Published On: Mon, Oct 8th, 2018

Proyek Jalan Segmen 1 Weliman – Biudukfoho Mangkrak, Warga Mengeluh

Share This
Tags

Proyek jalan segmen 1 Weliman – Biudukfoho yang mangkrak.

sergap.id, WELIMAN – Pengerjaan proyek peningkatan jalan segmen 1 Weliman – Biudukfoho telah terhenti sejak lama. Entah apa alasannya. Namun keberadaan proyek ini telah membuat kehidupan warga terganggu.

Berdasarkan kontrak Nomor: PPK/SP/BM/20/IV/2018, proyek senilai Rp13,8 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2018 ini dikerjakan oleh PT Bumi Nusantara Pratama sejak tanggal 25 April 2018 dengan masa kerja selama 180 hari.

Adrianus Bria, warga Halioan, mengatakan, pekerjaan jalan yang menghubungkan Kecamatan Weliman dan Rinhat, Kabupaten Malaka ini sudah lama mangkrak.

“Kami masyarakat tidak mengetahui apa yang terjadi. Tapi keberadaan proyek ini telah membuat kehidupan kami terganggu. Setiap hari kami menghirup udara tidak segar. Debu tebal membuat kami sesak nafas,” ujar Adrianus kepada SERGAP, Minggu (7/10/18).

Menurut Adrianus, debu tebal berasal dari lalu lalang mobil dam truk yang mengangkut material yang ia sendiri tidak tahu dikemanakan material tersebut.

“Kenapa proyek ini dihentikan? Kasihan kami disini. Rumah kami dipenuhi debu,” ucapnya.

Hal serupa di sampaikan Paulinus, warga Desa Wekmidar, Kecamatan Rinhat.

Menurut dia, seharusnya selama masa pengerjaan proyek, badan jalan harus selalu disiram oleh pelaksana proyek.

“Sehingga tidak muncul dampak negatif kepada masyarakat,” tegasnya.

Warga sekitar menyebut, pekerjaan jalan ini diduga tidak sesuai dengan tahapan pekerjaan jalan yang benar. Itu karena fondasi badan jalan tidak dilakukan dengan pemadatan sesuai standar pekerasan jalan. Sementara hamparan urukan pilihan (urpil), agregat B maupun A hanya dilakukan dengan pemadatan seadanya.

Akibatnya, badan jalan terlihat rapuh dan berpotensi cepat rusak setelah di hotmix. Buktinya di beberapa titik yang sudah dihotmix, permukaan jalan tampak bergelombang akibat tidak kuat menahan beban kendaraan.

“(asphal di jalan ini) pasti akan cepat rusak,” kata Paulinus.

Proyek jalan segmen 1 Weliman – Biudukfoho yang mangkrak.

SEKMEN 2

General Superintendent (GS) PT. Naviri Multi Konstruksi, mengatakan,  tahun ini pihaknya hanya menangani satu paket pekerjaan, yakni peningkatan jalan  pada sekmen 2, Weliman – Biudukfoho.

“Realisasi pembangunan jalan Weliman – Biudukfoho itu terhitung mulai dari Lotas sampai ke Biudukfoho sepanjang  3,5 kilometer, itu  sudah selesai 100 persen. Saat ini kita  masih proses Provisional Hand Over (PHO),”kata Acang.

Lorens Haba, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang juga Kepala Bidang Bina Marga Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Malaka yang kini disebut-sebut sedang menjalani skorsing akibat kedapatan minum minuman keras di kantornya belum berhasil dikonfirmasi SERGAP.

Berkali-kali dihubungi via handphonenya, tidak dijawab. (sel/sel)

Penulis/Penerbit

Silahkan memberi komentar sesuai topik di atas. Terima Kasih!