Published On: Thu, Jun 1st, 2017

Sumba Tengah dan Sumba Timur Jalin Kerjasama Dengan Pemkot Surabaya

Share This
Tags

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak menandatangani MoU Jaringan Lintas Perkotaan, Rabu (31/5/17).

sergap.id, SUMTENG – Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah dan Sumba Timur menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam bidang Jaringan Lintas Perkotaan.

Kerjasama tersebut ditandatangani di Balai Kota Surabaya, bertepatan dengan Hari Jadi Kota Surabaya ke-724, Rabu (31/5/2017) kemarin.

Selain Sumba Tengah dan Sumba Timur, ada 15 kabupaten lain yang juga menandatangani MoU Jaringan Lintas Perkotaan dengan Pemkot Surabaya, yakni:

  1. Kabupaten Trenggalek
  2. Kabupaten Aceh Jaya
  3. Kabupaten Labuhan Batu Selatan
  4. Kota Medan
  5. Kota Solok
  6. Kabupaten Tanjung Jabung Barat
  7. Kabupaten Bogor
  8. Kabupaten Rembang
  9. Kabupaten Temanggung
  10. Kabupaten Lamongan
  11. Kota Mojokerto
  12. Pemerintah Kota Batu
  13. Kota Banjarmasin
  14. Kota Samarinda
  15. Kabupaten Bone

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, dalam sambutannya, mengajak seluruh Kepala Daerah untuk memanfaatkan teknologi dengan baik, serta menyelesaikan permasalahan di daerah masing-masing dengan e-Goverment.

Dalam kesempatan itu, Risma bercerita bahwa pemanfaatan teknologi informasi bisa membantu Pemerintah Kota Surabaya dalam menjalankan semua sistem pemerintahan yang ada. Dengan mudahnya Wali kota memantau semua pelayanan yang ada, termasuk pengelolaan sampah di TPA tanpa harus mendatangi langsung.

Risma mengaku bisa dengan mudah mengetahui berapa berat sampah yang masuk sampai kendaraan siapa yang mengangkut. Hal ini juga terjadi pada sistem yang lain, termasuk salah satunya perizinan melalui gadgetnya.

“Dengan pemanfaatan teknologi ini, Pemkot Surabaya bisa menghemat banyak biaya rutin daerah, sehingga bisa menambah anggaran belanjanya hingga 100% tiap tahunnya,” ujar Risma.

Salah satu penghematan yang dilakukan dengan pemakaian solar cell pada setiap gedung pemerintahan yang dapat menghemat biaya listrik di perkantoran. Bahkan pengeluaran biaya listrik untuk Gedung Balai Kota Surabaya, bisa dihemat Rp 3 juta tiap bulannya.

Walikota Surabaya ini mengembalikan hasil dari upaya yang dilakukan, untuk bisa memberikan sallary yang cukup, bahkan lebih bagi pegawai di lingkup Pemkot Surabaya.

Tidak mau menutupi kunci keberhasilannya, Walikota Surabaya ini justru malah berbagi pengalaman dan menyatakan siap membantu Kabupaten/Kota lainnya, demi kemajuan Bangsa ini. (det)

Penulis/Penerbit

Silahkan Komentar Sesuai Topik di Atas