Menteri PUPR Basuki Hadimuljono
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

sergap.id, JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, mengatakan, ada 8 infrastruktur sumber daya air (SDA) yang sudah selesai dibangun. Semuanya siap diresmikan secara bertahap sampai akhir tahun ini.

“Infrastruktur yang selesai dan siap diresmikan tahun 2020 untuk bidang sumber daya air itu 8 bendungan,” kata Basuki saat rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, Jakarta Pusat, Senin (16/11/2020).

Infrastruktur SDA pertama yang siap diresmikan, yakni Bendungan Tapin di Kalimantan Selatan. Pembangunan bendungan ini sudah dikerjakan sejak 2015 dan menelan biaya Rp 1,02 triliun.

“Bendungan Tapin di Kalimantan Selatan ini sudah selesai dan sekarang sedang dalam pengisian waduk. Total tampungnya 56 juta meter kubik. Luas genangan 425 hektare (ha), irigasi 5.472 ha, air baku 0,50 meter kubik per detik, listrik 3,3 megawatt,” ucapnya.

Kedua yakni Bendungan Tukul yang terletak di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Bendungan ini bisa menampung 8 juta meter kubik air dan pembangunannya sudah dikerjakan sejak 2013 dengan biaya Rp 916 miliar.

Ketiga, Bendungan Napun Gete di Nusa Tenggara Timur (NTT). Untuk membangun bendungan ini menghabiskan biaya Rp 884 miliar dengan kapasitas tampung 11 juta meter kubik.

“Kami harapkan di musim hujan ini sudah bisa diisi. Sedangkan sekarang sedang dilakukan perapihan untuk jalan akses masuk ke bendungan,” imbuhnya.

Keempat, Bendungan Passeloreng di Sulawesi Selatan yang siap diresmikan. Bendungan ini bisa menampung 138 juta meter kubik air dengan total biaya pembangunan senilai Rp 790 miliar.

“Ini sedang dilakukan pembersihan di area genangan yang ada juga beberapa bidang tanah yang harus dibebaskan. Namun intinya siap diresmikan sampai Desember (2020) nanti,” ucapnya.

Kelima, ada Embung Konservasi Klopoduwur di Jawa Tengah dengan kapasitas tampung 115.000 meter kubik siap diresmikan. Keenam Embung Konservasi Kamilin di Lampung.

“Embung Konservasi Kamilin di Kabupaten Pringsewu, Lampung ini juga 11.000 meter kubik sudah selesai,” imbuhnya.

Masih di Lampung, yang ketujuh ada Embung Konservasi Gunung Raya yang bisa menampung dengan kapasitas 14.000 meter kubik.

Terakhir, ada Kolam Regulasi Nipa-nipa di Sulawesi Selatan yang menelan biaya Rp 320 miliar.

“Kolam Regulasi Nipa-nipa ini kolam ritensi. Jadi airnya ditampung nanti dibuang pelan-pelan setelah hujan lewat. Ini juga sudah siap untuk diresmikan,” ujarnya. (dtk/dtk)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.