Published On: Sun, Aug 6th, 2017

Wulandoni Berdamai, Pasar Barter Segera Dibuka

Share This
Topik

Bupati dan Wakil Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur – Thomas Ola Langoday saat tiba di lokasi acara Perdamaian Wulandoni, Sabtu (5/8/17).

sergap.id, WULANDONI – Seremonial perdamaian ini butuh proses panjang karena dilakuan sejak tahun 2014 oleh Camat Sinakai dan kini Camat Raymundus Beda, SE.

Acara perdamaian ini bukan puncak. Tapi, yang paling penting adalah aktivitas ekonomi dapat berjalan. Terutama, pasar Barter Wulandoni harus segera dibuka agar aktivitas ekonomi masyarakat Wulandoni bisa bertumbuh.

Demikian disampaikan Bupati Kabupaten Lembata, Eliaser Yentji Sunur saat membuka ritual perdamaian antara Desa Pantai Harapan, Desa Belobao dan Desa Wulandoni yang didukung 12 desa lainnya di Wulandoni, Sabtu, (5/8/17).

Turut hadir, Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday, Wakil Ketua DPRD Lembata, Paulus Makarius Dolu, Kapolres Lembata, AKBP Simatupang, Forkopimda, Kepala OPD, Deken Lembata, Rm. Sinyo da Gomez,Pr dan Ketua MUI Lembata, H. Hidayatullah Sarabiti.

“Kita jangan ingat lagi peristiwa kemarin, dan dianggap tidak ada lagi dengan adanya perdamaian ini. Karena  berkelahi itu sakit. Mulai hari ini dengan Sare Dame, mari kita terima dengan hati yang tulus. Masyarakat jangan terima orang yang suka menghasut perdamaian yang sudah kita rajut ini ‘, ujar Sunur.

Sunur berharap masyarakat Wulandoni bersatu hati untuk bersama membangun dalam bingkai satu Wulandoni, Satu Lembata, Satu NTT dan Satu Indonesia.

Lima belas desa yang ada di Kecanatan Wulandoni, kata Sunur, sangat indah. Mari bersatu dan bersama mengisinya dengan berbagai aktivitas pembangunan.

“Saya harap, aktivitas ekonomi harus dimulai dengan membuka kembali Pasar Barter Wulandoni. Jika tidak segera dilakukan, saya bisa pindahkan ke tempat lain”, tegas Sunur.

Wulandoni Berdamai, Pasar Barter Segera Dibuka

Usai memberi sambutan, Bupati Sunur dan Wabup Thomas melepaskan dua ekor burung Merpati, simbol perdamaian, yang disaksikan berbagai tokoh, diantaranya Camat Wulandoni, Raymundus Beda, para Kepala Desa, Forkopimda dan Tokoh Agama.

Sebelumnya, dilakukan rutual adat perdamaian secara Lamaholot, pembacaan berita acara proses perdamaian dan pernyataan  perdamaian yang ditanda tangani oleh seluruh Kepala Desa, Camat Wulandoni, Tokoh Agama, Kapolres Lembata,  Danramil, Wakil Bupati Lembata dan Bupati Lembata. (Asten)

Penulis/Penerbit: