Padang Gurun Oetune
Padang Gurun Oetune

sergap.id, KUPANG – Setelah Danau Tiga Warna Kelimutu di Kabupaten Ende dan kadal-kadal raksasa di Pulau Komodo mematik perhatian dunia, kini hadir lagi destinasi wisata padang pasir mirip gurun sahara di benua Afrika. Letaknya di Pantai Oetune, di wilayah Desa Tuafanu hingga Desa Oebelo, Kecamatan Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Kontur alam Gumuk Pasir ini sungguh-sungguh mempesona. Keindahan tumpukan pasir yang menggulung dan bergelombang menjadi lengkap dengan adanya pantai indah yang panjang berkilo-kilo meter serta permukaan pantai yang rata mencapai lebar antara 30 sampai 50 meter.

Kondisi padang pasir disini masih sangat alami. Bentuk gumuk pasir yang dominan adalah transversal. Bahkan di sini ditemukan native vegetasi yang disebut oleh penduduk setempat sebagai damar merah.

Jarak ke pantai ini adalah 115 kilo meter dari Kota Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur, dengan waktu tempuh sekitar 2,5 sampai 3 jam dengan kendaraan roda 4 atau roda 2.

“Ini satu-satunya di NTT”, ujar Dosen Universitas Katolik Widya Mandira (Unika) Kupang, Adrianus Ketmoen, SE., MM, kepada SERGAP, disela-sela kunjungannya ke Pantai Oetune, Minggu (24/7/22) sore.

Pantai ini berhadapan langsung dengan Benua Australia. Gelombang di pantai ini tidak besar-besar amat seperti yang biasa terlihat di pantai selatan lain di kepulauan Nusa Tenggara Timur. Hanya saja, wisatawan dilarang mandi di pantai ini, sebab terkadang di pantai ini muncul buaya putih atau buaya abu-abu berukuran besar yang diduga datang dari Australia.

Untuk sampai ke Padang Pasir Oetune, wisatawan diwajibkan membayar pas masuk sebesar 10 ribu rupiah untuk orang dewasa, 5 ribu rupiah untuk anak-anak, serta biaya parkir kendaraan roda 4 sebesar 10 ribu rupiah.

Di pantai ini tersedia pula gazebo atau dalam bahasa lokal disebut lopo. Wisatawan bebas menempati lopo yang diinginkan asal tetap menjaga kebersihan. Di sekitar lopo telah tersedia tempat sampah yang terbuat dari beton.

Disini juga tersedia kamar bilas dan kamar WC. Namun wisatawan harus merogoh kocek lagi sebesar 10 ribu rupiah untuk sekali pakai. Sebab disini pengadaan air bersih masih menggunakan jasa mobil tengki.

Terlepas dari jarak dan biaya, pantai ini direkomendasikan oleh ribuan wisatawan yang pernah kesini sebagai tempat yang paling layak untuk liburan atau berwisata bersama keluarga di akhir pekan.

Selain indah alami, padang pasir Oetune juga menjadi spot foto favorit wisatawan. Jika datang sendirian, maka tak usah kuatir, sebab anak-anak lokal berumur sekira 10 sampai 13 tahun disini siap menjadi fotografer dengan ongkos sukarela.

Selain di padang pasir, wisatawan juga dapat mengabadikan moment pribadi di pantai Oetune dalam berbagai pose. Salah satunya adalah foto dengan pantulan pantai serasa sedang berhadapan dengan cermin.

Foto di Pantai Oetune
Foto di Pantai Oetune

Di pantai ini juga wisatawan dapat bermusik ria, joget bersama, dan anak-anak bisa bermain bola.

“Ini potensi yang luar biasa dan perlu dikembangkan untuk peningkatan ekonomi rakyat, dan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten TTS”, pinta Kornelius Kelemur Kroon, SE., MM, Dosen Unika Kupang lainnya saat berkunjung ke Pantai Oetune, Minggu (24/7/22).

Maria  Natalia Sadipun foto bersama keluarganya di Pantai Oetune, Minggu (24/7/22)
Maria Natalia Sadipun foto bersama keluarganya di Pantai Oetune, Minggu (24/7/22)

Sementara itu, Maria Natalia Sadipun, salah satu wisatawan asal Kota Kupang yang mengaku telah tiga kali berkunjung ke Oetune, mengatakan, saat ini tampilan Pantai Oetune sudah lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

KLIK Nonton Video Padang Gurun Oetune DISINI

“Saat ini pantai ini sudah bagus. Baik penataannya, kebersihannya, maupun keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung. Oetune memang manyus”, ucapnya. (cipar/tesal)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here