Published On: Mon, May 29th, 2017

Stop Pakai Gelang KEA, Merasa Tidak Berdosakah Anda?

Share This

Salah satu Penyu menjadi korban keserakahan manusia. Dagingnya dimakan. Kulitnya dibuat cincin atau gelang tangan.

sergap.id, WOW – Penyu dibunuh dengan cara paling sadis. Ia dikuliti dalam keadaan hidup. Sorot matanya tak berdaya ketika isi perutnya ditarik keluar.

Lalu… kulitnya diambil sebagai bahan dasar cincin atau gelang yang Anda pakai sekarang. Merasa tidak berdosakah ANDA?

Penyu dalam bahasa Kupang disebut Kea. Penyu merupakan satwa yang tidak cuma unik dan lucu, tetapi sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Hanya dengan membiarkannya hidup bebas di habitatnya, maka penyu akan memberikan banyak manfaat.

Manfaat tersebut mencakup aspek peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui sektor perikanan (beserta efek penggandanya), menjaga keseimbangan mata rantai ekosistem, ilmu pengetahuan, pengembangan ekowisata.

Penyu berperan penting dalam menjaga keseimbangan di laut, serta dalam menyebar nutrisi ke laut melalui kotorannya. Kotoran ini menjadi pupuk atau pakan bagi tumbuhan dan hewan laut lainnya.

Cincin dan gelang yang terbuat dari kulit Penyu.

Penyu sesungguhnya memainkan peranan yang amat vital bagi ketersediaan ikan laut, misalnya saja Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea) yang memakan Ubur-ubur.

Ubur-ubur adalah binatang laut yang memakan anak ikan. Ini merupakan mata rantai makanan. Bila tidak ada Penyu, kemungkinan besar populasi Ubur-ubur akan semakin meningkat. Kelebihan populasi Ubur-ubur akan membahayakan populasi anak ikan, maka ketersediaan ikan di laut akan semakin berkurang.

Ini akan memperkecil hasil tangkapan ikan nelayan. Terutama nelayan kecil yang tidak memiliki kapal untuk menangkap ikan di laut lepas.

Selain itu Penyu juga memakan terumbu karang yang tidak sehat sehingga terumbu karang menjadi sehat kembali.

Terumbu karang yang terjaga dengan baik, terlebih bila daerah tersebut memiliki keindahan alam dan budaya yang mendukung, akan memberikan pemandangan bawah laut yang cukup indah.

Wisatawan ikut melepas penyu hijau (Chelonia Mydas) di Pantai.

Ini berpotensi bagi pengembangan ekowisata. Snorkeling, menyelam (diving), bermain kayak (kayaking) dapat menjadi atraksi yang ditawarkan kepada wisatawan. Penyu dan habitatnya juga menjadi sarana bagi peningkatan ilmu pengetahuan manusia, misalnya melalui penelitian dan pengembangan.

Sebagaimaan telah diketahui, penyu adalah salah satu hewan yang tersisa dari zaman purbakala. Oleh karena itu, penyu mungkin dapat menjadi “pintu masuk” bagi umat manusia untuk mengetahui apa yang terjadi di masa lampau dan informasi lainnya. Ini sangat penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan, terutama biologi dan lingkungan.

Karena itu STOP bunuh Penyu. Stop pakai cincin atau gelang yang terbuat dari kulit Penyu. Dengan begitu Anda ikut memelihara dan menjaga keseimbangan Alam. (PP)

Penulis/Penerbit