Published On: Wed, Mar 21st, 2018

TNI Akan Bangun Makorem 165 Wira Cendana dan 3 Batalyon di Flores

Share This
Tags

Letjen TNI Agus Sutomo saat tiba di Desa Kolisia, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Selasa (20/3/18).

sergap.id, MAUMERE – Selasa (20/3/18) kemarin, Irjen Kemhan RI Letjen TNI Agus Sutomo meninjau lokasi yang rencananya akan dibangun Markas Komando Resort Militer (Makorem) 165 Wira Cendana di Pulau Flores.

Selain Makorem, TNI juga berencana membagun 3 Batalyon TNI AD di Kabupaten Sikka dan Ende, Flores.

Lokasi yang ditinjau berada di Dusun Nangarasong, Desa Kolisia, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka.

Usai melihat lokasi, Sutomo melakukan dialog dengan warga Kolosia serta aparat pemerintah setempat. Kepada warga, Sutomo menjelaskan maksud dan tujuannya datang ke Kolosia.

“Bapak ibu warga Desa Kolisia, saya ingin menyampaikan kedatangan saya ke Kolisia ini dalam rangka pengecekan lahan dan lokasi yang direncakan pembangunan Makorem dan Batalyon di Flores,” ucapnya.

Kata Sutomo, sejauh ini Korem 161/Wira Sakti membawahi 13 Kodim dan 4 Kodim pemekaran di seluruh wilayah kepulauan Provinsi NTT. Karena itu, jumlah Kodim ini akan dibagi dua dengan hadirnya Korem 165/Wira Cendana.

Menurut Sutomo, Sikka akan menjadi lokasi Makorem alternatif 1 dan Ende Alternatif 2.

“Apakah di Sikka Makorem dan 1 Batalyon atau sebaliknya Ende Makorem dan 2 Batalyon ataupun sebaliknya, kami dari Kemhan RI akan mengkajinya. Apakah dengan pembangunan Makorem dan Batalyon ini, bapak Ibu sekalian menerima? Kalau menerima kami bangun, kalau tidak, kami tidak bangun,” ucap mantan Danjen Kopasus itu.

Kata Sutomo, biaya pembangunan Makorem dan Batalyon berasal dari uang rakyat yang diperuntukan untuk menjaga rakyat. Misalnya kedepan ada bencana, maka kehadiran tentara dapat membantu warga.

“Tentara dimana – mana lahir dari rakyat, berjuang bersama rakyat, dan untuk kepentingan rakyat,” tegasnya.

Sutomo menjelaskan, Presiden Joko Widodo menginginkan tentara menyebar ke semua pulau di wilayah NKRI.  Namun kehadiran tentara harus berbasis ekonomi kerakyatan yang artinya menguntungkan rakyat.

“Sehingga untuk kepentingan Nasional, Presiden Joko Widodo mengembangkan kekuatan pertahanan bersama rakyat. Kalau rakyatnya welcome dan menerima, kita bangun, kalau tidak kami tidak akan bangun,” tegasnya.

Letjen TNI Agus Sutomo saat berdialog dengan warga Desa Kolisia, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Selasa (20/3/18).

Alexander Lexi, salah seorang warga Desa Kolisia yang juga anggota BPD Desa Kolisai, mengaku senang dengan adanya kabar akan dibangun Makorem di desanya.

“Hanya saja terdapat sedikit kendala dimana tanah yang akan digunakan ini sudah ada pemiliknya masing masing dan bagaimana untuk pembebasan lahannya?,” tanyanya.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Dandim 1603/Sikka Letkol Inf Sugeng Prihatin, menjelaskan, menurut penjelasan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka dan BPN Sikka bahwa tanah yang akan dibangun Makorem dan Batalyon itu adalah tanah milik Kementerian Transmigrasi dan Kementrian Pertanian.

“Jika itu tanah milik masyarakat, maka BPN Sikka bersama masyarakat akan duduk bersama, menyelesaikannya,  sehingga tidak menjadi persoalan. Kita tidak menginginkan pembangunan Makorem terbentur dan bermasalah dengan rakyat. Sebab pembangunan Makorem kedepannya sangatlah berpotensi  bagi masyarakat, baik dari segi keamanan, juga dapat meningkatkan roda perekonomian, kehidupan sosial serta meningkatkan taraf hidup bagi masyarakat disekitarnya,” kata Sugeng. (Ces/Edmon)

Penulis/Penerbit

Silahkan memberi komentar sesuai topik di atas. Terima Kasih!