Published On: Sat, May 27th, 2017

Melki Laka Lena Nomor 1, Ray Fernandes Nomor Buntut, Koq Bisa?

Share This
Topik

Melki Laka Lena (berselendang). (Foto: FB/Melki Laka Lena)

sergap.id, KUPANG – Apakah hasil survei ini pertanda bahwa masyarakat NTT lebih ingin memiliki Gubernur yang masih berumur muda dan cepat tanggap terhadap masalah rakyat? Entalah..!

Yang pasti, sebuah survei yang dilakukan harian pagi Timor Express dan dirilis pada Rabu, 24 Mei 2017 lalu, menempatkan Ketua Yayasan Tunas Muda Indonesia (YTMI), Melki Laka Lena sebagai Calon Gubernur NTT yang paling diminati rakyat NTT.

Berikut hasil survei Timor Expres terhadap Calon Gubernur NTT periode 2018 – 2023 per tanggal 24 Mei 2017:

  1. Melki Laka Lena: 27,6 persen
  2.  Esthon Foenay: 19,4 persen
  3. Daniel Tagu Dedo: 18,6 persen
  4. I.A Medah: 13,7 persen
  5. Abraham Paul Liyanto: 9,8 persen
  6. Benny K. Harman: 6,9 persen
  7. Ayub Titu Eki: 1,9 persen
  8. Gidion Mbiliyora: 0,5 persen
  9. Ray Fernandez: 0,5 persen
  10. Lain-lain: 1,1 persen.

Menurut Melki, hasil survei ini diketahuinya setelah ia mengadakan sayembara Ayo Bangun NTT di Kabupaten Sabu Raijua pada tanggal 23 Mei 2017.

“Besoknya tanggal 24 Mei (2017) kami dikabari bahwa hasil survei sudah No 1. Kami merangkak dari rangking paling bawah. Ini kerja keras hasil konsolidasi teman-teman yang intens membantu,” ujar Melki kepada SERGAP.ID via WhatsApp, Sabtu (27/5/17) malam.

Walau menempati nomor urut 1 survei, Melki tidak ‘besar kepala’. Ia justru merendah sembari terus meminta dukungan dan doa restu masyarakat NTT.

“Ini kerja keras teman-teman, termasuk yang beda warna politik. Terima kasih, GBU,” ujar Melki.

Hasil survei ini sekaligus membungkam ‘mulut besar’ oknum Calon Gubernur yang kemana-mana selalu sesumbar bahwa dirinya paling disenangi rakyat dan akan menang mudah di Pilgub serentak 2018.

Kog bisa? “Ya… iyalah…, namanya juga politik. Kecil jadi besar, besar jadi kecil. Soal menang, semua tergantung profil, sikap, perilaku, semangat, dan kerja tim,” ujar Andre No, pegiat politik praktis di Kota Kupang, ibukota Provinsi NTT, Sabtu (27/5/17) malam. (Adv)

Penulis/Penerbit: