Published On: Tue, Oct 23rd, 2018

Menolak Hidup Mewah, Anak Tunggal dari Keluarga Kaya Raya Ini Pilih Jadi Suster

Share This
Tags

Suster Lucy Agnes

sergap.id, ADV – Jarang sekali ada orang kaya yang mau membaktikan dirinya untuk kaum miskin. Namun itu berbeda dengan Suster Lucy Agnes. Si anak tunggal dari keluarga kaya raya ini memilih jadi suster demi bisa melayani kaum miskin.    

Beberapa hari terakhir beredar foto seorang suster yang adalah cucu dari bos perusahaan rokok terkemuka, Djarum. Dia adalah Suster Lucy Agnes.

Dalam foto tampak ia begitu sederhana dengan jubah khas pengikut Ibu Teresa.

Ada aura kedamaian terpancar dari dirinya.

Akan tetapi yang membuat sosok ini jadi istimewa adalah ia berasal dari keluarga kaya raya.

Tapi benarkah Lucy Agnes adalah cucu pemilik Djarum?

Ya, Suster Lucy Agnes adalah anak tunggal dari Paul dan Cecilia Darmoko yang merupakan pemilik restoran Ayam Bulungan.

Cecilia adalah saudara sepupu dari pemilik Djarum, Robert Budi Hartono.

Suster Lucy Agnes terlahir dengan nama Maria Donna Dewiyanti Darmoko.

Meskipun berasal dari keluarga orang paling tajir di Indonesia, Lucy Agnes ternyata memilih hidup sederhana dan melayani umat yang berasal dari keluarga miskin.

Yang paling membuat kagum adalah Lucy merupakan pengikut Ibu Teresa yang dikenal hanya memiliki dua set pakaian.

Menurut rekan-rekannya, Suster Lucy yang kuliah S2 di Amerika Serikat ini sangat setia menjalankan kaul kemiskinan dan menikmati kehidupannya.

Di Kalkuta, India, di mana ia pernah menjadi sekretaris pimpinan kongregasi Missionaris Claris, Lucy paling sedia jika harus mendampingi orang-orang yang sekarat.

Ia juga tanpa ragu dengan sabar dan kasih mau mencabuti belatung-belatung dari luka-luka membusuk di tubuh dan kepala pasien.

Suster Lucy mengaku mengalami pencerahan saat ia dan keluarganya berlibur ke Hong kong.

“Awalnya saya sangat terganggu saat melihat begitu banyak tunawisma di jalanan Hong Kong, yang meringkuk, sakit dan kotor,” katanya.

“Insting emosional pertama saya adalah melarikan diri saat melihat mereka dan saya hampir muntah,” ujarnya.

“Saat saya meninggalkan orang-orang ini, sesuatu membuat saya melambat, seolah-olah ada yang menyuruh saya kembali kepada mereka untuk melakukan sesuatu yang baik untuk orang-orang yang tidak beruntung itu,” ucapnya.

Maria Dona akhirnya memutuskan untuk masuk Kongregasi Misionaris Cinta Kasih dengan nama Suster Lucy Agnes.

Mulanya, orang tuanya sangat menentang pilihannya itu. Namun belakangan mereka sangat mendukung niat Suster Lucy.

Sekarang dia bertugas di Timor Timur, salah satu dari dua negara yang berbatasan langsung dengan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Luar biasa, bukan?

Suster Lucy Agnes bersama kedua orangtuanya.

Sebagai anak yang berasal dari keluarga kaya, Maria Donna menyelesaikan pendidikan SMA dan S1 di Pert Australia, kemudian menyelesaikan jenjang master/magister (S2) di salah satu kampus di Chicago, Amerika Serikat.

Sifat sederhana Suster Lucy sudah terlihat sejak remaja.

“Saat masih SMA, kalau dibeli orangtuanya tas-tas mahal, dia enggak mau pake,” kata kerabatnya. (last/last)

Penulis/Penerbit

Silahkan memberi komentar sesuai topik di atas. Terima Kasih!