Published On: Mon, Jan 14th, 2019

Pasar Danga Ditata Ulang Agar Terlihat Rapi, Bersih, Sehat, dan Indah

Share This
Tags

Kondisi Pasar Danga terakhir, foto diambil Senin 14 Januari 2019.

sergap.id, MBAY – Lapak – lapak tidak beraturan yang berada di dalam Pasar Danga, Mbay, telah dibongkar oleh petugas Dinas Koperasi dan Perdagangan (Koperindag) bersama Sat Pol PP Kabupaten Nagekeo pada Sabtu (12/1/19) lalu.

Menurut Kepala Dinas Koperindag Nagekeo, Gaspar Jawa, pembongkaran tersebut bertujuan menata ulang agar pasar telihat rapi, bersih, sehat dan indah.

“Penataan ulang ini pun sudah melalui beberapa tahapan dan mekanisme setelah kita mendapat pengarahan dari Bupati Nagekeo pada tanggal 7 Januari 2019. Dan, hari itu juga kami langsung memberikan  pengumuman kepada pedagang menggunakan megaphone. Selain itu, kami juga melakukan pendekatan personal ke semua pedagang,” ujar Gaspar kepada SERGAP, Senin (14/1/19).

“Saya bersama staf turun langsung dan bertemu dengan semua pedagang yang ada di pasar. Pendekatan kita itu bersifat personal. Artinya masing-masing pedagang kita temui dan menjelaskan  bahwa akan ada pengurukan dan penataan ulang pasar. Karena selama ini kondisi pasar sangat kotor, jorok bahkan kumuh,” tegasnya.

Kata Gaspar, yang dibutuhkan oleh pembeli dan pedagang adalah kondisi pasar yang nyaman.

“Artinya harus bersih dan bangunannya tertata rapi. Tapi, selama ini bangunan di pasar itu di bangun hanya berdasarkan kemauan pedagang sendiri, sehingga keadaannya sangat tidak layak,” ucapnya.

Gaspar menjelaskan, proses penataan Pasar Danga dilakukan dalam dua tahap. Pertama, dilakukan pengurukan pada area terminal angkot dan belakang Dolog. Sebab di tempat ini selalu digenangi air di setiap musim hujan.

Kedua, penataan lapak milik pedagang.

Selama pengurukan dan pengerjaan lapak pedagang, untuk sementara aktivitas jual beli dipindahkan ke depan Masjid yang lokasinya juga berada di dalam pasar.

“Kita mau yang terbaik untuk masyarakat.  Untuk perubahan dan kepentingan bersama, kita harus berkorban,” pintanya.

Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Nagekeo, Gaspar Jawa.

Sekertaris Dinas Koperindag, Imosensi Panda, menambahkan, bangunan yang telah di bongkar akan di bangun kembali dengan ukuran dan model yang sama.

“Untuk ukuran dan desainnya kita siapkan. Kita juga melakukan pengawasan. Sedangkan untuk bangunan kios dan lapak dikerjakan sendiri oleh para pedagang,” paparnya.

Musa Baka (45)

Sementara itu, Musa Baka (45), salah satu pedagang di Pasar Danga, mengatakan, dirinya sangat mendukung upaya penataan ulang pasar yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagekeo.

“Karena selama ini (keaadaan pasar) sangat semrawut. Saya harap penataan cepat selesai agar aktivitas jual beli bisa kembali normal,” katanya.

Hal yang sama disampaikan juga oleh Susana Ismail, salah satu pedagang sayur di Pasar Danga.

Susana berharap pemerintah membuat lapak terpisah antara penjual sayur dengan pedagang ikan.

Susana Ismail

“Kalau boleh di dalam pasar ini khusus jual sayuran dan kebutuhan pokok lainnya. Sedangkan pedagang ikan dipindahkan dekat pasar hewan di belakang lapangan (Berdikari Mbay). Apalagi di kompleks pasar ini banyak warung makan. Kalau ikan juga di jual di sini apalagi dekat warung makan, maka orang tidak akan makan di warung. Karena air limbah ikan itu baunya sangat amis dan menyengat,” ujarnya. (sg/sg)

Penulis/Penerbit

Silahkan memberi komentar sesuai topik di atas. Terima Kasih!