Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat bersemangat saat menari hegong bersama ratusan warga Kabupaten Sikka di Kupang yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Besar Maumere (KKBM) Kupang di GOR Flobamora Oepoi, Kupang, Sabtu (28/9/2019) sore.
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat bersemangat saat menari hegong bersama ratusan warga Kabupaten Sikka di Kupang yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Besar Maumere (KKBM) Kupang di GOR Flobamora Oepoi, Kupang, Sabtu (28/9/2019) sore.

sergap.id, ADVETORIAL – Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai budaya warisan leluhurnya. Budaya melahirkan peradaban dan budi pekert,i sehingga bangsa yang didalamnya terdapat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) optimis akan masa depannya.       

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kerukunan Keluarga Besar Maumere (KKBM) Kupang karena mengangkat dan melestarikan budaya leluhur sebagai sebuah kekuatan bagi komunitas organisasi untuk bertumbuh dan berkembang.

Bagi Gubernur VBL, dengan setia dan konsisten mengangkat budaya leluhur maka NTT diyakini jauh berkembang dan menanggalkan stigma buruk sebagai sebuah tempat (Provinsi) termiskin di Indonesia.

Gubernur VBL adalah sosok pemimpin yang sangat mencintai seni budaya NTT. Dalam setiap kunjungan ke berbagai kabupaten di NTT, pria visioner ini sering mengenakan motif-motif adat dan budaya setempat,  Flores, Timor, Sumba, Rote, Alor dan lain-lain.

Bahkan sejak memimpin NTT, VBL-JNS mewajibkan Aparat Sipil Negara (ASN) untuk memakai tenun ikat daerah NTT setiap dua hari sekali dalam seminggu. Gubernur VBL bukan hanya mengajak, tetapi ia langsung memberi contoh bahwa orang NTT tak boleh malu mengenakan pakaian adatnya sendiri yang merupakan identitas budaya warisan para leluhur yang penuh makna historis dan bernilai tinggi serta unik.

Gubernur VBL mendorong warga NTT agar terus mempertahankan tradisi tenun ikat dengan berbagai motif sesuai daerah masing-masing. Caranya, kata Gubernur VBL, terus memproduksi karya budaya tenun ikat tradisional. Selain untuk menjaga kelestarian warisan leluhur, juga menjadi mesin ekonomi kaum perempuan. Dan, untuk mendukung itu, maka di era kepemimpinannya ia telah memerintahkan seluruh pejabat (PNS) mengenakan motif daerah masing-masing ketika masuk kantor. Bahkan saat mengikuti hegong massal bersama KKBM Kupang di GOR Flobamora Oepoi, Gubernur VBL mengajak anggota DPRD NTT, juga sesekali memakai tenun ikat khas NTT saat bersidang. Harapan itu disampaikan kepada Emelia Nomleni yang sebentar lagi dilantik menjabat Ketua DPRD NTT yang juga hadiri saat itu.

Di mata Gubernur VBL, NTT selain mempunyai beragam motif tenun ikat yang unik dan langka, juga memiliki bermacam ragam tarian khas daerah baik yang sudah terkenal mendunia, dan masih banyak lagi yang ada di tengah masyarakat NTT yang belum diangkat kepermukaan. Untuk itu, Gubernur VBL terus mendorong agar beragam tarian tersebut dipentaskan dalam berbagai festival dan berbagai acara seni budaya dan pesta-pesta adat.

“Kita ini sangat kaya dengan berbagai motif tenun ikat yang unik dan langka. Setiap kabupaten punya motif sendiri. Ini kekayaan yang tidak ada atau ditemukan di belahan dunia lain. Kita juga punya tarian-tarian seni budaya warisan leluhur . Kita tidak boleh merasa malu atau gengsi mengenakan dan terus memproduksinya agar tetap lestari karena inilah jati diri, identitas kekayaan kita,” kata Gubernur VBL dalam berbagai kesempatan kunjungannya.

