sergap.Id, KUPANG – Adolf Radianto Kia Koli (25), warga Perumahan Putri Rahayu Oesapa Selatan, Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, memilih bunuh diri karena tak kuat menahan sakit yang menderanya selama ini.

Pria berparas ganteng tersebut ditemukan sudah tak bernyawa di kolong jembatan Liliba pada Senin (13/1/20).

Ia diduga melompat dari bibir jembatan yang memiliki ketianggian sekitar 100 meter itu.

Marselinus Astanto Luli (19) alias Anto, mengaku, korban meninggalkan rumah sejak Minggu (12/1/20) jam 5 sore.

“Dia minta ijin keluar untuk ngopi dan ngerokok bersama teman-temannya di warung kopi,” beber Anto kepada SERGAP di Rumah Sakit Titus Uly Kupang, Senin (13/1/20) malam.

Namun hingga Senin (13/1/20) siang, korban yang berasal dari Kabupaten Flores Timur itu tak kunjung pulang.

Keluarga pun langsung melakukan pencarian dan mendapati sepeda motor korban terparkir di pangkalan ojek di ujung jembatan Liliba.

Anto bersama Donatus Nama Samon, pamannya, lantas melakukan pencarian di dasar sungai Liliba.

Hasilnya, mereka menemukan korban telah tewas dan jasadnya telah dihinggapi lalat. Anto dan pamannya kemudian melapor polisi.

Sekitar pukul 17.30 Wita, aparat Polres Kupang Kota menggevakuasi korban dari dasar sungai dan membawa jasadnya ke Rumah Sakit Titus Uly Kupang untuk diperiksa. Hasilnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Keluarga korban pun tidak ingin jasad korban diotopsi. “Kami tidak mau otopsi terhadap jenasah,” kata Anto.

Keluarga korban saat melihat jasad korban di kamar mayat Rumah Sakit Titus Uly Kupang, Senin (13/1/20) malam.

Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Hasri Manasye Jaha, S.H, mengatakan, korban nekad bunuh diri, diduga karena stres sakitnya tak kunjung sembuh.

“Keluarga korban menolak jenazah diotopsi. Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah,” tegasnya. (vitus/lukas)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.