Proyek pemeliharaan berkala sarana prasarana bendung di Desa Waepana, Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada.
Proyek pemeliharaan berkala sarana prasarana bendung di Desa Waepana, Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada.

sergap.id, WAEPANA –  Pekerjaan proyek milik Balai Wilayah Sungai Provinsi NTT di Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada, senilai Rp 1,5 miliar, diduga sarat dengan praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme atau KKN.

Pasalnya, proyek yang mulai dikerjakan pada tanggal 26 Mei dengan batas waktu hingga 21 November 2020 dan dikerjakan oleh CV Perjuangan Konstruksi itu diduga tidak sesuai kontrak. Bahkan pekerjaan dilakukan tanpa koordoinasi dengan pengawas irigasi Kecamatan Soa.

Parahnya lagi, secara sepihak pelaksana proyek memindahkan lokasi proyek dari Radawea ke Waepana.

Padahal, sesuai kontrak, bangunan yang harus direhab adalah rumah juru bendung Radawea. Namun yang direhab malah rumah juru pengairan di Desa Waepana.

Diduga pemindahan lokasi proyek itu merupakan kolusi atau persekongkolan antara kontraktor dengan juru pengairan Waepana, Lius Leta, bersama juru bendung Radawea,  Eduardus Maghi.

Alasannya, rumah juru pengairan yang direhab itu, selama ini ditinggali oleh anak kandung Lius Leta yang juga merupakan tenaga harian lepas (THL) pada kantor irigasi Waepana.

Sesuai aturan, pemimdahan lokasi tidak dibenarkan. Sebab butuh waktu untuk memulai kembali perencanaan. Termasuk rencana anggaran biaya (RAB). Sebab berpindah lokasi otomatis mengubah semuanya, termasuk perubahan kontrak dengan penambahan atau pengurangan klausul/pasal kontrak yang secara fisik terpisah dari perjanjian pokok.

Selain pemindahan lokasi proyek, kualitas pekerjaan juga diduga tidak sesuai standar kualitas pekerjaan proyek milik pemerintah.

“Bagaimana kita bisa pastikan proyek itu berkualitas? Kalau pengawasan tidak dilakukan secara baik. Apalagi proyek itu tidak diketahui oleh kepala irigasi disini. Bisa dibilang proyek ini adalah proyek siluman,” beber beberapa petugas pengairan di Soa  kepada SERGAP, Senin (26/10/20) siang.

Iban, pengawas irigasi Waepana, yang ditemui SERGAP di Waepana pada Senin (26/10/20) siang, membenarkan jika dirinya tidak mengetahui adanya proyek yang bersumber dari APBN Murni 2020 tersebut.

“Saya tidak tahu, karena saya tidak pernah dilaporkan. Yang tahu proyek itu hanya Lius Leta. Coba tanya ke dia,” pintanya.

Iban juga tidak tahu Lius Leta diperintah oleh siapa untuk mengurus proyek pemeliharaan berkala sarana prasarana bendung di Kecamatan Soa ini.

“Coba cek ke dia, siapa yang perintah dia?,” ucap Iban.

Lius Leta yang ditemui SERGAP secara terpisah di kediamannya tak banyak bicara.

Sementara kontraktor pelaksana belum berhasil ditemui SERGAP hingga berita ini diturunkan.

Menurut Lius Leta, kontraktor tinggal di Ende.

“Kontraktornya belum datang,” kata Lius Leta. (pro/pro)

1 COMMENT

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.