Penyerahan kunci rumah dari Inspektur Jenderal Kementerian PUPR, Widiarto, kepada Bupati Kabupaten Lembata, Thomas Ola Langoday, dan selanjutnya secara simbolis langsung diserahkan oleh Bupati Thomas kepada lima orang perwakilan warga terdampak, Jumat (8/4/22).
Penyerahan kunci rumah dari Inspektur Jenderal Kementerian PUPR, Widiarto, kepada Bupati Kabupaten Lembata, Thomas Ola Langoday, dan selanjutnya secara simbolis langsung diserahkan oleh Bupati Thomas kepada lima orang perwakilan warga terdampak, Jumat (8/4/22).

sergap.id, PODU – Sebagian korban letusan Gunung Ile Ape dan banjir bandang 4 April 2021 lalu mulai menempati perumahan di tiga lokasi di Kecamatan Ile Ape, yakni Podu, Waesesa, dan Tanah Merah.

Hal ini ditandai dengan penyerahan kunci rumah dari Inspektur Jenderal Kementerian PUPR, Widiarto, kepada Bupati Kabupaten Lembata, Thomas Ola Langoday, yang selanjutnya diserahkan oleh Thomas Ola Langoday kepada lima orang perwakilan warga terdampak.

Penyerahan kunci ini dilakukan di perumahan Tanah Merah, Jumat (8/4/22) sore.

“Ini secara bertahap. Hari ini 115 dari 294 kita serahterimakan. Ini sudah bisa dihuni oleh bapak ibu (korban bencana)”, ujar Widiarto.

Sementara itu, Thomas Ola Langoday, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) yang telah memberi perhatian serius terhadap warga terdampak bencana di Lembata.

“Kemarin pagi (Kamis 7 April 2022) saat Pak Gubernur berkunjung ke sini (Lembata), Pak Gubernur langsung bertanya, itu rumah-rumah sudah bagaimana? Saya jawab di Waesesa sudah 100 persen, Tanah Merah 96 persen, dan Podu sekitar 80 persen. Pak Gubernur pun berjanji akan meminta lagi bantuan rumah ke Bapak Presiden. Dan, proposal untuk itu sudah saya serahkan ke Pak Gubernur untuk diteruskan ke Bapak Presiden”, ucap Langoday.

Menurut dia, ada dua proposal yang dititipkan ke VBL untuk diteruskan ke Presiden, yakni proposal permintaan bantuan rumah tambahan sebanyak 2164 rumah sebagai antisipasi relokasi warga yang kini masih tinggal di sekitar kaki gunung Ile Ape, dan proposal peningkatan status jalan di ruas jalan Simpang Waiara atau Simpang HI (Hadakewa – Ile Ape) ke Tanjung Bahagia menjadi jalan negara.

“Karena itu saya sudah minta para Kepala Desa untuk segera memberi laporan tentang ketersediaan lahan untuk pembangunan 2164 rumah yang harus disertai dengan bukti kepemilikan hitam di atas putih”, katanya.

Inspektur Jenderal Kementerian PUPR, Widiarto, dan Bupati Kabupaten Lembata, Thomas Ola Langoday, foto bersama lima orang perwakilan warga terdampak yang menerima kunci rumah.
Inspektur Jenderal Kementerian PUPR, Widiarto, dan Bupati Kabupaten Lembata, Thomas Ola Langoday, foto bersama lima orang perwakilan warga terdampak yang menerima kunci rumah.

“Terima kasih juga kepada tuan tanah yang telah menghibah tanah ini kepada pemerintah dengan cuma-cuma untuk tiga perumahan ini. Ini tanda kasih yang besar kepada sesama. Sekali lagi terima kasih”, pungkasnya.  (che/ton)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here