Published On: Thu, Jul 5th, 2018

Morowali, Destinasi Baru dengan Spot yang Banyak Dicari

Share This

Pulau Sombori, Morowali, memiliki pemandangan seperti Raja Ampat.

sergap.id, MALEO –  Ingin merencanakan liburan atau bisnis ke destinasi baru? Morowali akan menjadi pilihan terbaru. Beribukota di Bungku, Morowali adalah salah satu kabupaten di Sulawesi Tengah.

Posisinya secara geografis berada di jalur strategis sehingga memberikan kemudahan bagi pelancong untuk berwisata bahari dan menikmati spot lainnya. Di daerah ini, juga terkenal adanya Festival Bajo Pasakayyang yang menyuguhkan keunikan budaya khas Suka Bajo karena beraktivitas di laut.

Selain pariwisata, Kabupaten Morowali telah menyimpan potensi bisnis dan perdagangan. Komoditi yang terkenal seperti biji kakao dari potensi unggulan perkebunan, produksi tanaman pangan, pengalengan ikan dan pembuatan tepung ikan, pengolahan rumput laut, industri arang briket, nikel dan lainnya.

Kelebihannya tersebut telah menarik perhatian karena memiliki spot yang banyak dicari. Untuk menuju ke sana, kini tersedia layanan terbaik hanya terbang bersama Wings Air, penerbangan dapat diakses dari Makassar dan Kendari.

Berada di pesisir Pulau Sulawesi, Makassar berjuluk kota populer dengan pantai, alam, kuliner, budaya. Dan, terpenting lagi ialah kawasan transit di Indonesia bagian timur yang cocok untuk mengembangkan bisnis.  Kendari adalah ibukota Sulawesi Tenggara, semakin dilirik para wisatawan sebab dikenal kaya objek wisata yang memukau dan sudah ramai diperbincangkan keindahannya.

Wings Air (kode penerbangan IW) member of Lion Air Group melalui konektivitas domestik, efektif 6 Juli 2018, dengan membuka destinasi baru dua kota sekaligus Makassar – Morowali dan Morowali – Kendari.

Penerbangan Makassar ke Morowali dilayani secara regular pergi pulang (PP) setiap hari. Pesawat dijadwalkan berangkat dari Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan (UPG) bernomor IW1332 pukul 08.00 WITA dan tiba di Bandar Udara Maleo, Morowali, Sulawesi Tengah (MOH) pada 9.10 WITA. Untuk rute sebaliknya di hari yang sama, penerbangan nomor IW1333 lepas landas dari Morowali pukul 11.50 WITA dan mendarat di Makassar pada 13.00 WITA.

Sedangkan rute Morowali menuju Kendari, terbang setiap Senin, Rabu, Jumat dan Sabtu. Pesawat lepas landas dari Morowali pukul 09.30 WITA dan tiba di Bandar Udara Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara (KDI) pada 10.20 WITA dengan nomor IW1338.

Wings Air juga melayani Kendari menuju Morowali. Berangkat pukul 10.40 WITA bernomor IW1339 dan jadwal kedatangan pada 11.40 WITA.

Wings Air pesawat ATR72-600 registrasi PK-WHG. (Foto: Hafid Kustantyo)

Saat ini, layanan tersedia empat kali dalam seminggu. Wings Air optimis, pasar akan terus berkembang dari destinasi baru tersebut. Dengan demikian, dapat memberikan peluang bagi Wings Air untuk menambah jumlah frekuensi penerbangan.

Dalam menambah sensasi pengalaman terbang tersendiri, Wings Air menyediakan pesawat turboprop tipe ATR 72-500 atau ATR 72-600 berkapasitas 72 kursi kelas ekonomi.

Operations Director of Wings Air, Capt. Redi Irawan, menyatakan, “Atas nama Wings Air, kami berterima kasih untuk dukungan dari berbagai pihak yang turut membantu operasional pembukaan destinasi baru di Morowali yang terhubung Makassar dan Kendari, sehingga memperlancar proses penerbangan perdana ini.  Komitmen kami senantiasa menghubungkan wilayah setingkat kabupaten dengan kabupaten/ kota lainnya salah satunya antarSulawesi. Harapan kami semakin terwujud interkonektivitas yang memberikan nilai tambah bagi wisatawan maupun pebisnis dalam bepergian serta mempercepat distribusi logistik.”

Destinasi baru Morowali ini mempunyai keunggulan bagi travelers dan business, yaitu dapat transit terlebih dahulu untuk menghabiskan waktu liburan atau bisnis di Kendari maupun Makassar. Kedua kota tersebut juga berperan penting, sebab menjadi pilihan tepat dalam meneruskan perjalanan, karena Lion Air Group (Lion Air, Batik Air dan Wings Air) telah memberikan fasilitas penerbangan lanjutan (connecting flight) yang mampu mengakomodir kebutuhan dari ataupun ke destinasi lainnya.

Melalui Bandar Udara Haluoleo, bagi pelancong dan pebisnis dari Morowali dapat terkoneksi ke Jakarta, Surabaya, Makassar, Surabaya, Bau-Bau dan Wangi-Wangi. Begitu juga sebaliknya dari kota-kota tersebut, akan lebih mudah menuju ke kabupaten yang berbatasan langsung dengan Teluk Tolo ini.

Untuk koneksi penerbangan lebih banyak lagi, bisa melalui Bandar Udara Sultan Hasanuddin di Makassar. Destinasi yang terhubung antara lain Ambon, Balikpapan, Bandung, Banjarmasin, Denpasar/Bali, Gorontalo, Jakarta, Jayapura, Kendari, Manokwari, Merauke, Palu, Sorong, Surabaya, Ternate, Manado, Lombok, Palu, Pontianak, Solo, Surabaya, Tarakan, Yogyakarta. Selain itu, travelers berkesempatan bisa melanjutkan destinasi favorit lainnya, seperti Batulicin, Bau-Bau, Bima, Luwuk, Mamuju, Palangkaraya, Palopo, Poso, Raha, Selayar dan Wangi-wangi.

“Kehadiran Wings Air di Morowali ini mampu menyediakan pilihan transportasi baru yang lebih terjangkau, cepat dan mudah. Hal tersebut sejalan dengan kesungguhan Wings Air dalam upaya memperkuat akses antarwilayah melalui udara khususnya dalam mendukung peningkatan potensi pariwisata dan mampu mendongkrak sektor bisnis lainnya di Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan, sejalan mendukung program pemerintah daerah serta nasional.” tegas Capt. Redi.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara, jumlah penumpang angkutan udara domestik pada Mei 2018 tercatat 185,041 orang atau naik 0,97% dibanding bulan sebelumnya yaitu 183,259 orang.

Hingga saat ini, Wings Air telah terbang ke 110 destinasi dalam dan luar negeri. Untuk layanan regional, sudah melayani ke Kuching, Miri, Malaka di Malaysia.

Wings Air memiliki frekuensi mencapai lebih dari 350 penerbangan perhari dengan didukung 54 pesawat terbaru ATR 72-500/ 600.

Wings Air mengutamakan aspek keselamatan, keamanan serta kenyamanan penerbangan. Komitmen itu telah dibuktikan Wings Air dengan memperoleh sertifikasi manajemen keselamatan dan keamanan dari auditor tingkat internasional tertinggi yaitu IOSA (IATA Operational Safety Audit) yang telah terdaftar sejak akhir 2017. (sp/sp)

Penulis/Penerbit

Silahkan memberi komentar sesuai topik di atas. Terima Kasih!