Published On: Thu, May 30th, 2019

The Legend Pancasila City Di Mata Politisi PKPI Ende

Share This

Almarhum Bupati Kabupaten Ende, Ir. Marselinus Y. W. Petu.

sergap.id, ENDE – Kamis (30/5/19) pagi tadi, Kota Ende diguyur hujan selama kurang lebih 15 menit. Padahal sekarang ini telah memasuki musim panas.

Sebagian tetua meyakini hujan itu sebagai tanda bahwa bumi persada triwarna Kelimutu masih dirundung duka atas kepergian putra terbaik yang juga Bupati Kabupaten Ende, Almarhum Ir. Marselinus Y. W. Petu.

Almarhum yang akrab disapa Marsel Petu ini dimakamkan pada Rabu (29/5/19) di TPU Katolik Onekore, Kecamatan Ende Tengah, Ende.

Anggota DPRD terpilih asal PKPI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Ende 3, yakni Kecamatan Kota Baru, Maurole, Weweria, Detukeli dan Lepkes, Baltasar Sayetua, menjelaskan, almarhum Marsel merupakan sosok dengan seribu gagasan cerdas membangun Kota Ende sebagai Kota Pancasila, serta Kabupaten Ende sebagai maskot ekonominya Provinsi NTT.

“Dia adalah motivator, pemikir dan perancang gagasan bernas, serta founding father parade kebangsaan,” ujar Baltasar kepada SERGAP, Kamis (30/5/19).

Menurut Baltasar, almarhum Marsel Petu adalah tokoh nasionalis, merakyat, jujur, sederhana, dan rendah hati.

Itulah yang membuat almarhum sangat dicintai oleh seluruh masyarakat Kabupaten Ende, dan dengan kepergiannya membuat masyarakat benar-benar merasa sangat kehilangan akan wujud seorang bapak yang baik serta seorang pemimpin sejati.

Semasa hidup, almarhum dikenal sebagai tokoh yang ambisius dan optimis dalam membangun Ende Lio Sare Pawe Mi Menge.

Salah satu maha karyanya adalah gagasan parade kebangsaan dalam rangka memperingati hari lahirnya Pancasila setiap tanggal 1 Juni.

Cita- cita besarnya adalah menjadikan kota Ende sebagai kota Pancasila yang bukan hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga terkenal di dunia Internasional.

Di bawah kepemimpinannya, Ende diyakini akan menjadi Kota Pariwisata yang tersohor ke seluruh penjuru dunia. Itu sebabnya kunjungan wisatawan manca negara ke Ende terus meningkat dari tahun ke tahun. Ujungnya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Ende terus meningkat.

Baltasar Sayetua

Almarhum juga dikenal sebagai tokoh pemrakarsa dan pemersatu tiga (3) batu tungku yang ada di Kabupaten Ende, yakni Pemerintah, Agama, dan Adat.

Inilah yang menjadi pilar penting dalam menenun keharmonisan, sehingga Ende terwujud sebagai kota toleransi sesuai nilai-nilai Luhur Pancasila.

“Inilah Karya almarhum Bupati Ende yang wajib kita wariskan dan Lestarikan,” tegas Baltasar.

Baltasar menambahkan, almarhum Marsel Petu adalah politisi panutan bagi generasi milenial di Kabupaten Ende.

“Keikhlasan dan kerendahan hatinya menjadikan beliau sebagai sosok yang dicintai rakyat. Dia selalu menjadi pemimpin terhebat yang pernah dimiliki Kabupaten Ende. Dia telah menjadi the legend pancasila city (legenda kota pancasila). Karya dan kenangannya menjadi Inspirasi bagi keutuhan dan kemajuan Kabupaten Ende,” tandas politisi Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) itu. (frit/frit)

Penulis/Penerbit

Silahkan Komentar Sesuai Topik di Atas