Published On: Mon, Oct 15th, 2018

Oknum TNI Baku Pukul Dengan Warga di Tempat Pesta, Satu Kena Tikam

Share This
Tags

Agus Tae (18), korban yang dipukul oknum TNI dari Kompi 744/SYB Senapan E.

sergap.id, WELIMAN – Pesta pernikahan di Desa Angkaes, Weliman, Kabupaten Malaka, Kamis (11/10/18) berubah menjadi tragedi berdarah. Itu terjadi setelah sejumlah oknum TNI dari Kompi 744/SYB Senapan E menyerang warga di tempat pesta.

Awalnya, Kamis dini hari sekitar pukul 02.00 Wita, seorang oknum TNI yang juga ikut pesta dan diduga sudah dalam keadaan mabuk, meminta salah satu warga setempat bernama Agus Tae (18) untuk menunjuk di mana lokasi judi bola guling.

Agus lantas memenuhi permintaannya. Setelah itu Agus kembali ke tempat pesta. Namun selang beberapa menit kemudian, oknum tersebut kembali ke tempat pesta dan menghampiri Agus.

Sejurus, oknum itu membentak Hendrik, teman Agus yang saat itu sedang duduk bersebelahan dengan Agus.

“Kau kenal saya tidak,” kata oknum itu sambil mendorong Hendrik hingga terjatuh.

Setelah itu, oknum tersebut memegang kerah baju Agus dan memukul Agus tepat mengenai mata bagian kanan dan seketika itu juga Agus terkapar pingsan. Agus kemudian diselamatkan oleh seorang ibu bernama Emilia.

Caesario A.N, saksi mata di Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengatakan,   setelah Agus dipukul, sejumlah teman pelaku ikut menyerang warga yang berada di dalam tenda pesta. Bahkan seorang tuna wicara bernama Teo juga ikut dipukul hingga babak belur.

Melihat itu, warga spontan melakukan perlawanan hingga terjadi aksi baku pukul selama kurang lebih 30 menit.

Yohanes Goldensio Putra Bere dan luka yang dideritanya akibat tikaman sangkur.

Dalam kekacauan itu, seorang warga bernama Yohanes Goldensio Putra Bere terkena tikaman sangkur tepat di bahu bagian belakang. Sementara salah satu anggota TNI terkena lemparan batu dan membuat tulang rahangnya patah.

Yohanes akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Penyangah Perbatasan (RSPP) Betun, sementara anggota TNI itu dilarikan ke Kupang untuk mendapat perawatan medis.

Setelah baku pukul, sejumlah oknum TNI menangkap dan menyeret Manek (seorang tamu pesta asal Atakoma) ke dalam rumah tuan pesta. Disitu Manek dipukul hingga babak belur. Sebagian oknum TNI bahkan memukul Manek dengan gelas dan batu.

“Saat itu saya juga ada di dalam rumah bersama ibu-ibu dan anak kecil. Ada oknum TNI yang mengatai saya, kau diam di tempat, jangan campur urusan kami,” papar Caesario.

Setelah puas memukul Manek, Manek lantas diseret dan ditendang keluar rumah. Setelah itu, para pelaku sebanyak 5 orang tersebut langsung mengunci pintu rumah.

Menurut Caesario, para pelaku takut keluar rumah, karena di luar rumah, mereka sudah ditunggui puluhan pemuda yang kecewa dengan aksi brutal mereka.

Para pelaku akhirnya mengurung diri di dalam rumah hingga pukul 06.00 Wita. Setelah itu, 2 anggota Provos TNI bersenjata lengkap bersama satu oknum TNI berpakaian preman yang menenteng parang Kalewang mendatangi tempat pesta dan mengusir dua anggota polisi asal Polsek Weliman yang datang ke TKP dengan maksud mengamankan situasi.

Tak lama kemudian, salah satu Provos tiba-tiba berteriak dan mengeluarkan perintah; serang…! Seketika dua temannya langsung melakukan penyerangan terhadap warga, merusaki rumah warga dan 4 sepeda motor milik warga.

