Published On: Sun, Jun 25th, 2017

Tak Punya Rp1,5 Miliar, Pemkab Lembata Tolak Opening Ceremony TdF 2017

Share This

Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lembata, Eliaser Yentji Sunur dan Thomas Ola Langoday.

sergap.id, KUPANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata diminta menyiapkan Rp1,5 miliar untuk membiayai opening ceremony Tour de Flores (TdF) 2017. Namun permintaan itu ditolak, karena Pemkab Lembata tak punya uang sebesar itu.

Informasi yang dihimpun SERGAP.ID menyebutkan, dana tersebut untuk membiayai sewa kapal motor penyeberangan (feri) dari Kupang ke Leweoleba guna mengangkut tetek bengek keperluan peserta TdF, biaya nginap hotel peserta TdF, serta biaya pentas seni opening seremony TdF.

“Kami tidak menolak. Tapi kami belum siap untuk acara itu. Sarana prasarana kita belum siap, teruatama akses jalan yang menghubungkan destinas yang akan dikunjungi oleh peserta Tdf. Sekarang ini sedang kita persiapkan,” ujar Wakil Bupati Kabupaten Lembata, Dr. Thomas Ola Langoday, SE, MSi kepada SERGAP.ID.

Selain masalah sarana jalan, kata Thomas, Lembata juga sedang mengalami defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar 12 persen.

“(defisit) Yang ditoleransi itu hanya 2,5 persen. Kita tidak punya uang. Karena itu, untuk tahun ini, kita belum siap untuk selenggarakan opening seremony TdF,” ucap Thomas.

Namun Thomas memastikan, jika tahun depan TdF masih digelar, maka pihaknya siap menjadi tuan rumah opening seremony TdF 2018.

Kepastian batalnya opening seremony di Lembata dibenarkan oleh Kepala Biro Humas Setda Provinsi NTT, Samuel Pakereng. “(opening seremony) di Lembata tidak jadi. Batal…. Itu hasil rapat. Kita baru selesai rapat,” tegasnya.

Opening seremony TdF 2017 yang menurut rencana akan dilaksanakan pada 14 Juni 2017 itu akhirnya dipindahkan dari Lewoleba (Lembata) ke Larantuka, Kabupaten Flores Timur, karena Pemkab Flores Timur sanggup menyiapkan dana Rp1,5 miliar.

Sementara Pemkab Nagekeo mengalokasikan Rp144 juta untuk menjamu para peserta TdF yang akan menyinggahi Mbay, ibukota Kabupaten Nagekeo.

Sedangkan Pemkab Sikka mengalokasikan APBD sebesar Rp1 miliar lebih untuk sukseskan Tdf 2017.

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya meminta para bupati di Flores – Lembata menyiapkan APBD II untuk mendukung TdF yang akan digelar tanggal 14 hingga 19 Juli 2017.

“Masukan anggaran TdF di item kegiatan promosi wisata,” pinta Lebu Raya kepada para Bupati saat rapat Koordinasi pelaksana TdF, di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Jumat (24/3/17) lalu.

SEJUTA PESONA LEMBATA

Walau belum siap menggelar opening seremony TdF 2017, namun Lembata memiliki sejuta pesona yang layak dipromosikan ke negeri tetangga. Disana ada gunung cincin api di bawah laut, namanya Ile Batu Tara. Setiap 20 menit gunung ini meletus menyemburkan lahar panas disertai tsunami lokal.

Di dekat gunung Ile Batu Tara terdapat pantai Bean, pantai berpasir putih yang indah. Gunung dan pantai ini terletak di Kecamatan Buyasuri.

Lembata juga memiliki keindahan bawah laut yang luar biasa. Namanya Nuhanera. Selain itu ada Bukit Cinta, Bukit Susu dan Bukit Doa. Letaknya di Kecamatan Lebatukan.

Di Kecamatan Nagawutun terdapat budi daya tukik (telur penyu yang ditetaskan lalu dilepas ke laut). Disana juga ada Pantai Mingar, pantai berpasir putih yang menurut wisatawan asing, keindahannya melebihi Pantai Kuta, Bali.

Sementara di Watowawer Atakore terdapat panas bumi yang bisa memasak telur ayam atau bebek.

Sedangkan di Kecamatan Nubatukan ada Kuma Resort yang letaknya persis di pinggir pantai.  Disini tempat yang paling indah untuk memancing dan menimkati sunrise dan sunset.

Sebagai penutup, Lembata memiliki wisata kuliner Jembatan Titian (Jeti) Wulenlwo, yang letaknya di dalam area Pelabuhan Laut Lewoleba. Soal rasa jangan ditanya. Ma’nyus pokoke..! (Doks)

Penulis/Penerbit