Aksi dimulai dari Sekretariat GMNI di Jalan Soekarno Hatta Lorong BK3D, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur, menuju Kantor DPRD Sikka dan Kantor Bupati Sikka di Jalan El Tari, Maumere.
Aksi GMNI dimulai dari Sekretariat GMNI di Jalan Soekarno Hatta Lorong BK3D, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur, menuju Kantor DPRD Sikka dan Kantor Bupati Sikka di Jalan El Tari, Maumere.

sergap.id, KUPANG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengecam sikap arogansi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sikka, Yoseph Karmianto Eri, yang mengatai massa GMNI ‘berteriak seperti babi’.

Waklil Ketua Bidang Mahasiswa DPD GMNI NTT, Titus Maukari, menilai pernyataan Ketua PKB Sikka itu sangat tidak etis.

“Kami sangat sayangkan pernyataan tersebut, apalagi oleh seorang anggota DPRD. Oleh karena itu kami mendesak badan kehormatan DPRD Sikka agar memberikan sanksi yang sesuai berdasarkan kode etik. Sebab ini dapat merusak nilai – nilai moral DPRD,” ujar Titus dalam siaran pers GMNI, Kamis (9/9/21) malam.

Titus juga meminta jabatan Yoseph di DPRD Sikka dicopot. “Sehingga menjadi efek jera dalam bertutur bagi pejabat publik”, ucapnya.

BACA JUGA: GMNI Demo di DPRD Sikka

Menurut Titus, DPD GMNI NTT saat ini sedang berkoordinasi untuk mengambil langkah hukum terhadap Yoseph yang telah melecehkan institusi GMNI dan mencederai demokrasi di negeri ini.

“Wakil rakyat harus memperhatikan etika dalam bertutur, karena kebebasan berbicara mahasiswa adalah hak yang dilindungi konstitusi negara ini”, tegasnya.

BACA JUGA: Wakil Ketua DPRD Sikka Katai Demonstran ‘Berteriak Seperti Babi”

Kasus pelecehan terhadap demonstran BMNI ini dikabaarkan akan segera dipolisikan oleh DPD GMNI NTT.

“Kami sedang koordinasi (untuk) proses hukum anggota DPRD tersebut”, tutup Titus. (ih/ih)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here