Salomon Seran, salah satu warga Desa Umanen,  kepada SERGAP, mengaku, rumahnya juga ikuti dirusaki oknum TNI.

“Padahal rumah saya ini jaraknya 200 meter dari tempat pesta. Mereka memecahkan kaca jendela, merusaki TV dan kursi milik saya. Bahkan binatang peliharaan saya juga di bunuh. Padahal rumah saya ini tidak ada kaitan dengan acara nikah itu,” beber Salomon.

Menurut dia, situasi di desanya pada Jumat (12/10/18) sejak pukul 6 pagi hingga jam 7 malam sangat mencekam.

“Karena oknum-oknum TNI itu menguasai desa kami. Mereka mencari pelaku yang melempar salah satu teman mereka itu,” katanya.

Tempat pesta yang menjadi tempat kejadian baku pukul antara sejumlah oknum anggota TNI dan warga.

Kepala Desa Umanen Lawalu, Emanuel Bria Mali, menjelaskan, swiping TNI ke rumah-rumah penduduk itu sangat meresahkan warganya.

“Sampai sekarang anak – anak umur di atas 15 tahun pada umumnya kabur ke hutan karena takut. Bahkan anak SMA tidak masuk sekolah karena ketakutan. Karena para pemuda yang tidak hadir di pesta itu juga jadi target mereka,” ujar Emanuel.

BACA JUGA: Kronologi Pelemparan Terhadap Anggota Yonif 744 di tempat Pesta

Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Ardyan Yudo Setiantono S.H, S.IK  yang dihubungi SERGAP via telepon, menjelaskan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui motif penyerangan.

Satreskrim juga, kata Ardyan, sedang menyelidiki siapa pelaku yang menikam Yohanes Goldensio Putra Bere dan yang melempari oknum TNI.

Danyon Batalyon Infanteri Raider Khusus 744/Satya Yudha Bhakti, Letkol Bima Santoso saat mendatangi rumah tuan pesta pada Sabtu (13/10/18) sore.

Sabtu (13/10/18) sore, Danyon Batalyon Infanteri Raider Khusus 744/Satya Yudha Bhakti, Letkol Bima Santoso, terlihat mendatangi rumah tuan pesta.

Kepada tuan pesta dia meminta maaf serta berharap semua pihak dapat menahan diri dan menyerahkan semua persoalan yang sudah terjadi ke polisi.

“Kita serahkan kepada polisi, sehingga bisa kita tahu siapa yang merusak mobil, rumah, motor, kursi dan lainnya untuk bertanggung jawab soal barang-barang yang rusak ini,” pintanya.

Warga Desa Umanen Lawalu dan Angkaes saat mendatangi DPRD Malaka, Senin (15/10/18) siang.

  • Warga Datangi DPRD Malaka

Senin (15/10/18) siang, sekitar 25 warga asal Desa Umanen Lawalu dan Angkaes yang dipimpin oleh Kepala Desa Umanen Lawalu, Emanuel Bria Mali mendatangi DPRD Malaka.

Kedatangan mereka untuk mengadu perbuatan oknum-oknum TNI yang telah menyerang mereka dan merusaki harta benda milik mereka.

Mereka diterima oleh Anggota Komisi II DPRD Malaka, Hendrikus Fahik dan Henry Melky Simu.

Kepada Hendrikus dan Henry, Emanuel mengatakan, “Hari ini kami sampaikan kepada DPRD bahwa dalam waktu tiga hari terakhir ini masyarakat kami sangat resah dengan kehadiran anggota TNI di desa kami. TNI seharusnya melindungi, mengayomi, bukan main ancam-ancam masyarakat kecil seperti kami ini”.

Hendrikus berjanji akan segera turun ke lokasi.

“Kami akan melakukan kunjungan ke lokasi demi menindak lanjuti masalah ini,” ucap Hendrikus yang diamini Henry. (sel/sel)

Penulis/Penerbit

Silahkan memberi komentar sesuai topik di atas. Terima Kasih!