Published On: Mon, Aug 28th, 2017

Pekerjaan Jalan Boasabi – Alorawe Diduga Sarat KKN, BPK Temukan Kecurangan

Share This
Tags

Jalan Boasabi – Alorawe

sergap.id, MBAY – Dugaan KKN kembali terjadi di Kabupaten Nagekeo. Kali ini dilakukan oleh PT. Pesona Karya Bersama pada proyek peningkatan jalan Boasabi – Alorawe (HRS Base) senilai Rp4.990.956.000,00.

Pekerjaan ini dilaksanakan oleh PT Pesona Karya Bersama berdasarkan kontrak Nomor: 620/DPU-NGK/ PPK-DAK.BM/46/VII/2016 tanggal 31 Agustus 2016 dan adendum kontrak Nomor: ADD.I.620/DPU-NGK/PPK-DAK.BM/46/VII/2016 tanggal 27 September 2016 dengan jangka waktu 120 hari kalender kerja.

Pengawas teknik proyek jalan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) ini adalah CV El Emunah ( EE) sesuai kontrak nomor: 620/DPU-NGK/109/04/2016 tanggal 26 April 2016.

Atas pekerjaan tersebut, PT Pesona Karya Bersama telah menerima pembayaran sebesar RP4.491.860.400,00, dengan pembayaran terakhir melalui SP2D No 1761/LS MODAL/2016 tanggal 7 Desember 2016 untuk termin fisik 90%.

Hasil wawancara BPKP Perwakilan NTT dengan Panitia Pemeriksa Hasil Pekerjaan menyatakan bahwa pekerjaan telah diperiksa secara visual tanpa melakukan pengujian item pekerjaan di lapangan.

Pemeriksaan visual tersebut menjadi dasar penerbitan berita acara serah terima pertama Nomor: 620/DPU-NGK/PPK-PHO.BM/49/XII/2016.

Pemeriksaan fisik dijadwalkan oleh tim pemeriksa pada Senin 8 Mei 2017 dan disampaikan oleh Dinas PU Kabupaten Nagekeo melalui surat konfirmasi Nomor: 600/DPUPR-NGK/96/05/2017 tanggal 5 Mei 2017, namun pihak PT Pesona Karya Bersama sebagai penyedia tidak bersedia hadir.

BPK kemudian melakukan pengujian atas beberapa item pekerjaan seperti pasangan batu, pasangan mortar untuk pekerjaan drainase dengan cara mengukur volume dan panjang keseluruhan pasangan batu dan mortar yang dikerjakan.

Sedangkan pekerjaan pada badan jalan, tim melakukan pengujian atas ketebalan HRS base, yakni, timbunan biasa, timbunan pilihan, lapisan agregat A dan B dengan menggali dan mengukur ketebalan pada masing-masing item pekerjaan dan dituangkan ke dalam berita acara pemeriksaan yang ditandatangani bersama oleh BPK perwakilan NTT, Dinas PU Nagekeo, Panitia PHO dan Konsultan Pengawas.

Hasilnya, data-data dalam beck up data dan absuilt drawing berbeda dengan kondisi fisik di lapangan. Misalnya soal beck up data dan absuilt drawing yang di buat oleh konsultan pelaksana PT Pesona Karya Bersama dan disetujui oleh Komsultan Pengawas menyatakan pada bahu jalan station 1200 meter terdapat timbunan pilihan dengan ketebalan 20 cm dan timbunan biasa dengan ketebalan 40 cm. sehingga total ketebalan seluruh badan jalan menurut beck up data adalah 60 cm ( 20 cm+40cm).

Namun setelah dilakukan pengukuran ulang pada 5 Mei 2017, ternyata ketebalan bahu jalan pada station 1200 meter hanya 13 CM (13 CM timbunan pilihan dan 0 CM timbunan biasa). Karena itu terjadi selisih ketebalan sebanyak 47 CM antara beck up data dengan fakta di lapangan.

Proyek jalan Boasabi – Alorawe yang dikerjakan PT. Pesona Karya Bersama.

Perbedaan tersebut karena kekurangan ketebalan timbunan sebesar 7 cm, dan tidak terdapat  timbunan biasa pada bahu jalan. Selain itu juga terjadi kekurangan volume pada pasangan batu dan mortar (drainase) .

Seharusnya pasangan batu dan mortar dalam perencaan yakni 770 meter dan volumenya 354,20 M3.

Pengukuran di lapangan yang di kerjakan hanya 503,24 meter dan lantai drainase tidak menggunakan material batu sehingga terdapat kekurangan  panjang yakni 266,76 meter dan volume 193,61 M3 pada pekerjaan pemasangan batu dan mortar.

Di temukan juga pekerjaan pasangan batu dengan panjang 75 Meter dan volume 86,30 M3. Pengukuran di lapangan di ketahui panjang pasangan batu adalah 26,30 Meter sehingga menyebabkan kekurangan panjang 48,7 Meter dan volume 43,15 M3 pada pekerjaan pasangan batu.

Pada paket proyek ini telah terjadi indikasi kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp1.056.651.603,93 pada item pekerjaan sebagai berikut:

  1. Kekurangan Volume Lapis pondasi agregat kelas A senilai Rp 297.158.130.41.
  2. Kekurangan volume timbunan pilihan (pada badan dan bahu jalan) senilai Rp 443.030.397.98.
  3. Kekurangan volume timbunan biasa Rp.176.570.933.13.
  4. Pasangan batu dengan mortar Rp. 114.350.143.84.
  5. Kekurangan pasangan batu: Rp.25.541.998.56 (Sherif Goa)

Penulis/Penerbit