Published On: Fri, Aug 9th, 2019

Ribuan Pelajar di Ngada Turun Ke Jalan Tolak  Kekerasan Terhadap Anak

Share This
Tags

Pelaksanaan Hari Anak Nasional di Bajawa, Kabupaten Ngada, Jumat 9 Agustus 2019.

sergap.id, BAJAWA – Ribuan pelajar dari berbagai tingkatan, mulai dari SD, SMP hingga SMA di Kabupaten Ngada, Jumat (9/8/19), turun ke jalan guna menolak semua bentuk kekerasan terhadap anak.

Aksi yang bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ini diprakarsai oleh Pemeritah Kabupaten (Pemkab) Ngada dan Wahana Visi Indonesia (WVI).

Sambil menenteng poster bertuliskan menolak kekerasan terhadap anak, para pelajar melakukan long march dari Kantor Bupati – Gereja MBC – Pertigaan Karmel – Boulevard dan kembali finis di Kantor Bupati.

Manager WVI Area Program Nagekeo – Ngada (AP NADA), Otis Kawer Wakerkwa, menjelaskan, aksi para pelajar ini merupakan kampaye untuk menghentikan segala bentuk kekerasan kepada anak.

HAN kali ini pun mengusung tema “Hentikan Kekerasan Pada Anak Mulai Dari Saya”.

“Kalau kita ingin Ngada lebih baik, maka kita harus segera menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap anak. Karena mereka adalah generasi penerus daerah ini”, pintanya.

Menurut Otis, momentun HAN kali ini digunakan oleh WVI bersama Pemkab Ngada untuk mengkampayekan kepada seluruh masyarakat Ngada agar tidak lagi melakukan kekerasan kepada anak.

Dalam sambutannya, Bupati Ngada, Paulus Soliwoa, mengatakan, kegiatan HAN hari ini adalah bentuk peringatan kepada publik bahwa akhir-akhir ini makin marak terjadi kasus kekerasan terhadap anak.

Karena itu, “Tidak ada pilihan lain selain sepakat dan berkomitmen bersama semua stakeholder untuk menolak segala bentuk kekerasan terhadap anak, baik kekerasan fisik, psikis, verbal, maupun kekerasan seksual,” tegasnya.

“Stop kekerasan terhadap anak mulai hari ini, di tempat ini dan dari diri saya,” pungkasnya.

Pelaksanaan Hari Anak Nasional di Bajawa, Kabupaten Ngada, Jumat 9 Agustus 2019.

Pada tempat yang sama, Putri Margareth Eksan melalui surat terbuka mewakili anak-anak Ngada membeberkan kasus kekerasan yang dirilis Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bahwa sampai dengan pertengahan tahun 2019 ini tercatat ada 14 kasus kekerasan terhadap anak dan kekerasan seksual paling dominan.

Pelaksanaan Hari Anak Nasional di Bajawa, Kabupaten Ngada, Jumat 9 Agustus 2019.

Acara HAN ditutup dengan pelepasan sepasang burung Merpati yang dilakukan oleh Bupati Soliwoa bersama Ketua Tim Penggerak PKK Ngada Kurniaty Soliwoa yang disaksikan oleh ribuan pelajar dan para undangan.

Saat bersamaan, Johny, salah seorang pelajar spontan bertanya, “Kenapa melepas burung dalam perayaan ini?”.

Seorang guru dari dari seberang menjawab, “Karena Merpati tak pernah ingkar janji. Komitmen pada HAN tahun ini adalah janji nyata memerangi kejahatan terhadap anak”. (bel/bel)

Penulis/Penerbit

Silahkan Komentar Sesuai Topik di Atas