Published On: Wed, Jul 17th, 2019

Wali Kota Masak Nasi Goreng, Ubah Posisi Penjual Ikan di depan Hotel Aston

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore saat memasak nasi goreng ‘Karmanaci’.

sergap.id, KUPANG – Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore ternyata bisa memasak. Di tengah kesibukannya, Selasa (16/7/19) di Hotel Neo Aston, Jefri mendemonstrasikan cara memasak nasi goreng ‘Karmanaci’.

Jefri tampak cekatan memasak menu tersebut. Mulai dari menggoreng telur, mamasukan bumbu Karmanaci dengan bahan utama daging kambing, hingga mencampurkannya dengan nasi putih.

“Saya jebolan anak kos, jadi sudah biasa masak. Hanya dulu saya rufuk-rufuk sa (asal buat, red),” celoteh Jefri di sela-sela memasak yang didampingi sang istri, Hilda Riwu Kore.

Hanya dalam hitungan 8 menit, nasi goreng Karmanaci buatan Jefri sudah jadi. Dia kemudian mempersilahkan semua orang yang hadir untuk menikmatinya.

Selain istrinya, sejumlah pimpinan OPD di lingkup Pemerintah Kota Kupang ikut mencoba menu tersebut.

Mereka memuji masakan Jefri.

“Luar biasa masakan Pak Wali,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Kupang, Orson Nawa.

Istri Jefri yang juga Ketua PKK Kota Kupang, Hilda Riwu Kore, mengaku, menu nasi goreng Karmanaci buatan suaminya lumayan enak.

Kata dia, suaminya memang pintar memasak, sekalipun menu yang dimasak campur-campur.

“Enak koq,” kata Hilda.

Saat anak-anak masih kecil, kata Hilda, suaminya sering memasak, bahkan sampai saat ini pun suaminya masih menyempatkan diri untuk memasak bagi keluarga, terutama saat liburan.

“Sekarang kalau lagi liburan, bapak sering buat indomie untuk sarapan bersama,” ungkapnya.

Usai memasak pada kegiatan pelatihan pemandu wisata kuliner yang digagas Dinas Pariwisata Kota Kupang tersebut, Jefri mengatakan, makanan merupakan salah satu daya tarik utama di sektor Pariwisata. Karena itu, kehadiran Kuliner sangat penting.

“Orang pergi ke mana saja, yang dicari pertama adalah makanannya,” imbuhnya.

Menurut dia, pihaknya akan menata ulang pusat-pusat kuliner di Kota Kupang, diantaranya adalah Kampung Solor yang berada di Kelurahaan Solor.

“Makanannya sudah enak, tetapi fasilitas di situ belum disiapkan dengan baik, misalnya toilet yang belun ada,” ujarnya.

Jefri mengatakan, penataan Kuliner merupakan salah satu faktor penting untuk menarik wisatawan. Karena itu perubahan demi perubahan akan dilakukan, termasuk keberadaan penjual ikan di depan hotel Aston.

“Kita akan ubah posisi para penjual ikan. Kita akan minta bantuan Kementerian PUPR. Dari kota lama kita buat square,” tutupnya. (adv/adv)

Penulis/Penerbit

Silahkan Komentar Sesuai Topik di Atas