengunduran diri Medah pada Kamis (31/8/`7) sore.

Siapa yang mengganti Medah di Partai Golkar? Thomas Tiba Owa, mengatakan, hingga saat ini, pihaknya masih menunggu siapa yang akan ditunjuk DPP sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD I Partai Golkar NTT.

“Penetapan Plt itu dari DPP. Ya kami tunggu saja. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada petunjuk dari DPP,” ujar politisi yang akrab disapa Toti itu, Kamis (31/8/17).

Apakah Golkar akan berkoalisi dengan Nasdem di Pilgub NTT 2018? “Sampai sekarang kami belum dapat petunjuk dari DPP. Jika sudah ada keputusan DPP tentang koalisi, maka kami siap deklarasi,” tegas Toti.

Apakah mundurnya Medah dari Partai Golkar akan mempengaruhi kekuatan pemilih Partai Golkar di NTT?

“Oh…. Tidak. Sebab Partai Golkar sudah punya kader handal dan berpengaruh di semua lini di wilayah ini. Golkar tetap kuat,” kata Toti.

Ditanya apakah dirinya siap menjadi Calon Ketua DPD I Partai Golkar menganti Medah, Toti mengaku, sangat siap. “Kalau Tuhan berhendak, dan DPD II Kabupaten/Kota merestui, lalu saya ditanya siap atau tidak, ya saya siap,” imbuhnya. (MS)

Penulis/Penerbit: