Published On: Fri, Dec 22nd, 2017

Siswi 16 Tahun Hamil Diperkosa Ayah Tiri, Teman Ayah Tiri, dan Sepupunya

Share This
Tags

Emanuel Bha’a alias Aleks (24) dan Martinus Rae (24), dua pelaku pemerkosaan yang kini telah ditangkap dan di tahan di Polsek Aesesa, Kabupaten Nagekeo.

sergap.id, MBAY – Miris benar kisah ini. Anak yang seharusnya dijaga malah dimanfaatkan untuk memuaskan napsu birahi. Parahnya lagi, pelaku adalah ayah tirinya sendiri dan dua saudara sepupunya.

YB (16) kini hanya bisa meratapi nasibnya dan menunggu kelahiran bayi yang dikandungnya. Walau ia telah melapor polisi, namun masa depannya mulai terlihat suram. Setiap hari ia terlihat murung dan sesekali menitikan air mata.

Dia tak habis pikir, kenapa ayahnya yang seharusnya menjaganya, dan menopang masa depannya, malah berbuat jahat kepadanya. Sadisnya lagi, si ayah malah mengajak temannya bernama Emanuel Bha’a alias Aleks (24) untuk ikut menikmati tubuhnya.

Ayah tiri YB itu bernama Hendrikus Jawa. Dia adalah adik kandung dari ayah kandung YB yang kini sedang berada di Malaysia. Ceritanya, ayah kandung YB telah lama merantau ke Malaysia. Karena tak pernah kembali, ibu YB akhirnya menikah lagi dengan adik kandung ayahnya.

Sementara sepupu YB yang turut memperkosa YB adalah Martinus Rae (24).

Fidelis Bhela (42), saudara kandung ibu YB, mengaku, ia tak menyangka para pelaku bisa berbuat kejam kepada YB. “Biadab benar si Hendrikus itu,” katanya.

Menurut warga Anakoli, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo itu, YB selama ini tinggal bersama keluarga mereka di Aimere, Kabupaten Ngada, dan dia sekolah disana. “Mamanya YB itu saudari kandung saya,” tegas Fidelis.

Kepada SERGAP, YB, mengaku, dirinya pertama kali diperkosa pada bulan Juni 2017. Saat itu dirinya tengah pulang ke Anakoli untuk melihat dan merawat ibunya yang sedang sakit stroke.

“Hendrikus itu binatang. Setelah saya dia perkosa, dia ajak lagi temannya untuk hubungan intim dengan saya. Namanya Aleks . Aleks juga ancam mau bunuh saya kalau saya tidak melayani napsunya. Dia buka paksa saya punya pakaian dan dia perkosa saya berulang kali. Selasai itu dia bilang ke saya, kalau sampai ada yang tahu berarti kau yang omong, kau saya bunuh,” papar YB.

Menurut YB, setelah kejadian itu, dirinya jadi takut dan stres. “Saya sempat berniat bunuh diri, tetapi saya ingat mama saya yang lagi sakit dan butuh perawatan. Tapi sejak kejadian itu, saya jadi takut keluar rumah,” ucap YB, lirih.

Pada bulan berikutnya atau Juli 2017, kata YB, sekira pukul 9 malam, pintu rumahnya diketuk orang. Saat itu dia tengah mengurus mamanya yang sedang sakit.

“Dari dalam rumah saya tanya, siapa di luar…? Dari luar jawab, saya Martinus. Saya lalu persilahkan dia masuk. Karena dia sering datang ke rumah jenguk mama. Kami masih keluarga dekat. Tiba-tiba Martinus peluk saya dan ramas saya punya mulut. Dia bilang sekarang kau ikut dengan saya, kalau tidak? kau saya bunuh. Dengan gemetar saya ikut apa kata dia, dia tarik saya ke hutan dan dia lucuti pakaian saya, lalu perkosa saya. Setelah itu dia suruh saya pulang, dan dia ancam kalau saya buka mulut dia akan bunuh saya,” papar YB.

Drama ini kemudian berakrir setelah awal Desember kemarin, om dan tanta YB mulai curiga dengan perubahan bentuk tubuh YB.

“Mereka tanya saya, kau kenapa? Saya tidak jawab, saya hanya bisa menangis saja. Om marah dan bilang kau harus jawab jujur, dengan menangis saya menceritakan semua yang terjadi pada saya, hingga akhirnya kasus ini kami laporkan ke Polsek Aesesa,” tutupnya.

Kapolsek Aesesa, AKP. Ahmad SH, mengatakan, pihaknya telah menerima pengadukan YB dan keluarganya.

“Pelaku ada tiga orang, dua orang sudah kita tangkap dan tahan, yakni Emanuel Bha’a dan Martinus Rae, sedangkan Hendrikus Jawa masih buron. Para pelaku sudah piperiksa dan mereka mengakui perbuatannya”, kata Ahmad. (sg/sg)

Penulis/Penerbit

Silahkan memberi komentar sesuai topik di atas. Terima Kasih!