Published On: Fri, Sep 8th, 2017

PKB Siap Usung Marianus Sae Jadi Calon Gubernur NTT

Share This
Tags

Bupati Ngada, Marianus Sae ketika menerima penghargaan dari Gubernur NTT Frans Leburaya sebagai Bupati yang memiliki kepedulian terhadap pola hidup sehat masyarakat Ngada, Rabu (31/5/17).

sergap.id, KUPANG – Bupati Kabupaten Ngada, Marianus Sae, dinilai berhasil membawa perubahan pembangunan di Kabupaten Ngada, di antaranya mampu membawa Ngada lepas dari status daerah tertinggal.

Keberhasilan tersebut berdasarkan evaluasi dan keputusan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) pada tahun 2014 di periode pertama kepemimpinan Marianus di Ngada.

Indikatornya adalah meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) dan berkurangnya jumlah penduduk miskin.

Karena itu, Ketua DPW PKB Provinsi NTT, Yucun Lepa, menilai Marianus layak dicalonkan sebagai Calon Gubernur NTT periode 2018 – 2023.

Yucun mengatakan, Marianus memiliki keunggulan lebih dari sejumlah bupati dan mantan bupati yang telah menyatakan diri siap maju sebagai calon gubernur pasca kepemimpinan Frans Lebu Raya – Benny Litelnoni.

Buktinya, walau belum menyatakan maju sebagai calon gubernur pun, Marianus telah mendapat tempat di hati rakyat berdasarkan hasil survei sejumlah lembaga survei belum lama ini, diantaranya lembaga survei populi center.

Menurut Yucun, bila disandingkan dengan bakal calon lain, terutama yang berasal dari latar belakang bupati, Marianus lebih unggul di semua bidang.

Sebab, progress report memimpin Ngada selama dua periode melalui program Pemberdayaan Ekonomi Raykay (Perak), Marianus sukses membangun daerah itu hingga membuat ekonomi rakyat Ngada membaik, infrastruktur baik, pendidikan baik, dan kesehatan juga baik.

“Memang keberhasilan tidak diukur dari 5 sampai 10 tahun memimpin, tapi bagaimana membangun sistem yang mumpuni, itu yang kita butuh. Sistem pertanian lahan kering dengan mengembangkan sistem agroforestri (sistem pengelolaan lahan hutan dengan tujuan meningkatkan penghasilan petani) seperti yang dilaksanakan Marianus saat ini, sangat cocok untuk dikembangkan di hampir seluruh daerah di NTT. Keberhasilannya dalam membangun sistem pertanian inilah mendorong PKB menyatakan dukungan politiknya untuk Marianus maju dalam pilgub 2018,” kata Yucun kepada wartawan, Jumat (8/9/17).

Ketua DPW PKB Provinsi NTT, Yucun Lepa.

Koalisi Poros Baru

Kendati hanya memiliki 5 kursi di DPRD NTT, kata Yucun, PKB patut menyiapkan Calon Gubernur menghadapi suksesi Pilgub 2018, dan pilihan itu jatuh ke Marianus Sae.

“Saya akan komunikasikan dengan beliau (Marianus Sae) terkait sikap PKB ini. Kami siap usung dia jadi calon gubernur,” ucap Yucun.

Apakah Marianus masih bisa dicalonkan walau tahapan pendaftaran di PKB sudah ditutup? Yucun mengatakan, tidak ada persoalan. Sebab Marianus sudah mengambil formulir pendaftaran di PKB. Hanya saja formulir itu belum dikembalikan ke PKB.

“Batas akhir pengembalian berkas itu sebelum pelaksanaan fit and proper test. Untuk hal ini, diagendakan sekitar akhir September atau awal Oktober 2017. Dengan demikian, Marianus Sae punya peluang diusung PKB,” tegasnya.

Yucun menjelaskan, kesuksesan Marianus di Ngada perlu ditularkan ke semua daerah di NTT. “Dalam pandangan politik, Marianus Sae layak dijual dalam bursa suksesi pilgub 2018,” imbuhnya.

Menurut Yucun, selama ini, PKB berada dalam koalisi Poros Baru bersama partai Hanura dan PKPI. Namun jelang Pilgub NTT, komunikasi politik di dalam koalisi tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan.

“Mestinya, dalam mengusung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, partai yang tergabung dalam koalisi harus duduk bersama untuk membahas siapa yang pantas diusung,” ujar Yucun.

Namun hal itu tidak lagi dibangun, karena ada pengklaiman sejumlah bakal calon dan partai politik terkait sikap politik yang diambil menghadapi Pilgub NTT. Ini berimplikasi pada tidak ada pelibatan partai koalisi secara maksimal untuk membahas secara bersama- sama figur bakal calon yang akan diusung.

Setidaknya ada empat bupati dan mantan bupati yang telah menyatakan kesiapannya untuk maju ke arena pilgub 2018. Mereka memiliki pengalaman dalam memimpin daerah.

“Namun kita perlu cermati secara detail gebrakan dan keberhasilan seperti apa yang menonjol selama menjabat sebagai bupati, sehingga layak diusung dalam pilgub 2018,” ucap Yucun. (RL/CS)

Penulis/Penerbit