Published On: Thu, May 18th, 2017

Polres Sikka Tangkap Buruh Pelabuhan Laurens Say Maumere

Share This
Topik

Saat Oris, buruh Pelabuhan Laurens Say Maumere ditangkap polisi pada Rabu (17/5/17) pagi sekitar pukul 05.00 Wita.

sergap.id, MAUMERE – Sat Reskrim Polres Sikka, Rabu (17/5/2017) pagi, menangkap seorang buruh pelabuhan Laurens Say Maumere bernama Oris.

Oris ditangkap karena tertangkap tangan sedang melakukan pungutan liar (pungli) terhadap supir truck dan pemilik kendaraan lain yang baru saja turun dari kapal roro Dharma Kencana.

Kapolres Sikka I Made Kusuma Jaya,SIK,SH melalui Kasubag Humas Polres Sikka Iptu Margono, mengatakan, penangkapan terjadi di dalam area pelabuhan Laurens Say.

“Penangkapan yang kita lakukan berkat informasi yang dari masyarakat dan pemilik kendaraan yang merasa keberatan atas pungutan itu,” ujar Margono.

Kepada SERGAP.ID, Kasat Reskrim Polres Sikka AKP Andri Setiawan, SIK, SH, menjelaskan, setelah ditangkap, Oris dibawa ke Polres Sikka untuk diperiksa lebih lanjut.

Penangkapan ini diharapkan menjadi efek jera bagi para buruh pelabuhan dan kejadian yang sama tidak lagi terjadi lagi di Pelabuhan Laurens Say.

Kata Andri, pungli di pelabuhan Laurens  Say sudah berlangsung sejak tahun 1998. Itu sebabnya para buruh merasa apa yang mereka lakuan itu sudah benar. Padahal sangat bertentangan dengan aturan hukum yang berlaku.

Ketua TKBM Pelabuhan Laurens Say, Yakobus Levidon Lelong saat memberikan keterangan pers kepada SERGAP.ID di halaman Mapolres Sikka.

TKBM Datangi Polres

Akibat penangkapan tersebut, sejak pagi hari, sebanyak 360 orang Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Laurens Say Maumere mendatangi Mapolres Sikka.

Hingga malam hari, para TKBM masih terlihat di halaman dan depan Mapolres Sikka. Aksi ini sebagai bentuk solidaritas dan dukungan terhadap Oris.

Sebab, bagi TKBM, apa yang dilakukan Oris bukanlah bentuk pungli. Demikian disampaikan Ketua TKBM  Pelabuhan Laurens Say, Yakobus Levidon Lelong yang ditemui SERGAP.ID di halaman Polres Sikka.

Menurut Lelong, tahun 1998, kapal roro mulai menyinggahi Pelabuhan Laurens Say. Akibatnya penghasilan TKBM berkurang. Saat itu para TKBM pun protes.

“Lalu difasilitasi oleh Pemda Sikka untuk mencari solusi. Salah satu solusinya adalah disepakati adanya tarif bagi kendaraan (yang baru turun dari kapal), yakni sepeda motor Rp20 ribu, mobil ukuran besar Rp150 ribu, dan penagihannya dilakukan oleh TKBM,” terangnya.

Kata Lelong, soal tarif tersebut tertuang dalam surat kesepakatan yang ditandatangani oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Ketua APBMI, Ketua INSA dan BPC Gapeksi Sikka.

Pungutan itu kemudian dikumpul dan diserahkan ke mandor TKBM lalu dibagi rata ke semua para TKBM.

Markus Bataona, salah satu pengurus TKBM Laurens Say, mengatakan, Oris ditangkap sekitar pukul 05.00 Wita. (Jhon)

Penulis/Penerbit: