sergap.id, MANGULEWA – Dua bocah yang berasal dari wilayah kerja Puskesmas Mangulewa, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada,  meninggal dunia akibat digigit anjing rabies.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, Agustinus Naru, menjelaskan, korban gigitan tersebut adalah bocah berumur 11 tahun asal Desa Turekisa yang meninggal pada 8 Juli 2019 dan dua hari sebelumnya bocah berumur 10 tahun asal Desa Beawae.

Menurut Naru, akhir-akhir ini kasus gigitan anjing Rabies di Ngada sangat tinggi.  Hingga Juli 2019  tercatat telah terjadi 839 kasus, dan Agustus 2019 mencapai 1280 kasus.

“Korban gigitan sebagian besar adalah anak umur 5 sampai 15 tahun”, katanya.

Kata Naru, kasus Rabies tertinggi berada di 19 Puskesmas yang ada di Kabupaten Ngada, yakni Puskesmas Kota dengan jumlah gigitan 413 kasus, Puskesmas Surisina 211 kasus, Puskesmas Mangulewa 161 Kasus, Puskesmas Waepana 156 kasus, Puskesmas Koeloda 152 kasus dan Puskesmas lainnya berkisar antara 8 hingga 43 kasus.

Sayangnya, ketersediaan Vaksin Anti Rabies (VAR) di Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada tinggal 400 botol dari total 2500 botol atau fial yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus 700 fial, Kementerian Kesehatan 300 fial dan 1500 fial dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT.

Untuk mengatasi rabies, lanjut Naru, Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada telah memiliki rencana untuk membentuk empat Puskesmas Rabies Center (PRC). Tapi karena ketersediaan VAR tinggal sedikit, maka niat tersebut belum dilaksanakan.

4 puskesmas yang rencananya akan dijadikan  PRC adalah Puskesmas Aimere, Puskesmas Koeloda , Puskesmas Kota atau Surisina, serta Puskesmas Waepana.

Sejauh ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngada pun telah menetapkan kasus rabies sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB),

Sosialisasi bahaya gigitan anjing rabies telah dilakukan pemerintah kepada masyarakat, baik secara langsung, maupun lewat mimbar gereja.

Naru mengingatkan, jika ada yang tergigit anjing rabies, maka segera lakukan penanganan awal, yakni segera mencuci luka gigitan dengan deterjen selama 15 menit pada air mengalir. Setelah itu wajib melakukan vaksinasi anti rabies.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, Agustinus Naru.

Untuk meminimalisir penyebaran rabies, maka masyarakat diharapkan segera menertibkan anjing peliharaan.

“Hewan penular rabies perlu diikat,” tutup Naru. (bel/kus)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.