Published On: Thu, Apr 12th, 2018

Mobil Dinas Wagub NTT Terbakar Saat Dipakai Untuk Kampanye

Share This
Tags

Mobil Dinas Toyota Fortuner DH 5 milik Wakil Gubernur NTT, Benny A. Litelnoni yang terbakar di Desa Kakan, Kuanfatu, TTS, Rabu (11/4/18).

sergap.id, KUPANG – Mobil dinas Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Benny A. Litelnoni bernomor polisi (nopol) DH 5, Rabu (11/4/18) sekitar pukul 11.45 Wita terbakar di Desa Kakan, Kecamatan Kuanfatu, Kabupaten TTS.

Mobil Toyota Fortuner yang dikemudi oleh Rudi Maunino itu terbakar saat mengangkut Benny Litelnoni bersama tim suksesnya menuju lokasi kampanye dialogis Cagub dan Cawagub NTT, Benny Harman – Benny Litelnoni di Dusun 1, Desa Kakan.

Saat terbakar, plat nopol mobil seharga 500an juta itu telah diganti dari DH 5 menjadi DH 1980 BL.

“Saat dalam perjalanan, saya lihat asap sudah mengepul dari bagian kap mesin, sehingga saya keluar. Ternyata, dari dalam mesin sudah muncul nyala api,” papar Maunino seperti dilansir Timor Express, Kamis (12/4/18).

Maunino mengaku kesulitan memadamkan api, karena lokasi kejadian jauh dari sumber air dan pemukiman warga. Api baru padam satu jam kemudian.

“Awalnya api kecil saja, tetapi karena tidak ada air untuk memadamkan api, akhirnya api menjadi besar. Api baru padam sendiri setelah membakar kap depan sampai hangus,” papar Maunino.

Ketua Panwascam Kuanfatu, Aser Sakan, yang dikonfirmasi, mengakui adanya peristiwa itu. Namun ia tidak melihat peristiwa itu sejak awal. Sebab, saat tiba di TKP api sudah membesar. Ia mengaku tidak melihat Benny Litelnoni di lokasi kejadian. Hanya ada beberapa warga di TKP.

“Setibanya di tempat kejadian, kendaraan tersebut mengeluarkan asap melalui kap mobil, sehingga sopir memberhentikan mobil dan turun dari mobil bersama rombongan untuk mengamankan diri,” beber Kasatreskrim Polres TTS, Iptu Jamari.

Kepala Biro Umum Setda Provinsi NTT, Zakarias Moruk, membenarkan kalau mobil yang terbakar itu adalah mobil dinas Wagub NTT.

Benny Litelnoni sendiri sekarang ini sedang cuti kampanye Pilgub 2018. Dan, sesuai aturan, seharusnya Benny Litelnoni tidak boleh menggunakan mobil dinas. Karena hal itu bertentangan dengan Pasal 85 Undang Undang Nomor 10 tahun 2008 tentang larangan pejabat negara menggunakan fasilitas negara,  apalagi jika digunakan oleh pejabat negara yang sedang cuti.

Namun menurut Moruk, mobil tersebut telah diajukan untuk pemutihan atau disewa beli oleh Wagub sejak 6 bulan sebelum masa jabatan Wagub berakhir Juni 2018 mendatang.

“Sudah diusulkan sejak Desember 2017 lalu ke Pak Sekda dan sudah setuju semua. Surat Keputusan (SK) sudah ada. Tetapi kami belum serahkan karena harus menunggu sampai habis masa jabatan mereka (gubernur dan wagub) ,” kata Moruk seperti dilansir Timor Express.

Kata Moruk, pengajuan pemutihan enam bulan sebelumnya masa jabatan berakhir itu, agar pihaknya bisa merencanakan pengadaan mobil dinas baru bagi gubernur dan wakil gubernur terpilih nanti.

Karena sudah memegang SK, lanjut Moruk, pihaknya telah meminta secara resmi kepada Polda NTT untuk menggunakan plat nopol hitam seperti yang terpasang di mobil saat terbakar.

“Jadi itu pelat resmi dari Polda untuk beliau, misalnya mau gunakan untuk kegiatan lain,” katanya.

Meski sudah terbakar, Moruk mengaku akan tetap menyerahkan SK pemutihan tersebut kepada Benny Litelnoni setelah masa jabatan Wagub periode 2013-2018 berakhir.

“Menunggu keputusan pihak asuransi, karena semua mobil jabatan itu diasuransi. Tergantung nanti pihak asuransi prosesnya seperti apa,” tutup dia.

Mobil Dinas Toyota Fortuner DH 5 milik Wakil Gubernur NTT, Benny A. Litelnoni saat terbakar di Desa Kakan, Kuanfatu, TTS, Rabu (11/4/18).

Sementara pihak Toyota Cabang Kupang yang dikonfirmasi mengaku belum menerima laporan terkait kebakaran mobil yang memiliki sistem keamanan tinggi itu.

Menurut Kepala Bengkel Diler Toyota Cabang Kupang, Djoko Pidekso, kebakaran mobil bisa disebabkan beberapa faktor.

“Tetapi Toyota memang punya standar keamanan. Apalagi mobil fortuner. Harus melalui penyelidikan. Nanti kami akan ke sana. Kami lihat dulu, akan dicek dan akan dilaporkan ke Toyota. Itu nanti harus diinvestigasi dulu,” jelas Djoko.

Hingga berita ini diturunkan Benny Litelnoni belum berhasil dikonfirmasi. Nomor ponselnya tidak aktif sejak siang kemarin. (ser/timex)

Penulis/Penerbit

Silahkan memberi komentar sesuai topik di atas. Terima Kasih!