Gubernur VBL melihat dengan jeli dalam setiap kesempatan kunjungan atau dalam berbagai acara, di mana masih ada yang kurang dalam menampilkan atraksi seni budaya tari-tarian. Namun kekayaan budaya dan alam NTT  tidak dinarasikan. Gubernur VBL menantang KKBM Kupang untuk menarasikan tarian hegong dan kekayaan budaya serta alam lain yang dimiliki warga Kabupaten Sikka.

Dirinya tahu banyak orang Maumere yang pintar menulis. Harapannya tarian hegong dinarasikan dan diberikan kepada setiap tamu atau orang yang hadiri dalam acara-acara seperti hegong massal yang dipentaskan KKBM Kupang di GOR Oepoi.

Bagi dia, narasi itu sangat penting agar semua orang yang hadir dalam acara tersebut tahu atau mengerti apa cerita asal-usul atau arti dari tarian yang disajikan.

“Kenapa NTT yang begitu banyak punya atraksi tapi kelihatan kering, ya karena hampir semua narasinya tidak ada. Saya yakin NTT akan meninggalkan stigma buruk kemiskinan, kalau kita serius mengurus budaya dan alam, kalau kita serius membuat narasi terhadap budaya dan alam kita,” ujarnya.

Mengapa narasi sangat penting? Karena jika sebuah tarian adat atau acara adat tidak dijelaskan kepada orang yang hadir, maka orang yang hadir hanya ikut dalam keramaian atau khusuknya acara adat tersebut tanpa mendengar atau mengetahui dari sumber yang benar terkait latarbelakang, asal-usul dan tujuan dari atraksi seni budaya yang ditampilkan. Hal ini menurut Gubernur VBL,  mendorong orang yang hadir kemudian bertanya-tanya atau mencaritahu sendiri pada sumber-sumber lain yang belum tentu benar dalam memberikan narasi pada atraksi tersebut.

Sebagai wujud apresiasinya, Gubernur VBL bersemangat menari hegong massal bersama warga KKBM Kupang.

Sebelumnya Gubernur dikenakan pakaian adat Kabupaten Sikka dan dijadikan anggota kehormatan KKBM Kupang. Warga KKBM Kupang antusias menerima kehadiran Gubernur VBL dalam acara itu. Bagi KKBM Kupang, kehadiran Gubernur VBL sebagai sebuah kehormatan yang memberikan energi baru dalam upaya melestarikan budaya dan adat istiadat asal Kabupaten Sikka khususnya dan NTT umumnya.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat bersama warga Kabupaten Sikka di Kupang yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Besar Maumere (KKBM) Kupang di GOR Flobamora Oepoi, Kupang, Sabtu (28/9/2019) sore.

GUBERNUR VBL, juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada Nyong Franco,  pemuda asal Kabupaten Sikka yang telah menggemakan NTT di seantero Indonesia bahkan dunia dengan lagu Ge Mu Fa Mi Re, gubahannya.

Saat hegong massal bersama KKBK Kupang di GOR Opoi, Nyong Franco tampil menyanyikan lagu itu dihadapan Gubernur VBL, tamu undangan serta masyarakat asal Kabupaten Sikka di Kota Kupang yang bernaung dalam paguyugan KKBM.

“Saya mendengar lagu ini, dan baru bertemu penyanyinya hari ini. Ini luar biasa, kreativitas anak muda yang telah mempopulerkan NTT di belahan dunia. Kita patut memberikan apresiasi dan berharap lahir pemuda kreatif lainnya,” kata VBL.

Ketua KKBM Kupang, Theo da Cunha berterima kasih kepada Gubernur yang menyempatkan diri hadir dan menarikan tarian hegong bersama dengan anggota KKBM. Kepada Gubernur VBL,  Theo menyampaikan bahwa KKBM Kupang siap berkontribusi untuk pembangunan di Kupang dan NTT secara keseluruhan.

Ketua Panitia, Frans Bata mengatakan, apresiasi dan kehadiran Gubernur VBL membaur dalam tarian hegong memantik semangat  generasi muda asal Kabupaten Sikka di Kupang yang tergabung dalam KKBM untuk terus berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat NTT. (Adv/Kerja Sama Biro Humas dan Protokol Provinsi NTT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.