Published On: Thu, Jul 4th, 2019

Pria Tidak Suka Perempuan Yang Doyan Gosip

Share This
Tags

sergap.id, LIFE – Hasil riset yang dilakukan LSMI, sebuah lembaga sosial di Jakarta, menyebutkan, kaum pria lebih suka, bahkan merasa nyaman saat berbicara dengan perempuan yang pintar publik speaking.

Sebaliknya kaum pria paling tidak suka menjalin hubungan dengan wanita yang doyan ngegosip orang.

Menurut 1000 dari 1400 pria yang didatangi LSMI, berkomunikasi dengan wanita yang percaya diri dan berbicara lantang serta lancar saat di depan publik akan lebih mengesankan daripada dengan mereka yang hanya punya kemampuan bergosip.

“Berbicara di depan publik membutuhkan keberanian dan keterampilan. Itulah mengapa cewek dengan kategori ini sangat mempesona bagi pria. Berbeda dengan cewek yang suka bergunjing alias suka ngegosip”.

Menurt LSMI, bergosip merupakan sebuah aktivitas dan amat disenangi banyak orang, terutama wanita. Sebab gosip memiliki daya tarik dan manfaat tersendiri. Sayangnya, manfaat yang diperoleh para bigos dapat menyakiti pihak lain. Mereka tahu pasti itu!

Sebagian bigos sebenarnya tidak memiliki sesuatu yang bisa dibanggakan, hanya saja mereka akan merasa lebih jika bisa menilai orang secara negatif.

Mereka enggan mengakui dan membicarakan kelebihan orang lain.

Dengan bergosip tentang sisi negatif orang, para bigos berharap dipandang hebat. Otak mereka biasanya paling susah diajak bicara perkara ide-ide penting. Jika sudah begitu, gosip rasanya lebih menarik. Tinggal disulut sumbunya, maka para bigos berebut posisi dan menyumbang opini.

Bergosip juga biasanya menjadi sarana menyalurkan rasa dengki. Ketika perasaan dengki didengar, dipercaya atau tidak, serta mendapat banyak dukungan, maka akan menghadirkan rasa puas.

Dengan bergosip, seseorang akan menjadi pusat perhatian untuk sementara waktu sambil membocorkan sepotong gosip. Apalagi bagi pemilik dan pembuka informasi ‘penting’ dan rahasianya.

Bagi mereka yang senang bergosip, merasa gosip mampu menyelamatkan dari amarah dan ketidakbahagiaan.

Ketika bergosip, semua kemarahan dan ketidakbahagiaan itu hilang berganti dengan rasa senang dan bahagia.

Seseorang hanya perlu bergosip untuk menurunkan tensi rasa balas dendam dengan komentar yang meremehkan orang lain.

Wajar kalau seseorang sebagai makhluk sosial, memiliki rasa ingin tahu tentang apa yang terjadi di antara orang-orangnya. Bahkan beberapa buku terbaik adalah buku biografi yang menceritakan kisah hidup orang lain.

Namun, biografi terbaik, memberikan pembaca pemahaman tentang nuansa dan kompleksitas karakter seseorang melalui fakta-fakta yang tidak didasarkan pada informasi sepihak dan penilaian yang menyerang orang tersebut.

Kuncinya adalah ketika melihat niatnya saat membahas atau membicarakan orang lain, maka segera bikin pertanyaan. Apakah niatnya untuk memahami sifat manusia dan meningkatkan kualitas hidup dirinya? Atau sebaliknya?

Kalau ada yang sedang menggosipkan seseorang, kita sebaiknya tidak ikut nimbrung. Sebaiknya kita mengalihkan topik pembicaraan atau pindah channel. Jangan malah perkeruh suasana. (atl/atl)

Penulis/Penerbit

Silahkan Komentar Sesuai Topik di Atas