Published On: Sat, Feb 10th, 2018

Solmet Sumbang 26 Kantong Darah, PMI Akan Cek Sehat atau Tidak

Share This
Tags

Kegiatan donor darat di Sekretariat Solmet NTT di jalan Gereja Maria, RT 25/RW 06, Kelurahan Liliba, Kota Kupang, Sabtu (10/2/18).

sergap. Id, KUPANG – Organisasi Solidaritas Merah Putih (Solmet) Provinsi NTT melakukan aksi donor darah di Sekretariat Solmet NTT di jalan Gereja Maria, RT 25/RW 06, Kelurahan Liliba, Kota Kupang, Sabtu (10/2/18).

Kegiatan bakti sosial (baksos) ini diikuti oleh pengurus, anggota dan simpatisan Solmet, serta pimpinan dan staf ansuransi Prudential, karyawan Bandara El Tari, dan sejumlah pelajar di Kota Kupang.

Darah yang terkumpul sebanyak 26 kantong dan langsung diserahkan ke Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kupang.

Terdapat sekitar 40 peserta donor tidak bisa mendonorkan darahnya karena ditolak tim medis lantaran sedang menstruasi, HB rendah, Hipertensy, dan berat badan di bawah standar.

“Ini sebagai bentuk aksi nyata Solmet NTT makanya kita adakan baksos ini. Solmet NTT hadir sebagai organisasi yang mampu memberikan kampanye positif, anti kekerasan, dan mendukung program kerja Presiden Joko Widodo untuk Indonesia yang lebih baik. Saya mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan semua yang telah datang menyumbangkan darahnya secara suka rela untuk orang lain. Ini adalah bentuk kasih kita kepada saudara kita yang membutuhkan pasokan darah. Kita akan lakukan aksi ini secara rutin dan kalau perlu dilakukan di seluruh kabupaten di NTT,” ujar Ketua Solmet NTT, Rudi Ketut Utama.

Kepada SERGAP, Rudy menjelaskan, Solmet NTT dibentuk pada tanggal 8 Januari 2018 saat Presiden Jokowi berkunjung ke Kota Kupang. Solmet adalah perkumpulan non Partai Politik, tidak membedakan suku, agama, ras dan antar golongan, serta anti kekerasan.

“Solmet ini berjuang dengan kerja nyata dan kampanye positif di masyarakat dan mengawal kebijakan pemerintah yang pro rakyat dengan semangat revolusi mental dan nawacita,” kata Rudi.

Kegiatan donor darat di Sekretariat Solmet NTT di jalan Gereja Maria, RT 25/RW 06, Kelurahan Liliba, Kota Kupang, Sabtu (10/2/18).

Rudy berharap masyarakat NTT, khususnya kaum muda bersedia gabung dengan organisasi Solmet dan kesepan secara bersama-sama melakukan kerja nyata untuk kemanusiaan.

Hans Goa, salah seorang pendonor darah, mengaku senang bisa mendonorkan darahnya untuk sesama yang membutuhkan donor darah.

“Ini pertama kali saya donor darah. Awalnya saya takut sekali. Saya pikir sakit, tapi ternyata tidak. Saya senang bisa donorkan darah saya untuk orang lain. Ke depan saya akan donor terus,” ucap Hans.

Imel Tokan

Terpisah, Imel Tokan, staf PMI Kota Kupang yang ditemui SERGAP di kantornya di Jalan Veteran, Nomor 71 A, Kupang, menjelaskan, pihaknya bersyukur ada warga dan lembaga yang melakukan aksi donor darah.

“Ya tadi dari Solmet lakukan aksi donor darah. Kami yang pergi ke Sekretariat Solmet di Liliba. Kami senang. Sebab ini membantu warga Kota Kupang yang kekurangan darah. Tadi dapat 26 kantong. Ini akan kita screaning terlebih dahulu, kita cek apakah darahnya sehat atau tidak, setelah itu kita suplai ke seluruh rumah sakit yang ada di Kota Kupang. Luar biasa sekali aksi solmet ini. Semakin banyak yang donor darah, semakin bagus. Supaya PMI tidak kekurangan darah dan bila dibutuhkan segera dapat kita bantu. Jangan seperti bulan Desember 2017 kemarin, persediaan darah tidak ada,” papar Imel. (fwl/fwl)

Penulis/Penerbit